Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Kerajaan Nirvana


__ADS_3

"Di mana ini?" desis Wa Hua Wa begitu ia bangun dari jatuh bergulingan. Wa Hua Wa melihat ke belakang tampak lubang dimensi tempat ia masuk tadi telah hilang.


Namun Wa Hua Wa sangat terkejut melihat keadaan di sekitar itu tampak tempat itu, porak-poranda rumah-rumah tanpa hancur tinggal puing-puingnya.


Tidak banyak lagi rumah-rumah yang masih berdiri adapun rumah-rumah yang masih berdiri, namun sudah rusak hampir tidak bisa ditinggali.


"Mo Gei di mana kau!" teriak Wa Hua Wa mencari-cari Wong Mo Gei. Cukup lama gadis itu melihat keadaan di sekitarnya.


"Di mana ini, aku tidak mengetahui dan tidak mengenal tempat ini dan Mo Gei juga tidak terlihat," desis Wa Hua Wa seakan berbicara kepada dirinya sendiri.


"Mo Gei....! Mo Gei...!" teriak Wa Hua Wa lagi, beberapa kali gadis berambut merah itu berusaha memanggil Wong Mo Gei.


Tidak lama kemudian terdengar suara dari kejauhan, "Aku disini Wa Hua Wa...!" terdengar jawaban dari kejauhan.


Wa Hua Wa yang tadi tampak gelisah ini tersenyum secepat kilat gadis itu berlari ke arah asal suara Wong Mo Gei, dengan kepandaiannya beberapa gerakan saja Wa Hua Wa, ia sudah berada di atas atap sebuah rumah yang hampir hancur.


"Wa Hua Wa... Aku di sini...!" Wa Hua Wa melihat ke arah asal suara itu. Tampak Wong Mo Gei berdiri tidak jauh dari atap rumah yang Wa Hua Wa tempati. Sekali lompat saja Wa Hua Wa sudah berada di depan Wong Mo Gei.


"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Wong Mo Gei.


"Mo Gei, kau berniat meninggalkan aku sendiri di tengah hutan di antara ribuan prajurit iblis itu. Kau ingin aku mati sendirian!" rutuk Wa Hua Wa.


"Tidak, tidak, aku tidak mungkin membiarkan sahabat kecil yang aku sukai mati sendirian apalagi berhadapan dengan para iblis jahanam itu," jawab Wong Mo Gei sambil tertawa.


"Apa kau bilang?" tanya Wa Hua Wa seakan meminta Wong Mo Gei mengulang kembali kata-katanya.


"Aku bilang aku tidak ingin sahabat kecil yang aku sukai mati di bunuh oleh para iblis itu. Tapi aku yakin walaupun kau tinggal di sana, para iblis itu tidak akan mampu membunuh seorang penguasa roh suci naga terbang," kata Wong Mo Gei sambil tertawa.


"Mungkin aku tidak mati, tapi yang jelasnya aku akan bertarung setengah mati melawan ribuan iblis itu sendirian. Walaupun roh suci naga terbang berada bersamaku. Apa kau tega membiarkan aku bertarung sendirian?" tanya Wa Hua Wa semakin melotot menatap ke arah Wong Mo Gei.


"Maaf, maaf, sebenarnya aku tidak berniat meninggalkanmu. Cuma aku tidak ingin iblis Perut Bumi itu melarikan diri, tapi rupanya dia melarikan diri ke daerah ini. Tempatnya tidak aku kenali sama sekali, tampaknya kita terdampar ke suatu daerah yang tidak kita ketahui," kata Wong Mo Gei.

__ADS_1


"Asalkan ada teman apalagi bersamamu, aku tidak masalah kita terdampar di tempat ini," jawab Wa Hua Wa.


"Yang jelas kita harus mencari tahu apa tempat ini dan di mana ini. Apa yang terjadi dengan tempat ini?" Wa Hua Wa seakan bertanya kepada dirinya sendiri.


"Kau bertanya kepadaku atau kepada dirimu sendiri?" goda Wong Mo Gei sambil menatap gadis cantik berambut merah di sampingnya.


"Ya, bertanya kepadamu percuma saja. Kau tidak tahu, aku hanya berkata kepada diriku sendiri. Tempat ini tampak porak-poranda bagai habis di landa gempa,"


"Aku rasa iblis yang menyerang tempat ini adalah iblis-iblis siluman yang merupakan pembentukan dari binatang-binatang," jawab Wong Mo Gei.


"Sebaiknya kita cari tahu apa yang terjadi di daerah ini, mungkin masih ada penduduk yang tinggal di daerah ini?"


"Ya, aku juga setuju dengan pendapatmu itu. Ayo kita cari para penduduk," jawab Wong Mo Gei.


Wong Mo Gei moge dan Wa Hua Wa tampak berkeliling mencari sesuatu yang mencari-cari, jika masih ada penduduk yang berani tinggal di daerah itu.


Rupanya harapan mereka benar, beberapa orang laki-laki yang tampak sudah seperti pengemis keluar dari sebuah rumah yang hampir runtuh.


"Maaf, Paman. Kami mengejar salah satu iblis dari perut bumi, seekor iblis yang cukup besar tingginya mungkin melebihi tiga tombak dan tubuhnya melebihi tiga kali lipat badan banteng, namun tangan kanannya sudah hancur," jawab Wong Mo Gei.


"Jika aku boleh tahu siapa kalian ini dan kenapa kalian sampai sejauh ini mengejar iblis daerah ini sudah di luluh lantakkan oleh pasukan iblis?" tanya laki-laki itu.


"Kami dari negeri Yin dan Yang, Paman. Kami sedang bertarung di dalam hutan diantara sekte kami, dalam pengejaran terhadap pasukan iblis. Namun kami sempat di kepung oleh pasukan iblis yang dipimpin oleh tujuh Iblis Perut Bumi, kami berhasil mengalahkan mereka.


Namun salah seorang iblis itu membuat pintu dimensi dan melarikan diri ke dalam pintu itu aku dan temanku ini mengadakan pengejaran dan kami sampai ke tempat ini," jelas Wong Mo Gei.


"apakah kami sedang berhadapan dengan penguasa roh suci dari negeri Yin dan Yang?" tanya laki-laki itu.


"Ya, begitulah Paman, orang-orang menyebut kami dengan penguasa roh suci. Kami memang di anugerahi oleh kekuatan dan didampingi oleh roh spiritual," itu jawab Wong Mo Gei.


"Maaf, Paman jika boleh saya bertanya di mana ini dan apa nama negeri ini?" tanya Wa Hua Wa.

__ADS_1


"Ini adalah kerajaan Nirvana sebuah kerajaan yang selama ini cukup makmur. Setahuku kerajaan kami bersahabat dengan kerajaan Yin dan Yang, namun dalam beberapa hari yang lalu entah berapa ribu pasukan iblis datang menyerbu desa-desa di dalam Kerajaan Nirvana ini.


Para prajurit kerajaan mencoba mengadakan perlawanan, namun karena pasukan iblis yang mempunyai kekuatan dan cukup banyak. Pasukan kerajaan akhirnya dapat dikalahkan oleh pasukan iblis," tutur laki-laki itu.


"Jadi tempat ini berseberang lautan dengan kerajaan Yin dan Yang, Paman?" tanya Wa Hua Wa.


"Ya, tempat ini berseberangan dengan Kerajaan Yin dan Yang dan di batasi lautan," jawab laki-laki itu.


"Jika kami boleh tahu jenis iblis apa yang menyerang daerah ini, Paman?" tanya Wa Hua Wa.


"Pasukan iblis yang menyerang tempat ini adalah pasukan iblis serigala yang di pimpin oleh seorang raja siluman serigala. Pasukan serigala itu begitu kuat-kuat sehingga pasukan kami dan begitupun para pendekar yang ada di daerah ini banyak yang tewas menghadapi iblis serigala itu," jelas laki-laki itu.


"Di mana para penduduk yang lain, Paman?" tanya Wong Mo Gei.


"Sebagian besar para penduduk kerajaan Nirvana telah tewas di bunuh dan di bantai pasukan iblis srigala itu dan sebagian lagi berhasil melarikan diri dan mengungsi. Kami termasuk orang-orang yang berhasil selamat," jawab laki-laki tersebut.


"Paman, terima kasih informasi yang telah paman berikan kepada kami. Kami akan meneruskan perjalanan," ucap Wong Mo Gei.


"Baiklah, jika kalian membutuhkan kami atau membutuhkan tempat istirahat kalian boleh datang ke tempat ini. Panggil saja kami, kami berada di dalam goa bawah tanah. Di bawah rumah ini," jawab laki-laki itu.


"Baiklah, Paman. Terima kasih, kami pergi dulu," kata Wong Mo Gei, setelah berucap Wong Mo Gei melesat di ikuti Wa Hua Wa meninggalkan tempat itu.


.


.


.


Bersambung........


Jangan lupa tinggalkan jejak sebagai dukungan. Terima kasih banyak...

__ADS_1


__ADS_2