Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Korban Perang dan Kekuatan Roh Suci


__ADS_3

Malam yang seharusnya sunyi dan dingin kini berubah ramai dan panas, suara dentingan senjata dan jerit kesakitan terdengar di pinggir hutan larangan.


Pasukan sekte Iblis yang terdiri dari empat sekte telah menyerang, perlawanan dari pasukan manusia terjadi sengit.


Pasukan Kerajaan Yin dan Yang yang di dukung para pendekar dari tujuh sekte telah terlibat pertempuran.


Wong Mo Gei dan ketiga temannya segera telah melesat ke barisan depan, Cek Pei dan Sin Yin bertarung berdampingan, setiap tebasan dan sabetan kedua pendekar muda itu memakan korban dari pasukan iblis.


Begitu pun dengan Shin Yuan Ma dan sang suami Zhang Sin Ming, kedua pendekar dari Sekte Api itu bagai singa yang terluka, mereka terus berusaha menghadang pasukan iblis yang terus berdatangan.


Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa bertarung berdampingan. Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa tidak jauh dari Cek Pei dan Sin Yin, mereka seakan berlomba menghabisi setiap pasukan iblis yang berusaha mendekati.


Wa Hua Wa telah menghunus pedang baja dari balik punggungnya, gadis cantik berbaju merah itu bergerak cepat dengan jurus-jurus pedang naga terbangnya.


Sampai sejauh ini belum ada para pendekar itu yang menggunakan kekuatan roh suci mereka, Wong Mo Gei masih bertarung dengan tangan kosong. Namun pukulan pemuda itu mampu membuat pasukan iblis yang menyerangnya kewalahan.


Pukulan 'Tapak Naga Api'.nya mampu membuat seorang iblis bertubuh sebesar kerbau terlempar puluhan tombak.


"Hoaaaarrr....!!"


Salah seorang pimpinan pasukan iblis yang berasal dari Sekte Kelelawar Hantu melompat ke arah Wong Mo Gei, namun dengan begitu lincah Wong Mo Gei menghindari pukulan ganda berdiri di tangan iblis kelelawar bertubuh besar dengan zirah berwarna putih kekuningan itu.


Buuumm..!!


Cara besar milik iblis Kelelawar Hantu itu hanya mengenai tanah tempat Wong Mo Gei berpijak, sedangkan Wong Mo Gei telah melesat ke udara.


"Hup!


Desss...!


Pukulan berbentuk cahaya merah menghantam tubuh iblis kelelawar yang menyerang Wong Mo Gei, namun karena baju zirah yang di gunakan iblis kelelawar itu sebagai pelindung membuat ia hanya terdorong sekitar dua tombak.


"Ho ho ho....! Anak muda... Kau kira pukulanmu itu mampu membunuhku. Hah!"


Setelah membentak iblis kelelawar hantu itu melesat ke arah Wong Mo Gei dari udara sambil mengayunkan ganda besar berdurinya ke arah Wong Mo Gei.


Tap!


Dengan begitu cepat Wong Mo Gei bergerak ke samping kiri iblis itu sambil tangan kanannya menangkap pergelangan tangan besar iblis itu.


"Heh!


Iblis kelelawar bertubuh besar itu begitu kaget dan terkejut, apalagi saat telapak tangan kiri Wong Mo Gei bergerak cepat dengan menikam ke arah dadanya.


Trang!

__ADS_1


Iblis kelelawar hantu bertubuh besar itu cepat menyorongkan tangan kirinya yang memakai perisai untuk menghalangi gerak tangan kiri Wong Mo Gei.


Wut!


Bung!


Tapi Wong Mo Gei bergerak cepat mengubah serangannya, tendangan kaki kanan Wong Mo Gei tepat menghantam bagian perut pimpinan kelelawar hantu itu.


Brukk!


Pimpinan pasukan iblis kelelawar hantu itu mau tidak mau terlempar ke tanah dan jatuh tertelungkup.


"Hoaaarrr...!!"


Pimpinan pasukan iblis kelelawar hantu itu mengembor marah merasa di pecundangi oleh Wong Mo Gei.


"Tuanku, kenapa Tuan tidak menggunakan pukulan 'Tapak Dewa Api?" tanya raja naga api dari dalam, raja naga agak gelisah melihat tuannya bertarung santai.


"Kau ingin keluar, raja naga?"


"Ho ho ho... Hamba sebenarnya geram melihat para iblis itu, Tuanku, tapi kita harus menyimpan tenaga, pasukan kita saat ini tentu akan kalah jumlah," jawab raja naga api.


"Ya, kita tidak boleh gegabah raja naga,"


Wong Mo Gei seperti berbicara sendiri sambil menengoskan tubuhnya ke udara, serangan gada di tangan pimpinan pasukan iblis kelelawar hantu itu cukup berbahaya jika mengenai sasaran.


Swooss!


Swoss..!


Dua larik sinar merah menyala bagai api melesat dari telapak tangan Wong Mo Gei, dua cahaya itu membentuk telapak tangan raksasa.


Booommm.....!!


Puluhan pasukan iblis kelelawar yang ada di depan Wong Mo Gei berterbangan bagai dedaunan kering.


Sementara itu pertempuran semakin memanas, saat matahari mulai terbit di ufuk timur. Pasukan iblis terus berdatangan membuat pasukan Kerajaan mulai tampak terdesak.


Satu persatu pasukan prajurit Kerajaan Yin dan Yang terluka dan tewas, saat matahari mulai naik sekitar dua tombak di ufuk timur pasukan Kerajaan Yin dan Yang mulai terdesak, walau Para pendekar dari tujuh sekte bertarung mati-matian, namun musuh yang mereka hadapi bukanlah manusia.


Hingar-bingar pertempuran menjelang siang semakin sengit, walau pasukan Kerajaan Yin dan Yang sudah banyak yang tewas. Namun melihat semangat para pendekar dari tujuh sekte yang terus bertarung tanpa lelah membuat para prajurit seakan dapat kekuatan.


Di sisi sebelah selatan tampak roh suci naga terbang dan naga awan putih milik Wang Man Chu telah keluar dari tubuh tuannya, namun pasukan iblis yang terus mengalir bak air bah membuat pasukan Kerajaan Yin dan Yang semakin terdesak.


"Tio Bu Ki, tarik mundur dulu pasukanmu, pasukanmu semakin kelelahan dan sudah banyak yang tewas dan terluka!" kata Tian Shan sambil menyabetkan pedangnya ke arah salah satu iblis siluman srigala yang menyerangnya.

__ADS_1


"Baik, Paman," jawab Panglima Tio Bu Ki sambil menikamkan pedangnya pada iblis gondoruwo.


"Mundur....! Mundur....!!"


Teriak Panglima Tio Bu Ki memberi perintah, mendengar perintah itu seluruh prajurit yang sedang berperang dan Yang masih mampu berdiri bergerak mundur.


"Mo Gei, sekarang tugas kita menghalangi musuh yang mencoba mengejar para prajurit!" kata Zhang Sin Ming lantang.


"Baik, Ayah," jawab Wong Mo Gei sambil melentingkan tubuhnya ke udara, beberapa iblis siluman ular yang mencerca ke arahnya luput dari sasaran.


"Raja naga api, giliran kita!" kata Wong Mo Gei sambil mendorongkan telapak tangannya ke depan, angin berputar membentuk api menggulung ke arah para prajurit sekte iblis yang ada di dekatnya.


"Siap, Tuanku!" jawab raja naga api dari dalam, sebuah cahaya merah menyala melesat dari dalam tubuh Wong Mo Gei, cahaya itu langsung berubah bentuk menjadi seekor naga bertubuh besar dengan sebuah mahkota di kepalanya.


"Hoaaarrr....!!"


Raja naga api langsung terbang berputar ke arah depan Wong Mo Gei sambil menyemburkan pijar lidah api ke arah puluhan prajurit sekte iblis yang berada di bawahnya.


"Ooorrkkk..!!"


Teriakan menyayat hati, hampir seratus orang prajurit sekte iblis yang berada di bawah raja naga api langsung terpanggang dan bermentalan.


Secepat kilat raja naga api terbang berputar membuat sebuah sapuan angin panas yang membuat para iblis dari berbagai jenis siluman itu beterbangan.


.


.


.


Bersambung....


Jangan dukung novel ini ya teman-teman.


Dengan


Hadiah.


Rate.


Like.


Koment.


Dan Votenya.

__ADS_1


Terima kasih banyak.


__ADS_2