Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Roh Suci Harimau Putih


__ADS_3

Wa Hua Wa merapatkan telapak tangannya di depan hidung. Gadis cantik berbaju merah itu mulai mengalirkan hawa tenaga dalamnya dari dalam tubuh ke arah dua telapak tangannya. Cahaya itu mulai menyala di ujung jemari lentik Wa Hua Wa.


Putri Yan Li Er itu menarik perlahan telapak tangannya kesamping, kemudian secara perlahan Wa Hua Wa memajukan kedua tangannya dan menengadahkan telapak tangannya ke arah atas. Cahaya yang mulai membentuk bulatan itu memiliki berbagai warna, namun lebih kentara warna coklat.


Cahaya di atas telapak tangan wanita muda itu mulai membesar hingga sebesar kepala gajah berukuran dewasa, terlihat di dalamnya seekor naga terbang yang lagi berbaring berbantalkan kaki kiri depannya. Naga itu mengangkat kepala perlahan. Tiba-tiba bola cahaya dan naga terbang menghilang.


Blasss...!


Naga terbang itu muncul di atas kepala Wa Hua Wa berjarak sekitar tiga tombak di atas kepala.


Perlahan naga terbang itu menurunkan tubuhnya sambil mengepak sayap secara perlahan. Naga terbang itu mendarat di samping Wa Hua Wa, dengan kedua sayap membentang di kiri dan kanan.


Rrrrrr....!


Hhhssss....!


Naga itu menyorongkan kepalanya kearah tuannya Wa Hua Wa.


Sementara di sudut kiri telihat Pan Lin Ming melakukan hal yang sama, kekuatan roh suci gadis cantik berbaju hitam itu menampakkan wujud seekor harimau putih berukuran besar, ukuran roh suci harimau putih itu dua kali lipat harimau biasa dewasa.


"Naga terbang, aku belum pernah mencoba berkomunikasi denganmu selain saat aku menemukanmu dan melalui ikatan batin, apakah kita bisa berkomunikasi seperti yang di lakukan Mo Gei dengan raja naga api?" tanya Wa Hua Wa sambil membelai hidung naga terbang dengan begitu lembut.


"Hi hi hi...! Tuanku, tentu saja bisa, karena raja naga telah menganugrahkan kekuatan pada seluruh rakyat naga untuk bisa berbicara langsung dengan tuan mereka," jawab naga terbang, roh suci Wa Hua Wa itu.


"Tapi naga terbang, beruang hitam bukan klan naga, tapi beruang hitam juga bisa berbicara?"

__ADS_1


"Ya, saat berada di dalam semedi di dalam tubuh Tuanku, hamba merasakan gelombang yang di kirim oleh raja naga, seluruh roh suci yang terkena gelombang aura kekuatan dari raja naga api, roh suci itu akan dapat berkomukasi dengan tuannya memakai bahasa yang di gunakan tuannya, yaitu bahasa manusia," jawab roh suci naga terbang.


"Jadi mulai sekarang kita bisa berbicara dengan roh suci kita tanpa harus menggunakan bahasa telepati lagi, suamiku," kata Shin Yuan Ma pada Zhang Shin Ming.


"Semua itu karena roh suci yang di miliki putra kita, sayang," jawab Zhang Shin Ming sambil tersenyum bahagia dan bangga. Beberapa orang teman Zhang Shin Ming dari tujuh sekte mengucapkan selamat pada kedua suami istri tersebut.


"Jadi, roh suci dan tuannya tentu akan lebih akrab, dan mudah berkomunikasi," kata Pan Lin Ming dari sebelah sana.


"Hauuumm.....!!"


Harimau putih, roh suci Pan Lin Ming mengaum pelan seraya menyorongkan kepalanya ke arah tuanya, Pan Lin Ming.


"Kau tidak apa-apa, Tuanku?" tanya roh suci harimau putih pelan pada Pan Lin Ming.


"Kau, adalah Tuanku, bagaimana, aku tidak mempedulikanmu?" sahut harimau putih pelan, "Kenapa Tuanku, tidak menggunakan tenagaku dalam pertarungan?"


"Kami bertarung bukan pertarungan asli, ini hanya kompetisi harimau putih. Lagian Wa Hua Wa tidak menggunakan tenaga dari naga terbangnya," jawab Pan Lin Ming.


"Baiklah....! Sekarang bersiaplah, pertandingan harus segera di mulai. Malam akan segera datang," kata Tian Shin Lau memberi aba-aba. Wa Hua Wa dan Pan Lin Ming bersama roh suci mereka, bersiap melakukan pertandingan.


"Haumm...!"


"Ayo naga terbang, kita bertanding!" tantang roh suci Pan Lin Ming yaitu harimau putih.


"Hi hi hi...! Harimau Putih, kau begitu patuh pada Tuan Tian Shin," sahut naga terbang sambil tertawa.

__ADS_1


"Ayo!" ajak naga terbang seraya mengepakkan sayapnya dan mulai mengudara di atas kepala Wa Hua Wa. Harimau Putih melompat cepat ke arah naga terbang sambil mengayunkan cakar kaki kanan depannya. Naga terbang, terbang ke arah samping kanan, sehingga serangan harimau putih itu luput dari sasaran.


"Hooaaarrr...!!


Naga terbang mengaum seraya melayang di udara sambil mengacungkan cakar kaki kanannya ke arah harimau putih roh suci Pan Lin Ming itu.


Roh suci Pan Lin Ming si harimau putih bergerak cepat bagai kilat menghindar, sehingga cakar kaki naga terbang roh suci Wa Hua Wa hanya mengenai lantai gelanggang itu. Naga terbang cepat mengepakkan sayapnya, menahan luncuran tubuhnya.


Harimau Putih dan naga terbang cukup lama saling serang dan saling menghindari serangan masing-masing. Setelah cukup lama bertarung adu kecepatan menyerang, keduanya mundur dan saling berhadapan. Roh suci naga terbang Wa Hua Wa bersiap memakai semburan apinya. Begitu pun harimau putih, keduanya pun akhirnya mengadu kekuatan mereka.


"Hooaaarrr....!!"


Roh suci naga terbang mengaum sambil menyemburkan pijar api berwarna merah kebiruan. Harimau putih pun mengaum dahsyat.


"Hauummm....!!"


Pijar api merah keputihan keluar dari mulut harimau putih, dan menyembur menyongsong pijar api dari mulut naga terbang. Cukup lama kedua mahkluk suci itu mengadu kekuatan sampai akhirnya kedua semburan api mereka mengecil, roh suci harimau putih lebih dulu kehabisan tenaga, dan mundur mengalah.


"Pemenangnya... Dari Sekte Api, Wa Hua Wa dan roh suci naga terbang!" kata Tian Shin Lau mengumumkan pemenang pertandingan. Sorak sorai penonton terdengar riuh. Sore pun semakin menjelang. Para penonton bubar, untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Pertandingan selanjutnya akan diadakan esok hari.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2