Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Bantuan Dari Pulau Larangan


__ADS_3

Seminggu sudah pertempuran berlangsung, pasukan Kerajaan Yin dan Yang memang benar-benar kewalahan. Sampai saat ini lebih dari tiga puluh ribu pasukan Kerajaan yang gugur di medan perang, Pasukan iblis kini sudah menguasai lebih dari separuh wilayah Kerajaan Yin dan Yang.


Lebih dari sepuluh ribu prajurit yang terluka akibat perang, pasukan Kerajaan terpaksa mundur hingga batas kota Yin, di benteng kota kini pasukan bertahan dari serangan para iblis dari tujuh sekte iblis.


Pangeran Naga Hitam sangat senang dengan keberhasilan pasukannya, walau sampai saat ini entah berapa ribu iblis yang tewas di medan perang. Namun semua pengorbanan para prajurit dari tujuh sekte iblis membuat Kaisar Naga Iblis sangat senang.


Tujuh wilayah sekte yang masih bertahan sampai saat ini adalah Sekte Api yang berada di sebelah barat kota Yin.


Sedangkan kota Yang yang berada di sebelah timur istana telah menutup gerbang akibat serangan pasukan iblis, dengan bantuan para roh suci kini para pendekar dari tujuh sekte mempersiapkan pasukan khusus untuk menghadapi pasukan iblis.


Roh suci raja naga api dengan roh suci naga yang lain telah membuat perisai kuat di batas kota untuk menahan gerak laju pasukan iblis.


Rapat besar di lakukan di istana, seluruh pendekar di negeri delapan mata angin kini di kumpulkan, semua ketua perguruan di wilayah negeri delapan mata angin pun di undang.


Rapat besar itu di pimpin langsung oleh Kaisar Cong Ming, sebagai orang nomor satu di negeri besar ini tentu masalah ini tidak bisa di biarkan olehnya.


"Saudara-saudara pendekar semua, pertama aku sebagai Kaisar negeri Delapan Mata Angin, sangat berterima kasih kepada seluruh pendekar yang telah sudi membantu dan bekerja sama dengan Kerajaan dalam menghadapi situasi yang begitu rumit dan memprihatinkan ini, khususnya di wilayah Delapan Mata Angin ini, Aku tau yang kita hadapi adalah pasukan yang begitu kuat dan tidak kita ketahui berapa jumlah dari musuh yang kita hadapi saat ini. Manusia telah pernah berada dalam situasi ini baik lima ratus tahun yang lalu maupun seratus tahun yang lalu, tapi kali ini sepertinya para iblis benar ingin menguasai bumi ini. Terlebih lagi Negeri Delapan Mata Angin ini.


"Dari itu semua, kami dari Kerajaan meminta dan mengajak semua para pendekar beraliansi dalam menghadapi musuh yang begitu kuat dan berniat menghancurkan manusia.


"Kerajaan lain mungkin dalam perjalanan, tempo hari aku sudah menerima surat dari beberapa kerajaan besar tetangga kita, mereka juga mendapat serangan dari pasukan iblis, jadi mereka agak terhambat mengirim bantuan, saat ini aku mengharap kita tidak memandang kita dari Sekte mana dan golongan mana. Kita saat ini hanya perlu bersatu menghadapi para iblis itu, jadi aku sangat mengharapkan persatuan kita saat ini," Kaisar Cong Ming membuka rapat dengan cukup panjang lebar.


"Kami semua datang kesini siap membantu yang mulia, demi rakyat dan manusia kami siap berkorban nyawa untuk itu," kata Ketua Sekte Awan Putih, Zhu Liang.


"Kami pun begitu yang mulia, semua perguruan siap mempertaruhkan nyawa dalam pertempuran ini untuk membantu kerajaan dan rakyat," Kata Perguruan Tongkat Emas, Ming Lian Shi.


"Apalagi kami dari Sekte Api yang mulia, kami siap mati dalam perang ini," kata Ketua Sekte Api, Tian Shan.


"Terima kasih banyak semua. Sebelum dan sesudahnya," ucap Kaisar Cong Ming menutup rapat itu.


Para pendekar yang ada pun berembuk, merencanakan bagaimana cara mereka menghadapi pasukan iblis yang begitu kuat.


"Wong Mo Gei, Kau dan teman-temanmu di barisan depan ya?!" pinta Tian Shan.


"Baik, Kek," jawab Wong Mo Gei singkat.

__ADS_1


"Kami akan mendampingimu anak ku," kata Zhang Sin Ming.


"Jadi ayah juga pergi?"


"Ya, sebagai pendekar dari Sekte Api dan ayah dan ibumu kami harus mendampingimu," yang menjawab adalah Sin Yuan Ma.


"Kita akan menjadi pemburu iblis seperti kakek buyutmu," kata Zhang Sin Ming.


"Emang kakek buyut, pemburu iblis, Ayah?"


Ya, lima ratus tahun yang lalu yang memegang pedang naga kayangan adalah kakek dari kakekmu, dia pendekar yang tidak tertandingi, dia juga yang menyegel gerbang ke dunia iblis, Mo Gei," tutur Zhang Sin Ming.


"Baiklah, Mo Gei yang akan menggantikan kakek buyut," kata Wong Mo Gei bersemangat.


"Saat kami tau, Kau berhasil menguasai pedang naga kayangan, kami sudah yakin kau adalah pengganti kakek buyutmu, Mo Gei," kata Sin Yuan Ma sambil tersenyum.


Mereka masih mengobrol di ruang rapat, setelah di tinggal Kaisar Cong Ming. Seorang prajurit datang melapor pada Panglima Tio Bu Ki.


"Lapor Panglima, serombongan pendekar yang mengaku dari Pulau Larangan, ingin bertemu Tuan Wong Mo Gei," kata prajurit pengawal itu sambil berlutut.


"Bawa mereka masuk," perintah Panglima Tio Bu Ki.


"Selamat datang, Tuan Lee Tang Yin," ucap Wong Mo Gei begitu melihat Lee Tang Yin dan rombongannya masuk.


"Ha ha ha...! Anak muda, kau tau aku datang dari Pulau Larangan karena mendengar pendekar penakluk Pulau Larangan dalam masalah, jadi aku membawa bantuan," jawab Lee Tang Yin sambil menepuk bahu Wong Mo Gei dengan pelan.


"Terima kasih, Tuan Lee Tang Yin mau membantu, memang saat ini negeri kita dalam masalah," ucap Wong Mo Gei.


"He he he...! Tentu saja, Tuan muda, kami siap membantumu, kami tidak ingin kehilangan seorang yang sangat istimewa," tiba-tiba Singa Merah muncul dari barisan itu.


"Tuan Singa Merah, kau juga datang," kata Wong Mo Gei kegirangan.


"Tidak hanya aku yang datang," sela Singa Merah.


"Kami di sini untuk mu pendekar," Kata Wu Tong Qian, "Lihat siapa ini," Wu Tong Qian menunjuk seorang yang memakai baju merah dan jenggot berwarna merah dia adalah Si Jenggot Api.

__ADS_1


"Terima kasih, kalian datang," ucap Wong Mo Gei sambil memberi hormat.


"Ha ha ha..! Tuan Wong Mo Gei telah membuat kami sadar, khususnya aku, aku yang merencanakan pemberontakan pada Negeri Delapan Mata Angin ini, jadi tersadar setelah mendapat penjelasan darinya," tutur Lee Tang Yin pada para pendekar yang ada di ruangan itu.


Tidak lama kemudian Kaisar Cong Ming masuk ke ruangan itu.


"Kaisar datang...!"


"Salam hormat kami untuk Kaisar!" ucap seluruh pendekar langsung berlutut memberi hormat termasuk Lee Tang Yin dan rombongannya.


"Silahkan bangun para pendekar, aku mendengar ada tamu dari Pulau Larangan, Larangan, jadi aku bergegas kesini," kata Kaisar Cong Ming.


"Ampuni hamba, Kaisar. Hamba telah lancang datang tanpa melapor pada Tuanku," ucap Lee Tang Yin sambil berlutut.


"Bangunlah, Lee Tang Yin, aku senang kau datang membantu," titah Kaisar Cong Ming, setelah di perintahkan berdiri barulah Lee Tang Yin berdiri di ikuti para pendekar dari Pulau Larangan.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa beri rating ya teman-teman sebagai penyemangat author buat terus nulis.


Jangan dukung novel ini ya teman-teman.


Dengan


Hadiah.


Rate.


Like.

__ADS_1


Koment.


Dan Votenya.


__ADS_2