Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Iblis Kilat Menyerah


__ADS_3

"Hooaaarkh....!" Iblis Kilat menggeram marah memandang kearah Cek Pei yang sudah ada di depannya. Sedangkan Sin Yin sudah berada di belakang dengan pedang terhunus.


Iblis Kilat mengedarkan pandangannya ke segala arah, berharap masih ada iblis singa yang masih hidup. Namun semua iblis singa yang berjumlah ratusan kini telah musnah di kalahkan oleh Cek Pei, Sin Yin dan Panglima Lau Feng bersama para prajuritnya.


Saat ini melarikan diri tidak mungkin lagi, menyerah pada manusia apakah hal memalukan? Itulah yang terbesit di benak Iblis kilat. Namun saat ia menyadari, mungkin hanya ia yang tersisa dari tujuh iblis perut bumi.


Cek Pei melesat dengan pedang di samping tubuhnya siap menebas, namun Cek Pei terhenti ketika Iblis kilat tiba berlutut langsung meminta ampun.


"Ampuni hamba, Tuan. Biarkan hamba hidup," ucap Iblis Kilat memohon.


"Heh, Iblis Kilat. Kenapa kau meminta ampun? Apa yang terjadi?" ujar Cek Pei.


"Hamba akan mengabdikan diri pada tuanku, asal hamba tidak di bunuh," kata Iblis Kilat tanpa berani mengangkat kepala.


"Hmm....! Hati-hati, Cek Pei. Bisa saja dia berpura-pura," kata Sin Yin masih menaruh curiga.

__ADS_1


"Apa jaminanmu, jika kau tidak menghianati kami saat bertemu pasukan iblis yang lain?" kata Cek Pei tanpa mengendurkan kewaspadaannya.


"Nyawa hamba, Tuanku. Tuan boleh membunuh hamba, jika hamba berhianat," jawab Iblis Kilat lagi.


"Baik, ingat kau harus memegang janjimu. Aku tidak akan berbelas kasihan lagi!" kata Cek Pei tegas.


"Nyawa hamba taruhannya, Tuanku," ucap Iblis Kilat.


"Bangunlah, kau harus membawa kami kembali ke tengah hutan saat kau melarikan diri!" perintah Cek Pei.


"Tuanku, apa tidak salah kita bekerja sama dengan iblis itu?" roh suci naga air agak ragu.


"Tidak apa, Shuilong. Kita lihat saja dulu, jika dia berubah arah kau boleh memanggangnya dengan semburan apimu," jawab Cek Pei sambil tersenyum.


Tanpa mempedulikan Cek Pei dan roh suci naga air, Shuilong. Iblis kilat langsung membuka pintu dimensi seperti yang diperintahkan oleh Cek Pei.

__ADS_1


"Tampaknya dia bisa di percaya," kata Sin Yin setelah melihat hutan tempat pertarungan mereka dengan tujuh iblis perut bumi beberapa hari yang lalu.


"Ayo, Shuilong, kita kembali ke Kerajaan Yin dan Yang. Paman Lau Feng, sampaikan salam saya para kaisar. Saya tidak bisa berlama-lama disini. Pasukan Kerajaan Yin dan Yang sedang mengadakan perlawanan terhadap pasukan iblis yang menyerang kami," kata Cek Pei sambil memandang kearah Panglima Lau Feng.


"Cek Pei, aku tidak menyangka kita akan berpisah secepat ini. Aku ingin pergi ke Kerajaan Yin dan Yang untuk membantu, tapi kerajaan Timur ini membutuhkan kami untuk membangun Kerajaan Timur yang telah hancur oleh iblis singa itu," kata Lau Feng.


"Panglima Cek Pei, jika kami telah selesai dengan semua urusan kami disini. Kami akan menyebrang ke Kerajaan Yin dan Yang membantu Panglima Cek Pei," timpal Shui Yan.


"Kerajaan Timur saat ini sangat membutuhkan kalian, jika kalian punya kesempatan membantu. Kami juga tidak keberatan," jawab Cek Pei sambil tersenyum.


"Kami akan senang hati membantumu, Cek Pei. Kau adalah pahlawan bagi negeri Timur ini, jasamu tidak akan kami lupakan. Tanpa bantuan mu, belum tentu kami bisa mengalahkan iblis singa yang begitu banyak dan bukan tandingan kami," kata Panglima Lau Feng lagi.


"Baiklah, Paman. Saya kembali dulu, jika ada umur panjang dan kesempatan kita pasti bertemu lagi," kata Cek Pei sambil memeluk Panglima Lau Feng, setelah berpamitan pada seluruh prajurit khusus Kerajaan Timur Cek Pei dan Sin Yin langsung memasuki lobang cacing yang di buat oleh Iblis Kilat itu.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2