Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Serbuan Iblis Siluman Singa


__ADS_3

Tetes-tetes embun mulai sirna ditiup angin dan menguap sinar mentari, hari masih cukup pagi. Namun suasana di Lembah Langit tampak gaduh, ratusan prajurit memperketat penjagaan.


Semua itu karena beberapa orang prajurit yang di tugaskan oleh Panglima sementara Cek Pei, telah kembali dan melaporkan keadaan di hutan diluar Lembah Langit.


Ratusan singa jelmaan iblis singa tampak bergerak mendekati Lembah Langit. Cek Pei dan Panglima Kerajaan Timur, Lau Feng di bantu Sin Yin telah bergerak untuk menghadang pasukan Siluman singa tersebut.


"Apa kalian bisa mengira berapa jumlah siluman singa itu prajurit?" tanya Cek Pei.


"Maafkan hamba panglima, kami tidak sempat menghitung jumlah mereka. Mereka terlalu banyak, mungkin lebih dari dua ratus singa," jawab prajurit itu.


"Panglima Lau Feng, kita bawa sekitar seratus orang prajurit pilihan, dan sisanya tetap berada di sini untuk berjaga-jaga," kata Cek Pei.


"Baik, Panglima," jawab Panglima Lau Feng.


"Jangan panggil saya panglima, Panglima Lau Feng. tidak enak rasanya," ucap Cek Pei.


"Tidak apa-apa, saudara Cek Pei. Saudara saat ini adalah pimpinan kami, jangan terlalu sungkan," jawab Panglima Lau Feng sambil tersenyum.


"Baiklah, sekarang kita harus bergerak menghadang pasukan iblis singa itu, jangan sampai mereka sampai memasuki Lembah Langit," ujar Cek Pei.


"Saya setuju, Panglima," jawab Panglima Lau Feng, mereka pun mulai bergerak meninggalkan Lembah Langit. Sin Yin tampak berada di samping Cek Pei.


Di tengah hutan ratusan pasukan iblis singa. Tidak kurang dari dua ratus lima puluh pasukan siluman singa tampak berbaris walau ada beberapa yang memencar yang dalam wujud singa.


Sekitar lima puluh siluman itu yang berbentuk manusia singa dengan tubuh mirip manusia dan kepala berbentuk singa.


Seorang siluman singa itu yang memakai zirah berwarna kuning tampak duduk di atas singa raksasa dengan tali kekang mirip kuda.


Di belakang singa raksasa itu berbaris pasukan singa dalam wujud setengah singa dan memiliki tubuh beser. Para siluman itu tingginya hampir tiga tombak.

__ADS_1


"Mereka begitu banyak, Panglima Cek Pei," ucap Shui Yan bergidik ngeri melihat pasukan iblis singa yang begitu banyak dan memiliki tubuh yang besar-besar.


"Biarkan saja Shui Yan, kita ada di sini. Kita habisi mereka, atau kita yang di habisi," jawab Cek Pei sambil tersenyum membuat Shui Yan mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ayo, Tuanku. Atau hamba yang turun tangan?" kata roh suci naga air dari dalam.


"Terserah kau lah, Shui Long," jawab Cek Pei.


"Panglima berbicara dengan siapa, di antara kami tidak ada yang bernama Shui Long?" tanya Shui Yan.


"Maaf, aku bicara dengan roh suci di dalam diriku, Shui Yan," jawab Cek Pei sambil tersenyum.


"O...," Shui Yan tampak tambah kelinglungan.


"Ayo, tunggu apalagi!" ujar Sin Yin sambil menghunus pedangnya dan melesat menyongsong puluhan prajurit iblis siluman singa yang berlarian kearah mereka.


"Hiyaaat.....!" jerit melengking tinggi keluar dari mulut Sin Yin, pedang di tangannya langsung bergerak cepat menebas dan menikam setiap siluman singa yang mencoba menyerangnya.


Di bekali kekuatan dari kristal biru, para prajurit Kerajaan Timur itu dengan begitu sigap dan lincah menghadapi setiap terkaman puluhan bahkan ratusan iblis siluman singa itu.


Dalam waktu singkat puluhan iblis siluman singa itu bergelimpangan di tanah, namun saat prajurit khusus itu berhadapan dengan manusia setengah singa itu mereka mulai bermentalan karena tubuh Iblis singa setengah manusia itu ternyata kebal terhadap pedang.


"Akgh....!!" beberapa orang prajurit itu tampak terpental setelah menangkis serangan iblis siluman singa setwngah manusia yang memiliki tubuh besar dan tinggi itu.


"Kalian mundurlah, biar aku yang akan menghadapi mereka!" kata Cek Pei setelah membantu salah seorang prajurit.


"Hoaaaarrrk......! Roaaaarrrekkk.....!"


Tiba-tiba di udara muncul seekor naga yang cukup besar langsung mengibaskan ekornya kearah pasukan iblis singa berbentuk setengah manusia itu.

__ADS_1


Naga itu adalah roh suci naga air milik Cek Pei, naga itu langsung merubah wujudnya ke dalam wujud manusia dengan pakaian zirah perang berwarna perak. Sebatang tongkat pedang tampak tergenggam di tangannya.


"Tuanku, iblis singa setwngah maunsia itu kebal dengan pedang biasa. Gunakan jurus pedang naga dengan tenaga dalam tingkat tinggi," ucap roh suci naga air, Shui Long.


"Baiklah," jawab Cek Pei singkat, setelah itu Cek Pei tampak meningkatkan tenaga dalamnya, hingga pedang baja hitam di tangannya mengeluarkan sinar putih berpijar.


"Hiyaaat....!" Cek Pei dan roh suci naga air, Shuilong melesat bagaikan kilat ke arah puluhan iblis siluman singa yang berwujud setengah manusia raksasa itu.


Roh suci naga air Shuilong pun tampak mengerahkan kekuatan yang cukup tinggi pada tongkat pedangnya, pedang yang ada di ujung tongkat itu tampak mengeluarkan sinar berwarna putih kemerahan.


Sementara Panglima Lau Feng dan puluhan prajurit khusus Kerajaan Timur yang terpukul mundur menghadapi iblis singa raksasa, mereka tetap bertarung dengan siluman singa yang berbentuk singa yang bertubuh sedang.


Roh suci naga es Sin Yin pun tidak ketinggalan, kedua roh suci milik kedua pendekar dari negeri Delapan Mata Angin itu memilih bertarung dalam wujud manusia, karena jika mereka bertarung dalam wujud naga. Mereka berdua bisa membahayakan para prajurit yang bertempur bersama mereka.


"Panglima Lau Feng, gunakan tenaga dalam pada pedang kalian menghadapi iblis singa yang kebal terhadap pedang!" seru Sin Yin sambil berkelebat cepat menghabisi dua iblis singa yang ada di samping Panglima Lau Feng.


Panglima Lau Feng hanya sempat mengangguk menjawab saran dari Sin Yin, karena ia dan para prajuritnya sibuk menghadapi serangan iblis siluman singa yang terus berdatangan.


Memang mereka memiliki kekuatan baru yaitu kekuatan dari batu kristal biru, namun melihat iblis siluman singa yang terus berdatangan membuat Panglima Lau Feng dan para prajuritnya hampir kehilangan keberanian mereka.


Jika saja Cek Pei dan Sin Yin tidak ada di sana bersama kedua roh suci naga air dan naga es, mungkin Panglima Lau Feng dan para prajuritnya telah memilih mundur. Namun melihat Cek Pei dan Sin Yin yang begitu bersemangat menghabisi para iblis siluman singa itu, semangat dan keberanian mereka kembali membara.


Sementara Cek Pei dan Sin Yin bersama dua roh sucinya terus menghabisi singa setengah manusia raksasa itu, setiap kelebatan gerakan mereka berempat satu iblis singa itu jatuh dan tewas. Walau mereka juga harus menghindari srengan para iblis itu yang cukup besar.


Apalagi senjata musuh-musuh mereka adalah godam berduri, jika mereka sempat terkena. Maka akan cukup fatal akibatnya.


.


.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2