
Begitu Sin Yin sampai ke bawah dan menginjak tanah, darah berwarna hijau menetes dan menyembur dari leher iblis hijau yang terbabat putus.
"Hoaaarrr...!"
Beberapa prajurit siluman biru tampak bertambah marah melihat salah seorang iblis biru yang bertubuh besar tewas terkena pedang Sin Yin.
Sekitar dua puluh orang lebih siluman biru bergerak mengepung Sin Yin dengan pedang tumpul dan mata pedang para iblis biru itu bergerigi mirip gergaji.
"Hiyaaat....!" bentakan melengking keluar dari mulut Sin Yin terdengar lantang, tubuh gadis cantik itu melesat bagai kilat menerjang para iblis biru yang mengelilinginya.
Srass! Crass!
Pedang di tangan Sin Yin itu bergerak bagai seekor ular yang meliuk-liuk memecah udara dan menghujam ke arah tubuh para siluman biru dari sekte Iblis Biru itu.
"Kita tidak bisa membiarkan Sin Yin bertarung sendiri. kita harus membantunya," kata Wong Mo Gei.
"Pasukan iblis itu tidak ada habisnya kita harus bergerak cepat sebelum mereka datang dan datang lagi," tambah Wong Mo Gei lagi.
"Kau benar, Mo Gei. Ay, kita bantu Cek Pei dan Sin Yin," ajak Wa Hua Wa.
"Ayo!" ajak Wong Mo Gei, setelah itu pemuda penguasa roh suci kelinci bulan dan roh suci raja naga api itu melesat ke arah Cek Pei dan Sin Yin, yang sedang bertarung dengan ratusan prajurit iblis
__ADS_1
biru yang mengepung mereka. Beberapa orang iblis drakula juga ikut mengepung, di tambah anggota sekte iblis yang lain.
Wong Mo Gei langsung melepaskan beberapa pukulan jarak jauh dengan menggunakan tenaga dalamnya. Begitu pun dengan Wa Hua Wa, gadis cantik berambut merah itu mengibaskan pedang baja putih di tangannya. Cahaya putih membentuk mata pedang menyilang meluncur cepat ke arah ratusan prajurit sekte iblis yang berada di depannya.
Booomm....!!
Pekikan dan jeritan kesakitan para prajurit sekte iblis yang terpental dan terpanggang terkena pukulan tenaga dalam, dari kedua pendekar muda itu terdengar jelas di telinga.
Sementara di bagian lain, di antara sela-sela rumah para penduduk dan atap-atap rumah para penduduk para pendekar dari pulau larangan, bagai bertanding membantai dan membunuh para prajurit sekte iblis yang mereka temui, Zhang Sin Ming dan Sin Yuan Ma
tidak mau kalah.
Sepasang suami istri pendekar ternama di dalam Sekte Api itu bergerak cepat dengan pedang di tangan mereka, setiap sabetan dan tebasan pedang suami-istri yang terkenal dengan kuasa roh Suci terkuat di zamannya itu, selalu ada prajurit sekte iblis yang jatuh dan tewas bersimbah darah.
"Oorrkh...!"
Jerit kesakitan para prajurit sekte iblis yang berhadapan dengan mereka terdengar susul-menyusul, di sekeliling mereka para prajurit iblis mulai bergelimpangan.
Beberapa petinggi pasukan sekte iblis yang mungkin setara dengan kepala prajurit tampak agak ragu memberi perintah penyerangan terhadap pasukan para pendekar, yang begitu bersemangat membantai para iblis di sekitar mereka.
Gelombang pasukan iblis yang datang tampak mulai berkurang, beberapa pimpinan pasukan iblis itu memilih mundur ke arah belakang.
__ADS_1
Kemungkinan besar mereka akan melaporkan hal ini kepada tujuh jenderal pasukan iblis.
Tidak membutuhkan waktu lama menjelang matahari condong ke arah barat.
Ratusan bahkan ribuan pasukan iblis yang Menghadang telah bergelimpangan di tanah, dengan luka bakar dan luka sayatan menganga dan bekas pukulan jarak jauh begitu pun bekas pedang para pendekar.
Melihat musuh-musuhnya sudah tidak ada yang berdatangan lagi Wong moge dan Wa Hua Wa bersama Cek Pei dan Sin Yin kembali menunggang kuda mereka, namun di saat para pendekar muda itu berniat mengebah kuda mereka menuju barisan depan.
Mereka berencana mengejar dan menghadapi pasukan iblis yang mungkin berada di desa di depan mereka.
Tian Shan dan Zhang Sin Ming mencegah para pendekar muda itu.
"Mo Gei, Wa Hua Wa, Cek Pei. Istirahat dulu, kita makan. Para prajurit yang ada di bagian belakang telah menyiapkan makanan untuk kita!" seru Tian Shan.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman...
Terima kasih...