
Hutan yang tidak begitu jauh bertaut dengan Lembah Langit, suasana hingar-bingar pertarungan yang boleh dibilang adalah pertempuran antara manusia dan pasukan iblis yang terdiri dari siluman singa.
Cek Pei dan Sin Yin tampak telah berkelebat bagai kilat setelah beberapa orang prajurit pilihan dari pasukan Kerajaan Timur. Beberapa orang prajurit khusus yang sudah di bekali dengan kekuatan batu kristal biru sempat terluka akibat melawan siluman singa bertubuh raksasa dengan zirah perang dan tubuh kebal terhadap pedang dan pukulan.
Roh suci naga air dan roh suci naga es pun telah terlibat pertarungan itu, kedua roh suci itu membentuk wujud manusia dengan zirah perang berwarna putih keperakan.
Roh suci berinisiatif merubah wujud mereka kedalam wujud prajurit naga karena jika mereka bertarung dalam wujud nsga, bisa saja prajurit Kerajaan juga terkena imbasnya kekuatan kedua roh suci itu.
Cek Pei dan Sin Yin telah menghunus pedang andalan mereka, dengan menggunakan jurus pedang tingkat tinggi kedua pendekar penguasa roh suci dari Kerajaan Yin dan Yang itu tidak terhalangi oleh pasukan iblis siluman singa.
Setiap sabetan dan tebasan pedang mereka yang mengeluarkan cahaya merah menyala dan membentuk mata pedang raksasa, prajurit iblis yang mempunyai tubuh besar dengan wujud setengah manusia itu harus bermentalan dan langsung tewas dan sirna menjadi abu.
"Mereka begitu banyak dan yang bertubuh setengah manusia itu sangat kuat, Panglima," keluh Shui Yan sambil menjejak kaki di samping Panglima Lau Feng.
"Kau benar, Shui Yan. Jika tidak ada Cek Pei dan Sin Yin, kita belum tentu mampu menghadapi pasukan siluman singa yang berjumlah begitu banyak dan sangat kuat-kuat itu," kata Panglima Lau Feng sembari menyabetkan pedangnya pada salah satu iblis siluman singa yang menerkam kearahnya.
"Hoaaarrrkk....! Kurang ajar kau manusia!" murka pimpinan pasukan iblis singa yang memakai zirah berwarna emas, ayunan gada besar di tangannya hampir mengenai Cek Pei.
Booommm...!!
Gada besar dan berduri di tangan raja siluman singa itu mengenai tanah, membuat tanah langsung berlobang dan menyembur ke udara.
"Hup!" Cek Pei melesat menjauh dan menjaga jarak dari raja siluman singa itu.
"Kecepatan gerakan iblis singa itu cukup cepat, berbahaya jika aku sampai terkena serangannya," gumam Cek Pei dalam hati.
__ADS_1
"Tuanku, Tuan tidak apa-apa?" tanya roh suci naga air setelah mendarat di samping Cek Pei, "Raja siluman singa itu cukup cepat tuanku, jika kecepatan tuanku tidak setara dengan gerakan kilat. Tentu tuanku sudah jadi sasaran gada berdirinya itu," kata roh suci naga air, Shuilong.
"Menggunakan ilmu gerak tingkat tinggi tentu akan menguras tenaga, Shuilong," jawab Cek Pei. Sementara itu Sin Yin yang di bantu roh suci naga masih berhadapan dengan para pengawal raja siluman singa itu.
Pertarungan mereka tampak hampir tidak seimbang, namun kecepatan dan ilmu pedang Sin Yin yang sudah tingkat Dewa pedang itu, sehingga Sin Yin mampu menghabisi setiap siluman singa yang mencoba menyerangnya.
Satu persatu iblis singa yang terkena sambaran pedang Sin Yin jatuh dan tewas, tubuh mereka langsung sirna bagai abu yang tertiup angin.
Sejauh ini Cek Pei dengan lebih kurang seratus orang prajurit khusus Kerajaan Timur yang di bantunya memang berada di atas angin, namun jumlah siluman singa yang begitu banyak membuat Panglima Lau Feng dan para prajuritnya kelelahan juga.
Apalagi mereka belum bisa mengatur penggunaan tenaga yang mereka dapatkan dari batu kristal biru pemberian kaisar mereka.
"Tenagaku rasanya hampir habis, mungkin aku terlalu memaksakan memakai tenaga dalam," ujar salah seorang prajurit itu setelah musuh-musuh mereka berkurang.
Namun sisa-sisa prajurit siluman singa itu masih terus berlompatan menyerang tanpa mempedulikan teman-temannya yang terus tewas dan sirna.
Jurus ini harus di sertai penggunaan tenaga dalam tingkat tinggi, dan harus memaksimalkan kecepatan gerakan. Untungnya Cek Pei yang sudah setara pendekar kultivasi tingkat Dewa perang.
Kecepatan yang dimiliki oleh Cek Pei bisa menandingi kecepatan kilat, namun kecepatan gerak kilat masih satu tingkat di bawah kecepatan cahaya.
Cahaya putih bening tampak menyelubungi pedang baja yang tergenggam di tangan kanan Cek Pei, cahaya itu tampak membentuk mata pedang yang cukup besar dan panjang.
"Mati kau manusia....!" teriak raja iblis singa itu sembari melesat sambil mengayunkan gada besar berdirinya kearah Cek Pei. Namun Cek Pei seakan menanti serangan raja iblis singa itu.
Cek Pei diam tak bergeming menatap tajam kearah raja iblis singa yang melesat begitu cepat, jika dilihat dengan mata biasa. Tubuh raja iblis singa itu hanya sebuah gumpalan cahaya bagai sebuah meteor yang meluncur deras.
__ADS_1
Set!
Ketika ayunan gada besar di tangan iblis singa raksasa berzirah emas itu hampir mengenai kepalanya, Cek Pei tiba-tiba menghilang dan.
Srang!
Crass!!
"Orrrkkh.....!!" lenguhan panjang terdengar nyaring dari mulut raja siluman singa itu, zirah besinya tak mampu menahan laju pedang baja putih di tangan Cek Pei itu.
Zirah itu langsung terpotong begitupun dengan tubuh iblis singa raksasa itu, baju zirahnya tembus di bagian perut. Raja iblis singa itu tampak tercegat dan mematung, luka menganga mengeluarkan darah biru bercampur hitam.
Secara perlahan raja iblis singa itu langsung jatuh berlutut, telapak tangan kirinya mendekap luka menganga itu. Tidak lama kemudian raja iblis singa itu jatuh tertelungkup dan langsung tewas seketika.
Secara perlahan tubuh raja iblis singa itu tampak mulai sirna bagai selembar daun yang di makan api.
Puluhan singa berukuran sedang yang dari tadi terus menyerang Panglima Lau Feng dengan anak buahnya langsung mencoba melarikan diri, namun belum sempat para iblis singa itu melarikan diri.
Panglima Lau Feng dan Shui Yan bersama prajurit yang lain langsung melesat mengejar, tanpa ampun prajurit khusus itu langsung menghabisi para iblis singa itu tanpa tersisa.
Melihat raja iblis singa dan seluruh anak buahnya di bantai Cek Pei dan seluruh temannya. Iblis kilat langsung kehilangan keberanian nya. Iblis kilat tanpa pikir panjang langsung melesat kabur melarikan diri lagi.
Saking ketakutannya iblis kilat lupa ia bisa membuat pintu dimensi untuk melarikan diri. Iblis kilat hanya melesat melarikan diri tunggang langgang.
"Kau tidak akan melarikan diri lagi hari ini iblis kilat!" Cek Pei langsung melesat mengejar.
__ADS_1
.
Bersambung....