
Hmm....! Rupanya kau bersembunyi di tempat ini," gumam Wong Mo Gei sambil menatap ke arah ratusan iblis yang kini mengepung mereka.
"Rupanya para iblis para iblis ini bersembunyi di sini," kata Wong Mo Gei.
"Mungkinkah ini adalah wilayah mereka?" Wa Hua Wa seakan bertanya pada dirinya sendiri.
"Aku rasa bukit batu ini adalah wilayah kekuasaan mereka dan juga merupakan kerajaan siluman yang tidak kasat mata," timpal Wong Mo Gei.
Sring!
"Apa boleh buat, kita harus bertarung kebetulan iblis perut bumi itu ada di sini," kata Wong Mo Gei.
"Tuan, wilayah ini adalah wilayah kerajaan siluman srigala itu," kata roh suci raja naga api dari dalam.
"Kita hancurkan mereka, Zui Kiang, agar mereka tidak lagi mengganggu manusia di daerah ini," geram Wong Mo Gei.
"Hamba akan keluar, Tuanku, kita habisi para siluman ini!" jawab roh suci raja naga api, setelah itu roh suci naga api langsung menghilang dari tempatnya di dalam tubuh Wong Mo Gei dan langsung menjelma di luar.
Wuss!
Wong Mo Gei cukup terkejut melihat roh suci naga api yang menjelmakan diri menjadi seorang manusia.
Sejak kapan kau bisa berubah bentuk ke wujud manusia, Zui Kiang?" Wong Mo Gei cukup terperangah melihat raja naga api dalam bentuk seorang manusia dengan pakaian prajurit berzirah emas, namun di bagian kepalanya ada mahkota berlambang naga berwarna keemasan.
"Tuanku, hamba bangsa jin. Hamba bisa merubah bentuk hamba seperti yang hamba inginkan, hanya kami para naga masuk ke bangsa siluman," jawab roh suci raja naga api sambil menjura memberi hormat pada Wong Mo Gei.
Wuss!
Sepasang pedang tiba-tiba muncul di tangan roh suci naga api.
__ADS_1
"Kau mau bertarung dalam bentuk manusiamu, Zui Kiang?"
"Tentu saja, Tuanku. Musuh yang tuanku hadapi sangat banyak, sedangkan kalian hanya berdua," jawab roh suci naga api.
Wuss!
Roh suci naga terbang Wa Hua Wa pun langsung keluar dari tubuh tuannya, dan juga merubah wujudnya ke dalam bentuk seorang prajurit yang berpakaian zirah perang berwarna keemasan.
"Feilong, kau juga bisa berubah bentuk ke wujud manusia?" tanya Wa Hua Wa tampak terkejut.
"Tentu saja, Tuanku," jawab roh suci naga api, Feilong singkat, sebuah tongkat pedang muncul di tangan Feilong.
"Kita harus menghadapi mereka dulu, Tuanku. Jumlah mereka terlalu banyak, jadi hamba dan tuan Zui Kiang harus membantu dalam wujud manusia," ucap roh suci naga terbang.
"Ya, kau benar, Feilong. Sekarang bantu kami menghabisi para iblis ini!" jawab Wa Hua Wa sambil menghunus pedang baja putih dari balik punggungnya.
Sring!
Para iblis srigala itu pun tidak tinggal diam, mereka berlompatan ke udara dan langsung berubah wujud kedalam bentuk srigala raksasa.
Wong Mo Gei pun tidak tinggal diam, pemuda itu juga melesat ke arah puluhan mungkin ratusan iblis srigala yang dari tadi bermunculan dari balik bebatuan di antara bukit batu itu. Pertarungan sengit pun langsung terjadi.
Roh suci naga api dan roh suci naga terbang yang sudah dalam wujud manusia pun melesat membantu kedua tuan mereka.
Jeritan kesakitan para iblis srigala terdengar susul-menyusul, satu persatu para iblis srigala itu berjatuhan dan tewas. Para iblis srigala yang mati langsung sirna bagai uap yang hilang tertiup angin.
Beberapa iblis srigala yang tidak berubah bentuk ke wujud srigala, namun mereka memakai zirah perang berwarna hitam dengan senjata pedang besar di tangan mereka.
Walau setiap serangan Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa selalu membuat para iblis itu berjatuhan, namun para iblis srigala itu terus berdatangan dari balik bebatuan.
__ADS_1
"Hoaaarrrkkh.....!! kalian kira kami hanya berjumlah sedikit di sini manusia... Ini adalah wilayah kerajaan siluman srigala. Kalian akan mati di sini!" bentak salah satu iblis srigala yang bertubuh besar, tinggi iblis srigala itu tidak kurang dari dua tombak.
"Walau pun kalian ada seribu iblis, kami akan tetap membunuh kalian semua. Kecuali kalian menyerahkan iblis dari perut bumi itu!" tunjuk Wong Mo Gei ke arah iblis tanah.
"Kau siapa, mau bernegosiasi dengan para iblis srigala, hah!" bentak salah satu srigala yang memakai baju zirah besi.
"Kami adalah manusia yang di takdirkan membantai dan mengusir kalian para iblis dari dunia manusia ini!" jawab Wong Mo Gei sengit.
"Mereka tidak bisa di beri peringatan, Mo Gei. Kita habisi saja mereka!"
"Tuan Wa Hua Wa benar, Tuanku. Kita tidak bisa mengajak mereka berunding," timpal roh suci naga api, Zui Kiang.
"Jangan salahkan kami, jika hari ini kerajaan siluman srigala akan kami musnahkan hari ini!" kata Wa Hua Wa sambil mengacungkan pedang baja putih ke arah para iblis srigala yang mengepung mereka.
"Serang....!!" perintah salah satu iblis srigala raksasa pada puluhan srigala yang mengepung. Puluhan srigala raksasa itu langsung berlompatan menerkam ke arah Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa.
"Tuanku, izinkan kami yang menghabisi mereka!" ucap roh suci naga api, Zui Kiang sembari melompat ke udara dan langsung berubah bentuk kedalam wujud seekor naga raksasa.
"Woooorrrrhh.....!!!!
Semburan api berwarna biru keluar dari mulut roh suci naga api langsung membakar para iblis srigala yang ada di depannya. Roh suci naga terbang pun langsung menyusul berubah bentuk ke wujud naga terbang, kedua naga raksasa itu langsung mengamuk menghabisi setiap iblis srigala yang ada di hadapan mereka.
Iblis tanah melihat para iblis srigala berterbangan bagai daun kering tertiup angin berhadapan dengan dua roh suci berniat melarikan diri. Namun baru saja iblis tanah hendak berbalik, Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa sudah ada di depannya.
"Kau tidak bisa lari lagi, iblis tanah!"
.
.
__ADS_1
Bersambung......