Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Rencana dan Permintaan Orang-Orang Kerajaan Timur


__ADS_3

Matahari tampak menyinari di atas langit, awan berarak terbawa angin. Suasana di daerah perbukitan batu yang semula asri, kini tampak hancur porak poranda.


Baru saja Wong Mo Gei dan Wa Hua Wa berniat meninggalkan tempat itu, dan berniat mencari persembunyian para penduduk. Namun langkah mereka terhenti karena puluhan orang berjalan kearah mereka berdua.


"Penduduk dan prajurit? darimana mereka datang?" gumam Wa Hua Wa.


"Sepertinya mereka sengaja mengikuti perjalanan kita," jawab Wong Mo Gei.


"Jangan-jangan mereka juga menganggap kita sebagai musuh, Mo Gei?"


"Jangan berburuk sangka dulu."


"Hmm... kau benar, sebaiknya kita temui mereka," kata Wa Hua Wa sambil tersenyum. pedang baja putih masih tergenggam di tangan gadis cantik itu.


Sedangkan kedua roh suci mereka telah kembali ke dalam tubuh mereka masing-masing.


"Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada pendekar berdua," ucap seorang laki-laki yang memakai baju zirah keprajuritan, namun sepertinya ia adalah seorang pembesar.


"Sama-sama, Tuan, tapi kalau boleh kami tau? Apa kalian memang sengaja menguntit kami berdua?" tanya Wong Mo Gei.


"Maafkan kami, Pendekar. Kami memang mengikuti kalian dari dalam hutan. Kami melihat kalian menghabisi para siluman srigala itu, jadi kami secara sembunyi mengikuti kalian," jawab laki-laki tersebut.


"Tidak enak rasanya kalau kita berbicara tanpa saling mengenal. Perkenalkan saya Cek Pei dan ini teman saya Sin Yin, kami berasal dari Kerajaan Yin dan Yang. Kami sampai kesini karena mengejar salah satu iblis perut bumi yang melarikan diri," jelas Cek Pei.


"Kami tidak berani keluar dari persembunyian karena iblis itu sudah begitu banyak membunuh prajurit dan penduduk, sudah ribuan pasukan kami yang tewas menghadapi iblis itu," kata laki-laki itu.

__ADS_1


"Oh iya, perkenalkan saya Wang Yuji. Pimpinan pasukan," tambahnya memperkenalkan diri.


"Tapi baru kami sampai tadi sempat bertemu dengan orang-orang yang bersembunyi di sebuah perkampungan hancur. Kami sempat bercerita dengan mereka sebentar," kata Wa Hua Wa menimpali.


"Ya, kami sudah terpencar-pencar, Pendekar. Ada yang bersembunyi di goa, dan ada yang bersembunyi di dalam hutan sambil mengadakan perlawanan," jawab Wang Yuji.


"Sekarang Kerajaan Nirvana aman, Paman."


"Pencipta telah mengirimkan penolong untuk negeri ini berbentuk kalian. Jika tidak keberatan aku akan mengajak kalian bertemu Kaisar Nirvana, beliau tentu gembira bertemu dengan kalian," ajak Wang Yuji.


"Sebenarnya kami tidak keberatan memenuhi keinginan paman, tapi kami harus kembali ke Kerajaan Yin dan Yang. Kami harus mencari dua orang teman kami yang juga mengadakan pengejaran pada salah satu iblis perut bumi yang melarikan diri," ucap Wong Mo Gei.


"Tapi bagaimana cara kalian kembali ke Kerajaan Yin dan Yang?" tanya Wang Yuji.


"Kami akan meminta roh suci kami membuat lobang cacing untuk kembali, Paman," jawab Wong Mo Gei.


.


Tentu saja bantuan dari Cek Pei dan Sin Yin mendapat sambutan yang begitu baik dari Kaisar Nirvana. Kaisar Kerajaan Nirvana memilih sekitar lima puluh orang prajurit pilihan dan beberapa orang pemuda yang berhasil mendapatkan kekuatan Kristal Biru.


Atas permintaan Kepala Prajurit Lau Feng, Kaisar mengangkat Cek Pei sebagai pimpinan pasukan yang di pilih untuk menghadapi pasukan iblis siluman singa.


Pertama Cek Pei berusaha menolak dengan halus, namun Kepala Prajurit Lau Feng memohon bantuan Cek Pei.


"Taktik Tuan Cek Pei sangat bisa di andalkan, Tuanku, makanya hamba meminta dia memimpin kami," ucap Kepala Prajurit Lau Feng pada Kaisar Ling Miau.

__ADS_1


"Baiklah, Lau Feng. Mulai sekarang kau adalah Panglima di Kerajaan Timur ini, tidak ada lagi orang yang lebih pantas menjadi panglima selain kau," kata Kaisar Ling Miau.


"Terima kasih banyak atas kepercayaan yang Kaisar berikan pada hamba. Hamba akan berusaha sekuat tenaga hamba menjalani tugas hamba sebagai Panglima, tapi untuk saat ini hamba mohon pada Tuanku agar meminta pendekar Cek Pei yang jadi pimpinan kami," ucap Panglima Lau Feng.


"Baiklah, jika itu permintaanmu. Apakah pendekar Cek Pei bersedia?" tanya Kaisar Ling Miau pada Cek Pei.


"Jika memang tuan Lau Feng yang meminta hamba. Hamba mau bicara apalagi tuanku? Tapi apakah teman-teman prajurit setuju?" tanya Cek Pei berusaha berkilah.


"Kami sangat setuju pendekar, bahkan jika pendekar mau menjadi pimpinan kami selamanya. Kami sangat senang," jawab Shui Yan mewakili teman-temannya. Para prajurit dan pemuda pilihan hasil kompetisi ikut mengangguk setuju.


"Kami bahkan sangat senang pendekar. Apalagi kami bisa mendapatkan kekuatan batu kristal biru karena pendekar," jawab seorang pemuda yang memiliki perawakan tinggi dan sebuah pedang tersampir di punggungnya.


Pemuda itu adalah seorang pendekar dari sebuah perguruan pedang yang ada di wilayah Kerajaan Timur ini. Perguruan pemuda itu juga ikut hancur dan semua saudara seperguruannya tewas dalam menghadapi serangan iblis siluman singa.


"Kau dengar sendiri Cek Pei, mereka sangat senang jika kau yang memimpin kami. Untuk sementara jabatan sebagai Panglima aku serahkan padamu," kata Panglima Lau Feng.


Sin Yin hanya tersenyum melihat seluruh prajurit pilihan Kerajaan Timur meminta Cek Pei sebagai Panglima mereka sementara.


"Terima kasih atas kepercayaan teman-teman semua, saya akan berusaha sebaik mungkin sebagai panglima sementara di Kerajaan Timur ini," jawab Cek Pei sambil tersenyum.


"Sekarang kita susun rencana perlawanan dan penyerangan terhadap pasukan iblis yang bercokol di wilayah Kerajaan Timur ini," tambah Cek Pei lagi.


Panglima Lau Feng dan para prajurit menyetujui rencana Cek Pei, mereka pun mengadakan rapat di dalam istana sementara di Lembah Langit untuk menghadapi pasukan iblis.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2