Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Gerbang Iblis


__ADS_3

Malam mulai menyelimuti hutan larangan, namun malam ini tampak begitu indah. Malam yang seharusnya gelap, tapi sinar rembulan begitu indah menyinari.


Ratusan obor tampak menerangi, tampak tujuh tiang yang membentuk lingkaran terpatri begitu rapi. Tujuh orang gadis perawan tampak terikat lemah pada setiap tiang yang membentuk lingkaran itu.


Di tengah-tengah lingkaran itu duduk seseorang yang cukup gagah dengan pakaian kebangsawanan kerajaan, dia adalah Pangeran Yun Lau.


Di sekeliling tempat itu ratusan prajurit berjaga dengan pakaian perang lengkap, mereka menjaga segala kemungkinan yang tidak mereka inginkan.


Pangeran Yun Lau tampak komat-kamit membaca mantra, mantra pembuka gerbang iblis. Tiba-tiba cahaya bagai kan mata kilat menyambar keluar dari sisi tubuh pangeran dan langsung menghubungkan pada tujuh orang gadis yang terikat pada tiang tiang yang membentuk lingkaran itu para gadis yang tadi pingsan dalam keadaan lemah itu tiba-tiba tersadar kembali, ke-tujuh orang gadis itu menjerit kesakitan. Ketika lidah petir yang saling berhubungan itu menyambar ke arah tubuh mereka, begitu lidah petir itu selesai berhubungan saling berhubungan, lidah Petir itu mengarah ke tengah.


Begitu tujuh lidah petir yang datang dari arah tujuh orang gadis perawan itu sebuah cahaya merah yang pelan-pelan semakin membesar dan membentuk sebuah portal berwarna merah.


Pangeran Yun Lau tampak tertawa gembira,


ia langsung berdiri menatap ke arah portal iblis yang berhasil ia buka. Setelah portal itu terbuka para gadis yang tadi tersambar petir kini telah tewas dalam keadaan menggenaskan, tubuh mereka bagai terbakar api. Tubuh tujuh orang gadis perawan itu kini tampak menghitam dan mengeluarkan asap.


Pangeran Yun Ka See menghambur mendekati ayahnya, "Ayah, kita berhasil!" kata Pangeran Yun Ka See begitu gembira.


"Tentu saja, anakku. Ini semua adalah hasil dari jerih payah dan pengorbanan para prajurit-prajurit kita," jawab PangeraYun Lau.


Tiba-tiba dari dalam portal itu muncul sekitar seribu iblis dari Sekte Kelelawar Iblis.


"Selamat datang para sekutuku! Kami memang menantikan kalian!" seru Pangeran Yun Lau.


"Manusia..! Habisi mereka....!!"


"Haaarrrkkk......! Haaaarrkk....!"


"Jangan....! Kami adalah manusia yang membebaskan kalian!" teriak Pangeran Yun Lau berusaha mencegah, namun para iblis kelelawar itu tidak mempedulikan seorang iblis kelelawar yang memakai baju zirah besi langsung menyambar ke arah Pangeran Yun Lau.

__ADS_1


Pangeran Yun Lau terpaksa melompat mundur, para prajuritnya terpaksa mengadakan perlawanan, pertempuran sengit pun terjadi. Pasukan iblis tampak terus berdatangan, walau para prajurit Pangeran Yun Lau mempunyai kepandaian yang tinggi mereka akhirnya terdesak juga.


"Mundur, Pangeran! Mereka terlalu banyak!" pinta Panglima Ming Woo San, Para prajuritnya mulai berguguran menghadapi serbuan para iblis kelelawar yang terus mengalir datang.


Tanpa banyak bicara, Pangeran Yun Lau dan putranya Pangeran Yun Ka See bergerak mundur di ikuti prajurit khusus yang mengawal mereka. Setelah Pangeran Yun Lau mundur Panglima Ming Woo San langsung menggunakan roh suci Phoenix Api nya, beberapa orang petinggi Sekte Angin Barat dan Sekte Angin Timur yang mempunyai roh suci juga ikut menggunakan kekuatan roh suci mereka.


Pertempuran semakin sengit, prajurit-prajurit Pangeran Yun Lau yang tidak memiliki kekuatan roh suci, satu persatu tewas menggenaskan.


"Mundur! Kita mundur!" teriak Panglima Ming Woo San pada prajuritnya yang semakin sedikit, mereka pun mulai bergerak mundur sambil terus mengadakan perlawanan. Roh suci Phoenix Api Panglima Ming Woo San akhirnya juga kehabisan tenaga, karena pasukan iblis kelelawar yang terus berdatangan.


"Maaf, Tuanku. Hamba mulai kelelahan," suara roh suci Phoenix Api.


"Kau. Kau bisa berbicara phoenix api?!" Panglima Ming Woo San cukup terkejut mendengar roh sucinya berbicara secara langsung tanpa menghubungi lewat telepati.


"Ya, Tuan. Hamba juga tidak tau, sepertinya raja naga api sudah bangkit," jawab roh suci Phoenix Api. Setelah itu roh suci Phoenix Api, Panglima Ming Woo San kembali berubah bentuk menjadi cahaya dan masuk ke dalam tubuhnya.


Begitu pun roh suci pada yang lainya, satu persatu roh suci itu kehabisan tenaga dan kembali ke tubuh tuannya. Namun pasukan iblis kelelawar yang tidak kunjung berkurang membuat pasukan Panglima Ming Woo San semakin banyak yang tewas.


Kini pasukan Pangeran Yun Lau hampir habis gugur, para prajurit dari dua sekte yang jadi pengikut setianya itu tewas melindunginya.


"Dasar iblis tidak tahu terima kasih!" bentak Pangeran Yun Lau sambil menikamkan pedangnya pada seekor iblis kelelawar yang menyerangnya.


"Larilah dulu, Pangeran! Kami akan menahan mereka!" seru Panglima Ming Woo San sambil terus bertarung, tubuh panglima itu sudah penuh luka bekas cakaran dan terkena senjata musuh. Namun Panglima Ming Woo San masih bertarung dengan gagahnya, sekitar lima puluh orang bawahannya juga mengalami hal yang sama. Mereka mengalami luka-luka akibat pertempuran itu.


Mereka menangis dalam hati, ketika memandangi istana yang mereka bangun bersama Pangeran Yun Lau tampak menerangi hutan larangan setelah di bakar pasukan iblis kelelawar.


Tidak terasa pagi menjelang, pasukan Pangeran Yun Lau tinggal segelintir orang yang masih hidup. Itu pun dalam keadaan yang memprihatinkan, tubuh mereka sudah mengalami luka di setiap bagian. Darah mengalir dari luka-luka mereka.


"Panglima, gunakan kekuatan teleportasimu, untuk membawa pangeran dan keluarganya pergi dari sini. Kami akan menahan para iblis ini," kata salah seorang jendral bawahan Panglima Ming Woo San yang masih hidup.

__ADS_1


"Tapi, aku tidak bisa meninggalkan kalian," sergah Panglima Ming Woo San tampak ragu.


"Tidak ada waktu lagi, Panglima. Cepatlah, sebelum kami tewas!" seru salah seorang jendral yang lain," Cepatlah, Panglima!" serunya lagi.


Para petinggi Sekte Angin Barat dan Sekte Angin Timur yang tersisa itu segera menggunakan sisa-sisa tenaga mereka, untuk memanggil roh suci mereka.


"Ayo, Pangeran," pinta Panglima Ming Woo San lemah, setelah berhasil menggunakan sisa-sisa tenaganya untuk menggunakan kekuatan transportasinya.


Blass!


Dalam sekejap mata Pangeran Yun Lau, Pangeran Yun Ka See bersama Panglima Ming Woo San menghilang dari tempat itu. Kini tinggal beberapa orang petinggi Sekte Angin Barat dan Sekte Angin Timur yang masih bertarung sampai titik darah penghabisan mereka.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa dukung novel ini ya teman-teman.


Rate


Hadiah


Like


Koment

__ADS_1


Dan Votenya teman-teman.


Terima kasih banyak.


__ADS_2