
Iblis tanah melihat para iblis srigala berterbangan bagai daun kering tertiup angin berhadapan dengan dua roh suci berniat melarikan diri. Namun baru saja iblis tanah hendak berbalik, Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa sudah ada di depannya.
"Kau tidak bisa lari lagi, iblis tanah!"
"Hoaarrkh....!" Auman menggelegar terdengar menggema di seantero tempat itu, seekor srigala berukuran besar dengan warna kuning keemasan tampak berdiri di depan Iblis Tanah.
Tidak lama kemudian sekitar sepuluh ekor srigala berukuran agak kecil dan memiliki warna merah api juga ikut muncul, para srigala itu memiliki tubuh yang mirip manusia.
"Srigala emas raksasa?!" Wa Hua Wa cukup terkejut, namun Wong Mo Gei tampak begitu tenang.
"Hmm....! Rupanya kau memiliki teman disini Iblis Tanah!" geram Wong Mo Gei menatap tajam ke arah srigala api yang memiliki tubuh mirip manusia, namun kepala mereka tetap dalam wujud srigala.
"Bunuh manusia itu!" terdengar perintah dari srigala raksasa berwarna emas itu.
"Hoaaarrrkkh...!"
Srigala berwarna merah setengah manusia itu langsung melompat menyerang ke arah Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa dengan senjata berbentuk trisula.
"Bagus, sekalian kalian keluar semua, agar kami bisa memusnahkan kalian!" geram Wa Hua Wa sembari memegang gagang pedang baja putih yang tersampir di balik punggungnya.
"Tuanku, izinkan hamba ikut menghabisi para iblis itu!" kata roh suci raja naga api, setelah itu Zui Kiang pun langsung melesat keluar dari tubuh tuannya dan langsung menjelma menjadi seorang yang memakai pakaian zirah perang berwarna keemasan.
"Kau sudah tidak sabaran, Zui Kiang!" kata Wong Mo Gei sambil tertawa. Wa Hua Wa hanya tersenyum melihat Wong Mo Gei begitu akrab dengan roh sucinya.
"Apa hamba boleh ikut campur, Tuanku?" roh suci naga terbang pun tampak bersemangat, namun ia menunggu persetujuan tuannya.
"Ya, silahkan," jawab Wa Hua Wa. Sekejap mata saja roh suci naga terbang langsung melesat keluar membentuk sebuah cahaya putih keperakan dan langsung berwujud seorang prajurit naga dengan pakaian zirah perang berwarna putih keperakan.
__ADS_1
Sebuah pedang tampak tergenggam di tangan roh suci naga terbang yang dalam wujud manusianya.
"Hmm...! Kau punya pedang juga, Feilong?" tanya Wa Hua Wa sambil melintangkan pedang baja putih di depan dadanya.
"He he iya, Tuanku," jawab roh suci naga terbang, Feilong.
"Kita habisi mereka, Feilong!" ujar roh suci raja naga api sebelum melesat bagai kilat ke arah puluhan bahkan mungkin ratusan iblis srigala yang mengepung mereka di antara bukit berbatu.
"Hih!" roh suci raja naga api mendengus kesal melihat para iblis srigala yang terus berdatangan dari balik bukit batu. Roh suci raja naga api Zui Kiang melesat ke udara langsung berubah wujud ke bentuk seekor naga raksasa yang melingkari sebuah bukit batu, dengan begitu cepat roh suci raja naga api, Zui Kiang menyemburkan api berwarna biru.
Puluhan siluman srigala yang terkena semburan api hanya sanggup melolong panjang kesakitan sebelum tubuh mereka hangus bagai daun yang terbakar api.
Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa hanya terdiam melihat para siluman srigala tidak ada yang berkutik di hadapan roh suci raja naga api itu.
Iblis perut bumi yang tadi berdiri di belakang srigala raksasa berwarna keemasan tampak berniat melarikan diri, namun Wong Mo Gei telah melesat begitu cepat bagai kilat sambil menyerang dengan sebuah pukulan tangan kosong.
Swoss!
Dess!
"Orrrkkh....!" hanya suara kesakitan yang terdengar dari mulut iblis perut bumi yang berusaha memadamkan api yang secara perlahan membakar tubuhnya.
Iblis perut bumi tampak langsung jatuh ke tanah dalam keadaan terbakar. Tidak seberapa tubuh Iblis perut bumi langsung menghitam dan langsung sirna bagai abu yang tertiup angin.
"Hooiaaarkh......!!" srigala raksasa berwarna keemasan tampak menggeram marah melihat iblis perut bumi tewas di hajar pukulan 'Cakar Naga Api Kayangan'. Wong Mo Gei.
"Hup! Kau juga akan dapat giliran raja siluman!" Wong Mo Gei melesat menyongsong serangan iblis srigala yang bertubuh sepuluh kali lipat lebih besar di banding dirinya.
__ADS_1
Wong Mo Gei langsung merapal pukulan 'Tapak Naga Penghancur'. cahaya putih membentuk telapak tangan besar berada di bagian depan tubuh Wong Mo Gei dan menyelubungi dua telapak tangannya yang teracung kedepan.
Swoss!! Swoss!!
Baaammm........!!"
Kedua tangan iblis srigala raksasa itu masih berada di atas kepala, namun pukulan Wong Mo Gei telah tepat menghantam dadanya.
Iblis srigala raksasa itu langsung terpental hingga menabrak bebatuan di belakangnya.
Iblis srigala raksasa itu tampak mengalami tubuh membatu, namun ia masih berusaha bangun tapi tubuhnya perlahan kaku dan tidak kemudian tubuh raja siluman srigala itu pecah dan hancur menjadi debu.
Para iblis srigala yang melihat rajanya tewas dan hancur langsung berusaha melarikan diri, namun Wa Hua Wa tampak telah melesat menghadang mereka.
Pedang baja putih di tangan gadis cantik berpakaian serba merah itu menebas dan menyabet begitu cepat, cahaya merah membentuk pedang melesat dan menghancurkan setiap Iblis srigala yang ada.
Begitu pun dengan roh suci naga terbang, Feilong yang juga merubah wujudnya kembali kebentuk naga, membuat para iblis srigala tidak berkutik.
Apalagi dengan roh suci raja naga api, Zui Kiang yang menjadi naga raksasa itu. Sehingga dalam waktu singkat para iblis srigala yang berjumlah begitu banyak telah tewas dan sirna. Hanya tempat itu yang tampak porak poranda.
.
.
Bersambung....
.
__ADS_1