
Pertarungan Cek Pei dengan Wang Man Chu semakin sengit, dan berjalan begitu cepat, kedua pemuda itu saling mencoba mendesak. Sampai akhirnya sebuah tendangan kaki Cek Pei berhasil mengenai tubuh Wang Man Chu lagi.
"Aakh..!"
Wang Man Chu terpental ke belakang hingga menabrak pembatas gelanggang.
Brak!
Pembatas gelanggang itu langsung patah menjadi dua. Wang Man Chu terpental jatuh ke depan para penonton.
"Ukh..!"
Wang Man Chu tampak terbatuk sambil melompat bangkit, darah mengalir dari sudut bibirnya. Tiba-tiba cahaya putih menyelubungi tubuh Wang Man Chu dari ujung kaki hingga kepala.
"Tuanku, kenapa kau tidak menggunakan kekuatanku?" terdengar suara menggiang di telinga Wang Man Chu. Suara itu hanya bisa ia dengar sendiri. Suara itu adalah suara roh suci naga terbang.
"Tidak naga terbang, pertarungan kami adil, tanpa menggunakan kekuatan dari roh suci, lagian aku sudah di kalahkan," batin Wang Man Chu sambil cepat berdiri tegak.
"Pemenang adu ketangkasan adalah Cek Pei! Selanjutnya adalah pertandingan kekuatan roh suci yang mereka miliki," kata juri penengah itu dengan begitu lantang.
Cek Pei, melompat keluar gelanggang, dan menghampiri Wang Man Chu, "Maafkan aku kawan, aku terlalu terbawa suasana hingga tidak bisa mengontrol seranganku,," ucap Cek Pei.
"Tidak apa-apa, Cek Pei. Ini adalah pertarungan, walau bukan pertarungan yang sebenarnya. Kita tetap harus serius mengggunakan kekuatan kita," jawab Wang Man Chu sambil tersenyum, "Mari kita lanjutkan!" tambahnya lagi.
Wang Man Chu dan Cek Pei kembali ke atas panggung gelanggang kompetisi itu, keduanya kembali ke sudut tempat mereka masing-masing.
__ADS_1
Wang Man Chu tanpa di perintah langsung mengangkat kedua tangannya, cahaya putih keperakan mengalir dari kedua tangannya, cahaya itu mulai mengumpul membentuk bulatan. Bulatan itu tidak lama kemudian membesar dan mengambang ke udara.
Begitu cahaya itu menghilang, seekor naga putih tampak mengepakkan sayapnya di atas kepala Wang Man Chu. Naga itu adalah roh suci Wang Man Chu, naga itu yang membuatnya jadi pemegang juara kompetisi selama dua tahun berturut-turut.
Di sudut sebelah Wang Man Chu. Terlihat Cek Pei melakukan hal yang sama, pemuda itu mengerahkan kekuatannya untuk memanggil roh sucinya, bagi pemula atau masih baru. Seorang pengguna roh suci harus menggunakan kekuatan tenaga dalamnya atau yang di kenal dengan sebutan chi di negeri cina. ( Tapi author di sini masih menggunakan kata tenaga dalam ).
Setelah melakukan semua prosesnya, roh suci Cek Pei pun keluar dan ikut mengambang di atas tuannya. Seekor naga putih kehijauan terbang berputar di atas panggung gelanggang itu.
"Hoaaarrr....!"
Auman naga air sambil terbang memutar.
"Hoaaarrr......!"
Roh suci Wang Man Chu pun membalas auman itu, keduanya tampak saling berhadapan di udara.
"Salam kenal kembali naga awan putih, roh suci Tuan Cek Pei," jawab naga air sambil bergerak melingkari Cek Pei. Kepalanya di disejajarkan dengan kepala Cek Pei.
"Ayo kita mulai naga air...!" tantang naga awan putih langsung bergerak maju. Naga air pun melesat setelah memutari tubuh tuannya.
"Crak!
Kedua naga itu mengadu cakar mereka di udara.
Angin kencang bagaikan angin torpedo berputar di buat putaran tubuh kedua naga yang sedang adu kecepatan, dan ketangkasan.
__ADS_1
Setelah cukup lama keduanya saling mencoba mencakar, namun mereka selalu berhasil menangkis serangan masing-masing.
Kedua naga bergerak mundur di udara, keduanya pun saling menyemburkan api dari mulut mereka. Pijar api keluar dari mulut keduanya dan bertemu di tengah.
Wurrr....!!
Srrrrr.....!!
Setelah cukup lama, naga air Cek Pei sudah kehabisan tenaga, karena naga air roh suci Cek Pei berumur lebih muda di banding naga awan putih Wang Man Chu.
"Pemenang adu kekuatan roh suci di menangkan oleh naga awan putih Wang Man Chu!" kata juri penengah mengumumkan pemenang pertandingan itu.
"Karna kedua pendekar kita satu sama, maka akan di adakan pertandingan tambaha. untuk menentukan pertandingan itu. Kami serahkan pada ketua panitia penyelenggara kompetisi tahunan ini," kata juri penengah.
"Sambil menunggu pertandingan tambahan, kita lanjutkan kompetisi yang selanjutnya yaitu Wa Hua Wa dari Sekte Api melawan Sin Yin dari Sekte Es dan Air. Keduanya di persilahkan menaiki panggung!"
Wa Hua Wa yang hendak menyambut Cek Pei, langsung menuju ke arah panggung gelanggang kompetisi itu, dari arah sudut kanan.
Sedangkan Sin Yin menaiki panggung itu dari sudut kiri. Keduanya kini telah saling berhadapan di tengah gelanggang kompetisi tahunan itu.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Mohon bantuannya bagi yang menyukai novel ini. Rate, Hadiah, Like, Koment dan Votenya teman-teman. Terima kasih banyak.