
"Aauuumm......!!!"
Raungan para singa raksasa itu terdengar nyaring, pedang baja dari cahaya itu di kendalikan Cek Pei dengan gerakan tangannya. Dalam waktu yang sangat singkat iblis singa raksasa itu berjatuhan.
Sin Yin pun bergerak cepat bagaikan kilat, sabetan dan kibasan pedangnya. Sin Yin yang menggunakan jurus 'Pedang Naga Es'. hampir tidak dapat di sentuh oleh beberapa singa raksasa itu.
Srass! Crab!
"Hauuum...!" raungan iblis singa raksasa itu terdengar nyaring, di iringi tubuh mereka jatuh satu persatu ke tanah. Para iblis singa itu kini sirna bagai drakula yang terkena sinar mentari.
Kepala Prajurit Lau Feng dan anak buahnya pun sudah selesai menghabisi para iblis singa yang bertubuh agak kecil, beberapa iblis singa yang masih hidup langsung melompat melarikan diri ke arah semak belukar dan menghilang dalam rerimbunan hutan.
"Selamat, Tuan Lau Feng, kalian berhasil menyerap kekuatan batu kristal biru itu," ucap Cek Pei sambil menyarungkan pedang ke dalam warangka yang ada di balik punggungnya.
"Terima kasih banyak, Cek Pei," ucap Kepala Prajurit Lau Feng, "Berkat kalian berdua, kami bisa menggunakan kekuatan batu kristal biru."
"Kita sama-sama orang yang bertugas memerangi pasukan iblis dari Kerajaan Iblis, Tuan. Tentu saja kita harus saling membantu," jawab Cek Pei sambil tersenyum.
"Tidak usah terlalu sungkan, Tuan, anggap kami saudara. Karena kita satu nasib saat ini," timpal Sin Yin sambil tertawa kecil.
"Ya, kita memang senasib. Terima kasih, karena mau menganggap kami saudara, kami sangat senang di anggap saudara oleh orang yang sudah mempunyai tingkat kultivasi ranah Dewa Perang seperti kalian," ucap Kepala Prajurit Lau Feng lagi.
"Di negeri kami, tidak begitu mengerti urusan kultivasi, Tuan. karena kami mempunyai kekuatan roh suci," kata Cek Pei.
"Ya, karena kita lebih cendrung memakai Energi Natural. Energi Natural adalah energi alam semesta biasa yang terdapat di manapun di alam semesta ini.
Energi natural adalah:
__ADS_1
– energi batu kristal
– energi prana
– energi reiki
– seluruh energi alam
– energi tumbuhan!" jelas Kepala Prajurit Lau Feng.
"Wah, Tuan Lau Feng ternyata begitu mendalami ilmu tentang energi Natural," puji Cek Pei.
"Tidak begitu juga, Cek Pei, tapi saya pernah membaca kitab tentang energi Natural. Namun kekuatan batu kristal biru memiliki energi yang begitu tinggi, beruntung kami termasuk orang-orang yang memiliki tulang cukup bagus. Jika tidak kami tentu akan musnah seperti yang Cek Pei katakan," kata Kepala Prajurit Lau Feng sambil tersenyum.
"Ya, sudah. Kita kembali ke Lembah Langit, urusan kita di sini sudah selesai," jawab Kepala Prajurit Lau Feng sambil tertawa. Yan Hui dan ketiga temannya langsung menyusul dari belakang.
"Ayo!" ajak Cek Pei pada Sin Yin yang berdiri di sampingnya.
**********
Sementara itu Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa yang mengikuti para iblis srigala merah yang melarikan diri setelah iblis srigala raksasa pada tewas bertarung dengan mereka berdua.
"Hmm.... Mereka menghilang begitu cepat!" gumam Wong Mo Gei seakan berbicara dengan dirinya sendiri.
Wa Hua Wa yang baru berhasil menyusul Wong Mo Gei tampak tertegun melihat Wong Mo Gei berhenti berlari.
"Kemana para iblis srigala itu, Mo Gei?" tanya Wa Hua Wa.
__ADS_1
"Entahlah, mereka raib bagai di telan bumi," jawab Wong Mo Gei sambil melihat ke sekelilingnya, di depan Wong Mo Gei hanya ada bebukitan batu yang tampak di ujung hutan itu.
Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa berjalan pelan menyusuri daerah perbukitan batu yang tampak tandus bagai sebuah gurun pasir.
"Kenapa tempat ini begitu gersang?" Wa Hua Wa seakan berbicara pada dirinya sendiri.
"Kita selidiki tempat ini, tempat ini terlalu aneh. Pedahal di belakang kita hutannya begitu lebat dengan pepohonan yang tumbuh secara subur dan semak yang begitu rimbun," timpal Wong Mo Gei.
"Kau benar, Mo Gei," kata Wa Hua Wa sambil memandang ke arah Wong Mo Gei.
"Di mana Cek Pei dan Sin Yin? Apakah mereka ke tempat lain?" Wong Mo Gei lepikiran sepupunya yang sekaligus sahabat kecilnya tersebut.
"Aku rasa mereka tidak di tempat ini," jawab Wa Hua Wa.
"Mudah-mudahan mereka baik-baik saja," desah Wong Mo Gei.
["Tenang saja Tuanku, mereka baik-baik saja. Cuma mereka tidak ada di daerah ini, hamba merasakan energi mereka. Tapi cukup jauh dari tempat ini,"] roh suci raja naga api mengirim suara telepati.
"Pantas, mereka tidak terlihat," kata Wong Mo Gei.
"Berarti pintu dimensi yang di buat iblis perut bumi itu menuju tempat lain," timpal Wa Hua Wa.
Mereka cukup terkejut begitu mereka menyadari dari balik bebatuan muncul puluhan prajurit srigala.
"Hooaaarkh....!!" tampak iblis perut bumi ada di belakang puluhan iblis srigala yang memgepung mereka berdua.
.
__ADS_1
.
Bersambung....