Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Ming Woo San Gugur


__ADS_3

Panglima Ming Woo San tampak duduk di antara Tian Shan dan Zhang Sin Ming yang sedang bertarung, atas perintah Tian Shan, Panglima Ming Woo San duduk bersemedi mengobati luka-luka di tubuhnya.


Tidak begitu lama, luka-luka di tubuh Panglima Ming Woo San tampak mulai menutup dan darah yang mengalir berhenti, setelah lukanya ia rasa agak baikan Panglima Ming Woo San kembali bangun dan menghunus pedangnya.


"Kau boleh juga Ming Woo San, tetapi kau terlalu ceroboh," kata Tian Shan sambil terus bertarung tanpa mengalihkan perhatiannya.


"Maaf, Paman. Apa aku pantas mendapat belas kasihan dari orang-orang yang telah ku hianati?" jawab Panglima Ming Woo San sambil menikamkan pedangnya pada salah satu iblis kelelawar yang menyerangnya.


"Ha ha ha...! Ming Woo San, sebenarnya kami tidak mempunyai dendam padamu, perang saudara antara Kaisar Cong Ming dengan Pangeran Yun Lau tentu ada yang mendukung, namun orang-orang cukup marah padamu karena penculikan tujuh gadis untuk rencana busuk kalian itu," jawab Tian Shan malah tertawa, ketua Sekte Api itu tampak bertarung bagai seorang anak muda. Padahal dari umur dan rambutnya yang sudah memutih tentu saja kekuatan orang tua itu di luar nalar.


Tian Shan yang juga seorang penguasa roh suci tentu saja mempunyai kekuatan lebih jika di banding orang biasa.


Sementara Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa tampak bertarung berdampingan, kedua pendekar muda itu saling melindungi dari sisi belakang mereka.


"Mo Gei, pasukan iblis ini bagai air yang mengalir, aku melihat pasukan kita sudah mulai berguguran," kata Wa Hua Wa seraya mengibaskan pedang di tangannya, cahaya putih membentuk mata pedang raksasa menderu ke arah sekelompok iblis kelelawar yang menuju ke arahnya.


Booommm.....!!


Sekitar sepuluh sampai lima belas iblis kelelawar yang terhantam cahaya putih itu langsung terpental dengan tubuh gosong dan menghitam, namun semua itu tidak membuat iblis yang lain jera. Pasukan iblis kelelawar itu malah tampak semakin marah.


"Hup!"


Swoss!


Swoss!


Dari telapak tangan Wong Mo Gei melesat dua cahaya merah langsung menghantam rombongan iblis kelelawar yang lagi terbang ke arahnya. Iblis kelelawar itu langsung berjatuhan dan tewas seketika.


Pertempuran semakin sengit menjelang sore, korban berjatuhan dari kedua belah pihak tidak terhitung lagi, baik di pihak prajurit Kerajaan Yin dan Yang maupun di pihak pasukan iblis kelelawar.


Jelang sore pasukan iblis kelelawar muncul dengan pakaian zirah keperakan yang tidak mempan terhadap pedang dan panah, tentu saja kekuatan pasukan iblis kelelawar itu membuat korban semakin banyak berjatuhan di pihak kerajaan.


Tian Shan, Zhang Sin Ming dan Panglima Ming Woo San tampak mulai terdesak, walau kekuatan mereka bertiga di atas kekuatan manusia biasa, tapi bertarung seharian tentu saja membuat kekuatan mereka terkuras.


Apalagi Panglima Ming Woo San yang sudah terluka, di tambah kekuatan roh suci Phoenix Apinya juga sudah habis akibat bertempur.


Memang di sekitar mereka bertiga mungkin sudah lebih dari tiga ratus iblis kelelawar yang tewas, namun iblis kelelawar yang baru datang dengan zirah kebal senjata itu mau tidak mau membuat mereka terdesak.


"Naga api, keluarlah. Aku membutuhkanmu!" kata Zhang Sin Ming sambil menyabetkan pedang peraknya ke arah iblis kelelawar, dengan cahaya merah menyelubungi pedang itu.


Sehingga pedang di tangan ayah penguasa roh suci raja naga api itu mampu menembus kekebalan zirah yang di pakai oleh iblis kelelawar itu.


Wuss!


Cahaya merah melesat ke atas kepala Zhang Sin Ming, cahaya itu langsung membesar dan membentuk seekor naga yang cukup besar dengan sisik berwarna merah.

__ADS_1


"Hooaaaarrr!!!


Swoss!


Booommm!!


Roh suci naga api langsung menyemburkan api ke arah sekelompok iblis kelelawar yang terus berdatangan, kibasan ekor naga api juga langsung menghantam beberapa iblis kelelawar yang berada di bawahnya.


"Naga air keluarlah!"


Tian Shan pun memanggil naga airnya, tidak lama kemudian seekor penjelmaan naga air muncul dan langsung menyerang ke arah pasukan iblis kelelawar yang terus berdatangan.


"Haumm....!"


Suara harimau mengaum di tengah medan pertempuran, tampak seekor harimau putih berukuran besar melesat kesana kemari menerkam iblis kelelawar, tidak jauh dari sana tampak Shin Yuan Ma sedang bertarung dengan pedang di tangan kanannya.


Menjelang sore, pasukan iblis kelelawar tampak terpukul mundur, iblis kelelawar yang terus berdatangan tampak mulai ragu melihat teman-teman mereka terus berjatuhan.


Di sisi lain tempat itu tampak Zhang Sin Ming, Tian Shan dan Panglima Ming Woo San telah tergepung ratusan iblis kelelawar yang berpakaian zirah besi berwarna putih perak.


Beberapa orang dari rombongan iblis kelelawar yang berada di tempat itu adalah para petinggi iblis kelelawar.


Zhang Sin Ming tampak terus bertarung dengan gagahnya, namun musuh yang ia hadapi di atas rata-rata iblis kelelawar yang lain.


Panglima Ming Woo San tampak mulai terdesak, namun Tian Shan tetap berusaha melindunginya.


"Eh!"


Tian Shan cukup terkejut melihat pedangnya berhasil di tangkap oleh seekor iblis kelelawar yang bertubuh besar dengan zirah besi, sebuah senjata mirip trisula cepat di tusukkan ke arah Tian Shan. Walau Tian Shan mempunyai kekuatan roh suci naga air, namun tenaga roh suci naga air Tian Shan sudah terkuras.


Naga air Tian Shan telah kembali ke dalam tubuh tuannya itu untuk istirahat karena telah hampir kehabisan tenaga.


Crab!


"Akgkh!"


Terdengar lenguhan tertahan di depan Tian Shan, tampak Panglima Ming Woo San tegak berdiri di depan Tian Shan dengan tubuh tertembus senjata mirip trisula di tangan iblis kelelawar itu.


Sras!


"Orrrgg...!"


Iblis kelelawar bertubuh besar itu terhuyung ke belakang dengan leher terhebat pedang Tian Shan, Iblis kelelawar itu langsung ambruk dengan luka di bagian leher.


"Ming Woo San...!" teriak Tian Shan sambil cepat menahan tubuh Panglima Ming Woo San yang hendak jatuh terlentang.

__ADS_1


"Kenapa kau lakukan semua ini, hah?"


"Maaf, Paman. Aku yang menyebabkan semua ini, kau di butuhkan oleh sektemu," jawab Panglima Ming Woo San lemah, darah mengalir dari luka dan mulut beserta hidungnya. Nafas laki-laki itu tampak megap-megap menahan sakit, namun Panglima Ming Woo San berusaha tetap tersenyum.


"Hoaaaarrr.....!!!"


Swoss!


Wurrrr....!!"


Entah kapan datangnya, raja naga api dan naga terbang milik Wa Hua Wa dan Wong Mo Gei menyapu bersih semua iblis kelelawar yang masih berkeliaran di daerah itu.


Tidak butuh lama tempat itu tampak agak tenang, ratusan iblis kelelawar tampak pada melompat mundur dan melarikan diri ke dalam pintu dimensi yang mereka buat. Raja naga api menyemburkan lidah api ke arah pintu dimensi itu, beberapa iblis kelelawar yang tampak terpanggang sebelum pintu dimensi itu lenyap.


"Zhang Sin Ming, siapa yang memiliki roh suci raja naga api itu?" tanya Panglima Ming Woo San tersendat-sendat darah segar terus mengalir di lukanya.


"Paman tenang lah dulu, aku akan meminta Mo Gei membantu mengobati, Paman," kata Zhang Sin Ming, Shin Yuan Ma pun telah berada di sana.


"Terlambat, Zhang Sin Ming. Hati dan jantungku sudah tertusuk, aku tidak bisa di selamatkan lagi, sekali lagi aku mohon maaf pada kalian semua," ucap Panglima Ming Woo San semakin lemah.


"Mo Gei, apa kau bisa berbuat sesuatu, nak?" kata Shin Yuan Ma.


"Maaf, Ibu, Ayah. Seperti yang di katakan Panglima Ming Woo San, organ penting di tubuhnya sudah rusak, di tambah mata trisula iblis kelelawar itu mengandung racun," jawab Wong Mo Gei tampak menyesal karena tidak bisa berbuat banyak.


"Paman Tian Shan, sampaikan salam ampun saya pada Kaisar Cong Ming, dan Pangeran Yun Lau!" setelah berkata, tiba-tiba Panglima Ming Woo San terkulai lemah dan nafasnya pun berhenti.


"Ming Woo San.... Bangun....!!"


.


.


Bersambung....


Jangan dukung novel ini ya teman-teman.


Dengan


Hadiah.


Rate.


Like.


Koment.

__ADS_1


Dan Votenya.


Terima kasih banyak.


__ADS_2