
Seluruh rakyat di Kerajaan Yin dan Yang kini dalam ketakutan, berita tentang kabut hitam kini menjadi momok perbincangan di tengah masyarakat, berita tentang penyerbuan pasukan iblis kini sudah sampai ke seluruh pelosok negeri.
Tidak hanya di wilayah negeri delapan mata angin, berita tentang pasukan iblis pun telah tersebar hampir ke separuh kerajaan yang ada di bumi, beberapa kerajaan yang memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Yin dan Yang kini menyiapkan pasukan untuk di kirim ke Kerajaan Yin dan Yang.
Saat ini di perbatasan hutan larangan dan Sekte Batu telah bersiap lebih dari dua puluh ribu pasukan Kerajaan Yin dan Yang.
Para pendekar dari tujuh sekte pun kini telah berada di sana, tidak ketinggalan pula para pendekar dari Sekte Api.
Kematian Panglima Ming Woo San juga telah sampai ke Kerajaan.
Pangeran Yun Lau sangat terpukul mendengar kematian orang yang telah mendampinginya lebih dari tiga puluh tahun ini, kesedihan kematian lebih dari lima ratus pasukannya di hutan kematian. Kini di tambah kematian panglima kesayangannya.
Kaisar Cong Ming yang datang secara langsung memberi tahu tentang kematian Panglima Ming Woo San.
"Kakak, sebaiknya Kakak hukum mati saja aku. Aku sudah membuat kesalahan terbesar dalam hidupku, aku tidak pernah berniat membahayakan kehidupan rakyat, Kakak. Jangan biarkan aku tersiksa mendengar kematian rakyat akibat kesalahanku, Kakak," ucap Pangeran Yun Lau terdengar sedih, walau tak ada isak tangis, namun ada airmata yang mengalir dari sudut mata Pangeran Yun Lau.
Kaisar Cong Ming hanya diam mendengar permintaan Pangeran Yun Lau tersebut, walau hatinya begitu kecewa dengan perbuatan sang adik, namun kasih sayang sebagai seorang kakak masih begitu besar pada Pangeran Yun Lau.
Tanpa bicara Kaisar Cong Ming meninggalkan penjara di dampingi empat orang pasukan khususnya.
"Kakak.... Kakak.... Aku mohon....!" teriak Pangeran Yun Lau sambil memegang besi jeruji penjara. Namun Kaisar Cong Ming tetap tidak menjawab, ia terus berlalu meninggalkan lokasi penjara istana.
"Ayah, sudahlah.. Tidak ada gunanya menyesali yang terjadi," kata Pangeran Yun Ka See pada sang ayah.
"Yun Ka, maukah kau meluluskan permintaan ayah?"
"Apa yang Ayah inginkan? Selama ini aku selalu menuruti semua keinginan, Ayah?" jawab Pangeran Yun Ka See tampak kebingungan dengan keinginan Pangeran Yun Lau.
"Ayah, akan menebus kesalahan ayah dengan ikut bertempur!"
"Tapi bagaimana cara Ayah keluar dari penjara ini, Ayah?"
"Dengan kesaktian ayah, ayah bisa membobol pintu penjara ini, tapi kau harus berjanji untuk tidak ikut. Kau harus tetap berada di dalam penjara, ayah yakin pamanmu akan mengampunimu, dan suatu hari dia bisa menerimamu sebagai keponakannya," jawab Pangeran Yun Lau.
"Tapi, Ayah?"
"Tidak apa-apa, Yun Ka, kau harus tetap hidup. Ayah akan menulis surat untuk pamanmu,"
__ADS_1
"Ayah berniat pergi sekarang?"
"Tidak, Ayah akan melarikan diri dan menuju medan pertempuran, saat pasukan iblis menyerang kembali,"
Pangeran Yun Ka See hanya terdiam menunduk, tentu saja semua itu adalah hal yang sangat berat baginya. Hidup di penjara tanpa sang ayah, tentu itu akan sangat memberatkan baginya.
.
******
Sementara itu di pinggiran desa Sekte Batu para pendekar yang di pimpin langsung oleh Tian Shan dan Panglima pasukan Kerajaan Yin dan Yang, Panglima Tio Bu Ki sudah selesai menguburkan jasad Panglima Ming Woo San dan sekitar dua ratus orang lebih prajurit yang gugur.
Wong Mo Gei bersama kedua orang tuanya pun berada di sana, begitu pun dengan Cek Pei dan Sin Yin, Wang Man Chu pun juga berada di sana.
"Selamat jalan, saudara-saudaraku, kami yang masih ada akan meneruskan perjuangan kalian dalam menyelamatkan dunia ini, entah esok atau lusa, mungkin kami juga akan menyusul kalian," ucap Ketua Sekte Api itu.
Semua orang yang ada di sana memberikan penghormatan secara bergantian, setelah selesai memberikan penghormatan terakhir. Tian Shan membuka suara.
"Saudara-saudara, aku tau kita masih mempunyai dendam dan amarah pada Ming Woo San, tapi dia telah menebus kesalahannya dengan memberikan nyawanya dan menjadi penyelamatku. Jika tidak maka yang kalian beri penghormatan terakhir adalah aku hari ini, jadi aku atas nama Ming Woo San meminta maaf semua kesalahannya," ucap Tian Shan mengakhiri.
.
.
Dua hari telah berlalu, bulan purnama telah menghilang, senja itu keadaan sudah mulai gelap, para prajurit tetap bergiliran berjaga di tepi hutan, pasukan khusus berada di atas pohon untuk melihat keadaan di kejauhan.
Belum larut malam, tiba-tiba terdengar suara terompet peringatan dari tepi hutan.
Toeeett....... Tuuuttt......!
Di susul suara kentongan saling susul menyusul tanda bahaya.
Tong...! Tong....! Tong...!
Para jendral dan seluruh pimpinan prajurit segera mensiagakan pasukan mereka, para pendekar pun segera bergerak ke barisan depan.
"Cepat! Cepat! Serangan datang...!" perintah Panglima Tio Bu Ki pada pasukannya, semua prajurit bergegas ke barisan mereka masing-masing.
__ADS_1
Tampak di dalam hutan sekitar seribu meter dari tepi hutan, tiga buah lobang cacing atau pintu dimensi yang di bangun pasukan sekte iblis, dari lobang cacing itu keluar pasukan iblis yang begitu banyak. Mereka datang bagai air yang mengalir.
Kali ini mereka tidak langsung mengadakan penyerangan mereka membuat barisan di depan tiga pintu dimensi itu.
Tampak di dalam barisan pasukan sekte iblis.
Sekte Kelelawar Hitam, Sekte Kelelawar Iblis atau yang di kenal dengan Kelelawar Hantu.
Sekte Elang Hitam. Terdiri dari siluman elang iblis, siluman ular termasuk siluman srigala dan siluman binatang lainnya.
Sekte Dedemit. Terdiri dari bangsa gondoruwo dan Elp.
Empat pasukan sekte iblis tampak berbaris di bawah pimpinan seorang iblis yang bertubuh besar dengan zirah besi berwarna putih perak.
.
.
.
Bersambung....
Jangan dukung novel ini ya teman-teman.
Dengan
Hadiah.
Rate.
Like.
Koment.
Dan Votenya.
Terima kasih banyak.
__ADS_1