Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Kekuatan Kristal Biru


__ADS_3

"Hiyaaat....!" Sin Yin cepat melesat memutar tubunya mengelilingi tubuh besar singa raksasa itu.


Secepat kilat Sin Yin menegoskan tubuhnya ke udara dan melompat cepat menjauh.


"Sin Yin, gunakan jurus pedang bertenaga dalam tinggi, tubuh mereka kebal," seru Cek Pei sebelum melesat cepat menghadang salah satu singa raksasa yang melompat menerkam ke arahnya.


Swoss!


Cahaya putih menderu dari pedang di tangan Cek Pei, cahaya itu membentuk sebuah mata pedang raksasa.


Bless!


"Auumm....!" raungan singa raksasa itu terdengar nyaring sebelum tubuhnya terpental dalam keadaan terbelah menyamping. Tubuh singa raksasa itu tampak langsung berubah menjadi hitam lalu sirna bagai debu.


Beberapa ekor singa jelmaan yang bertubuh sebesar badak dewasa melompat ke arah Kepala Prajurit Lau Feng dan anak buahnya, namun begitu para siluman singa itu hampir mengenai mereka.


Tiba-tiba singa-singa itu bermentalan ke tanah bagai menabrak perisai yang sangat kuat.


"Hauuum...!!"


Sebuah sinar biru tampak menyelubungi Kepala Prajurit Lau Feng dan anak buahnya. Tampak di dalam sana Kepala Prajurit Lau Feng dan kelima anak buahnya duduk bersila dengan tangan mendekap dada.


"Hhmm...! Mereka berhasil menggunakan kekuatan batu kristal biru itu," desis Cek Pei dalam hati.


Begitu Kepala Prajurit Lau Feng dan kelima anak buah pilihannya menurunkan tangan, batu kristal biru itu sudah tidak ada di tangan mereka.

__ADS_1


"Panglima, aku merasakan tubuhku begitu ringan dan hangat!" kata Shui Yan seorang pasukan khusus Kerajaan Timur itu.


"Ya, aku juga merasakan hal yang sama, kekuatanku terasa bertambah," jawab Kepala Prajurit Lau Feng sambil tersenyum, "Kita coba kekuatan batu kristal biru ini," tambahnya lagi.


Sring!


Kepala Prajurit Lau Feng langsung menghunus pedang yang ada di pinggangnya, ia langsung mengerahkan tenaga dalam ke arah pedang di tangan kanannya.


Cahaya biru tampak mulai menyinari pedang di tangan Kepala Prajurit Lau Feng tersebut, begitu juga dengan kelima prajurit pilihannya itu. Mereka tampak sudah siap dengan pedang di tangan.


"Heaaa....!" Shui Yan melesat ke depan, ia begitu kaget dengan kecepatan gerakannya sendiri. Dalam sekali lompatan saja ia sudah berada di depan beberapa siluman singa itu.


"Haaarrkk...!" singa-singa itu tidak tinggal diam, mereka segera berlompatan menyerang Shui Yan. Namun begitu para singa itu hampir mengenainya, Shui Yan langsung menebaskan pedang di tangannya ke arah siluman singa itu.


Crass! Sret! Bret!


"Haauuumm.....!!" sekitar dua puluh ekor singa tampak berlompatan mengepung ke arah Shui Yan.


"Hup!" Kepala Prajurit Lau Feng dan dua orang teman Shui Yan melesat ke arah kerumunan siluman singa itu, sambaran pedang mereka berkilauan dengan cahaya biru yang menyelubungi.


"Heaaa....!!" Kepala Prajurit Lau Feng begitu sigap mengayunkan dan menebaskan pedangnya ke arah siluman singa di depannya, setiap sambaran pedangnya satu siluman singa itu jatuh dan langsung sirna.


Begitu juga dengan dua ini orang prajurit yang menyusul Kepala Prajurit Lau Feng, sambaran pedang mereka membuat para singa itu tidak berkutik lagi. Dalam sekali lesatan tidak kurang dari sepuluh siluman singa itu jatuh dan mati.


"Panglima, kita telah naik peringkat kultivasi Panglima!" kata prajurit itu kegirangan. Puluhan siluman singa itu tampak agak ragu menyerang.

__ADS_1


Para siluman singa itu tampak berkumpul mengelilingi Kepala Prajurit Lau Feng dan Shui Yan bersama kedua temannya itu.


Sementara Sin Yin dan Cek Pei tampak telah berhadapan dengan singa-singa raksasa yang mempunyai tubuh besar dan mempunyai kecepatan gerakan begitu gesit.


Namun Cek Pei dan Sin Yin tidak gentar sedikit pun, kedua pendekar yang setara dengan pendekar kultivasi tingkat dewa pedang itu tidak gentar sedikit pun. Apalagi di dalam tubuh keduanya ada roh suci naga yang siap membantu kapan pun.


"[Tuan, gunakan ilmu pedang ilusi naga, itu akan membuat para singa raksasa itu bingung. Iblis singa itu mempunyai kepintaran meneliti cara bertarung kita,"] ucap Shui Long dari dalam.


"Baiklah," jawab Cek Pei singkat. Cek Pei segera menggunakan ilmu 'Pedang Naga Ilusi seperti yang di katakan oleh roh suci naga air, Shui Long.


"Hup!" Cek Pei melepaskan genggaman tangan kanannya pada pedang baja putih, seketika itu pedang baja putih tampak mengambang di udara. Sebuah cahaya yang membentuk lingkaran Yin dan Yang tampak membentuk di depan Cek Pei.


Dari cahaya itu muncul puluhan pedang baja hitam dari cahaya, begitu Cek Pei menyorongkan tangannya ke depan. puluhan pedang itu melesat ke arah singa raksasa yang bersiap menerkamnya.


Set! Set! Set!


.


.


.


Bersambung......


Jangan lupa tinggalkan jejak, jika suka.

__ADS_1


Terima kasih banyak.


__ADS_2