
"Inikah goa Lembah Langi?" gumam Cek Pei seakan berbicara pada dirinya sendiri. Di dalam bangunan kuno ini terdapat sebuah goa yang di tutup pagar besi dan di jaga dua orang prajurit berpakaian zirah besi.
"Ya, goa ini terlarang bagi orang biasa, karena sudah banyak yang di temukan tewas menggenaskan karena mencoba memasukinya tanpa persiapan," rupanya Kepala Prajurit Lau Feng mendengar gumaman Cek Pei barusan.
"Bolehkah kami masuk ke dalam goa ini, Tuan Lau Feng?" Cek Pei tampak penasaran dengan goa di tengah bangunan kuno tersebut.
"Melihat kemampuan kalian. Aku tidak keberatan jika kalian ingin melihat ke dalam sana, Pendekar," jawab Kepala Prajurit Lau Feng, "Tapi, resiko yang akan terjadi jangan menyalahkan kami. Itu saja Pendekar," tambahnya lagi.
"Ya, saya tau itu, Tuan," kata Cek Pei sambil tersenyum. Di dalam sana roh suci naga air tampak menatap melalui mata tuannya menggunakan kekuatannya.
["Tuan, di dalam sana terdapat aura yang tidak biasa,"] kata roh suci naga air Cek Pei.
["Kau pun menambah penasaranku, roh suci naga air Shui Long," ] jawab Cek Pei membatin.
"Prajurit, buka gerbangnya," perintah Kepala Prajurit Lau Feng pada dua orang prajurit penjaga pintu goa itu.
"Baik, Komandan!" dua orang prajurit itu segera membuka pagar besi ity. Kepala Prajurit Lau Feng mengantar Cek Pei dan Sin Yin sampai ke pintu goa.
"Pendekar, aku hanya berani mengantar sampai ke sini. Prajuritku akan menutup kembali gerbang pagarnya, jika kalian keluar nanti bisa meminta mereka membukanya kembali," kata Kepala Prajurit Lau Feng.
"Baiklah, Tuan. Terima kasih," ucap Cek Pei, Sin Yin hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan mengikuti Cek Pei dari belakang. Mereka pun memasuki goa Lembah Langit itu.
"Wah.... Indah sekali di dalam goa ini," Sin Yin berdecak kagum, memang keadaan di dalam goa itu begitu indah. Dinding goa itu terdapat batu permata biru yang berkilauan.
"Jadi, orang-orang yang tewas itu karena batu-batu ini," decak Sin Yin seakan berbicara pada diri sendiri.
Rrrrrr.......!!!
Tiba-tiba tempat itu begetar bagai di landa sebuah gempa yang begitu kuat, tempat itu seakan mau runtuh.
"Apa ini, Cek Pei?" Sin Yin tampak berusaha memperkuat kuda-kudanya, begitu juga dengan Cek Pei. Kedua pendekar muda itu saling berpandangan setelah itu mereka menolehkan pandangan mereka pada sebuah asal suara mengaum.
"Haauuumm.....!!!"
__ADS_1
"Naga cahaya! Apa ini?"
"Tenanglah, tampaknya makhluk ini adalah penjaga harta Karun di goa Langit ini," kata Cek Pei tanpa menoleh pada Sin Yin, pandangan Cek Pei terpokus mahkluk raksasa yang tampak begitu besar dalam bentuk naga cahaya.
"Tuanku, naga cahaya itu adalah penjaga batu kristal biru yang terdapat dalam goa ini. Naga itu akan membunuh orang yang berniat menyalah gunakan kristal biru itu," kata roh suci naga air dari dalam, "Naga itu sedang mencari orang yang pantas mendapat kekuatan kristal biru yang di sebut dengan kristal langit itu, Tuanku,"
"Hmm...! Naga cahaya. Aku tau kau penjaga baru kristal langit ini, tapi aku tidak berniat mengambil atau merampas kekuatan yang ada pada kristal langit.
Kami hanya penasaran dengan nama lembah langit dan goa langit ini," kata Cek Pei begitu tenang.
"Hoaarrr.....!!!"
Naga cahaya berwarna biru itu melesat ke arah Cek Pei dan Sin Yin dengan begitu cepat.
Blaaarrr.....!!
Beberapa batu dan dinding di belakang Sin Yin dan Cek Pei tampak hancur berkeping-keping terkena sambaran naga cahaya berwarna biru itu. Namun Cek Pei dan Sin Yin sudah lebih dulu melesat menghindar.
"Naga biru, tahan! Kami tidak bermaksud jahat, jangan paksa kami melawanmu!" cegah Cek Pei setelah menjajak tanah sekitar tiga tombak di samping naga biru itu.
"Tentu saja, Tuanku, dia juga mempunyai wujud. Tapi jangan di bunuh, naga itu hanya seorang petugas," jawab roh suci naga air Bhai Long.
"Hmm....! Baiklah," jawab Cek Pei sambil menyiapkan tenaga dalamnya ke arah telapak tangan kanannya.
Sring!
Sin Yin langsung menghunus pedangnya dan meningkatkan tenaga dalam dan menggunakan jurus 'Pedang Naga Es'.
"Jangan menggunakan pedang, Sin Yin. Naga hanya seorang penjaga," cegah Cek Pei.
"Baiklah. Jadi, harus bagaimana?" Sin Yin kembali menyarungkan pedangnya ke dalam warangka di balik punggungnya.
"Hup! Hiyaaa....!" Sin Yin lebih dulu melesat ke arah naga biru itu sambil mengayunkan tinju yang berisi jurus ',Tinju Naga Es'.
__ADS_1
Bang!
"Ahh....!" Sin Yin tersentak kaget, ketika pukulan kerasnya tampak membal dan tenaga pukulannnya berbalik arah membuat tubuh Sin Yin terpental ke belakang.
Tap!
Cek Pei cepat menahan punggung Sin Yin, agar gadis itu tidak jatuh terlempar ke belakang.
"Tubuhnya keras bagai karet, pukulan ku berbalik arah," kata Sin Yin sambil memegangi tangan kanannya yang terasa kesemutan.
"Aku yang akan mencobanya," kata Cek Pei sambil tersenyum, dan secepat kilat Cek Pei melesat ke arah naga biru itu. Namun kali ini naga biru itu tidak tinggal diam, begitu cepat naga itu bergerak mengibaskan ekornya ke arah Cek Pei.
Booomm....!!
Ekor naga biru itu tepat menghantam tanah di samping Cek Pei, namun Cek Pei telah bergerak begitu cepat dan menghantamkan telapak tangannya ke arah kepala naga itu.
Dess....!!
Auuurrmmm.....!!
Naga biru itu langsung terpental ke arah di dinding goa, namun begitu jatuh ke tanah naga biru di selubungi cahaya itu langsung menghilang sirna.
"Ha.....Ha.....Ha......!! Baru kali ini ada manusia yang mengalahkan naga biru penjaga kristal langit....!!"
Sebuah suara menggema di seantaro goa itu, Cek Pei dan Sin Yin tampak berusaha mencari asal suara itu.
.
.
.
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..