Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Penguasa Roh Suci Harimau Taring Panjang


__ADS_3

Wu Tong Qian melompat dengan kedua tangan membentuk cakar, suara gerakan tangannya menderu mengeluarkan hawa panas menyengat kulit.


Srass..!


Cahaya kemerahan menyelubungi telapak tangan Wu Tong Qian yang membentuk cakar itu, hawa panas cukup menyengat kulit. Kekuatan Wu Tong Qian telah di gunakan. Laki-laki itu segera menggunakan arus tenaga roh suci Harimau bertaring panjangnya.


"Hup!"


Cek Pei menyongsong dengan kedua telapak tangan yang membentuk cakar, tapi dari telapak tangan pemuda itu keluar cahaya putih bening, hawa yang menyebar dari telapak tangannya pun mengeluarkan hawa dingin yang begitu sejuk, bak angin salju.


Crasss..!


Buuummm!


Cakar Wu Tong Qian mengenai tanah di bawah tempat Cek Pei berdiri tadi, tanah itu menyembur ke udara. Sehingga debu-debu berterbangan. Namun Cek Pei sudah tidak ada di sana. Pemuda itu melesat sebelum cakaran Wu Tong Qian mengenai tanah tempat ia berpijak itu.


"Hebat juga kau anak muda. Kau bisa menghindari cakar harimau menangkap mangsaku," kata Wu Tong Qian setelah melompat bangkit.


"Seranganmu, boleh juga, Kisanak," jawab Cek Pei dengan tenang.


"Heaaa..!"


Wu Tong Qian kembali melompat ke arah Cek Pei dengan kedua tangan menderu membentuk cakar mengarah ke kepala. Cek Pei kali ini tidak menghindar lagi, kedua tangannya bergerak cepat menapaki serangan Wu Tong Qian itu.


Trek!


Cras!


"Ahk!"


Wu Tong Qian mengeluh tertahan sembari menarik tangannya ke belakang dan melompat mundur. Lengan kanan Wu Tong Qian yang terkena sambaran jemari Cek Pei yang membentuk cakar itu tampak terluka dan mengeluarkan darah.


"Bajingan!" dengus Wu Tong Qian menggeram marah, telapak tangan kirinya mendekap luka di lengan kanannya. Beberapa saat kemudian darah sudah tidak mengucur lagi dari luka di tangan laki-laki itu, lukanya pun sudah menutup.


"Kau harus membayar dengan nyawamu, anak muda," berang Wu Tong Qian sambil menghunus pedang besar berwarna hitam di balik punggungnya.


Sring!


Wut!


Wut!


Pedang yang begitu besar itu di mainkan oleh Wu Tong Qian dengan begitu ringan bagai memainkan sebuah golok kecil, pertanda laki-laki itu memiliki tenaga dalam yang cukup tinggi.


Sret!


Cek Pei pun segera menghunus pedang baja putih dari balik punggungnya, sinar keperakan tampak membias dari mata pedang itu.

__ADS_1


Wu Tong Qian memamerkan kepiawaiannya dalam memakai pedang besar berwarna hitam di tangan kanannya.


"Heaaa...!"


Wut!


Wut!


Pedang besar di tangan Wu Tong Qian menimbulkan suara ribut memecah udara. Hawa panas kembali menyebar di sekitar tempat pertarungan itu. Wu Tong Qian mengayunkan pedang besarnya ke arah kepala Cek Pei dari arah atas dengan begitu cepat.


Trang!


Cek Pei cepat melintangkan pedang baja putihnya di atas kepala, suara dentingan kedua pedang itu terdengar begitu keras. Walsu pedang di tangan Wu Tong Qian jauh lebih besar di banding pedang baja putih di tangan Cek Pei itu. Namun pedang besar itu tidak mampu mengalahkan pedang baja putih, Cek Pei.


"Hiyaaa!"


Teriakan nyaring keluar dari mulut Cek Pei sambil mendorongkan pedang baja putih di tangannya. Sentakan Cek Pei itu di sertai pengerahan tenaga dalam yang cukup tinggi. Wu Tong Qian tersentak kaget, ia berusaha menekan kembali sentakan pedang Cek Pei. Namun tenaga dalamnya kalah di bandingkan tenaga dalam yang ia miliki pemuda dari Sekte Api itu.


"Huh!"


Wu Tong Qian menggeram marah karena ia berhasil di desak oleh seorang pemuda yang jauh lebih muda darinya. Wajah Wu Tong Qian sampai memerah karena terlalu memaksakan diri mengerahkan tenaga dalam.


Wu Tong Qian sudah menggunakan tenaga dalam dari roh suci yang ia miliki, tapi tetap saja ia masih kalah.


"Hebat. Kenapa anak muda ini begitu kuat, jangan-jangan dia memiliki kekuatan roh suci yang lebih kuat dariku," desis Wu Tong Qian dalam hati.


"Kau berasal dari sekte mana anak muda?" tanya Wu Tong Qian sambil menurunkan pedang besarnya ke arah kanan.


"Hmm... Baikkah, agar kau tidak penasaran, akan ku beri tahu. Aku dari Sekte Api," jawab Cek Pei seraya melintangkan pedangnya ke arah samping di depan dada.


"Kau memiliki roh suci jenis apa?"


"Waduh. Kisanak, pertanyaanmu terlalu mendetail seperti seorang penyelidik. Tapi aku bukan orang jahat, akan ku jawab semua pertanyaanmu. Roh suci yang ku miliki adalah roh suci naga air, apakah roh sucimu harimau taring panjang, kisanak?" jawab Cek Pei sambil tertawa.


"Ku akui kau cukup hebat, kau bisa mendesakku. Tapi kau perlu tahu ini adalah Pulau Larangan, tempat dan sarang para perompak. Kalian tidak akan lolos hidup-hidup dari tempat ini," ujar Wu Tong Qian lagi.


"Kami kesini tidak mencari permusuhan dengan para perompak. Kami kesini cuma mencari informasi yang kami butuhkan," jawab Cek Pei kalem.


"Sekarang bersiaplah... Aku akan mengirimkan mayatmu ke Sekte Api! Heaaa...!"


Wu Tong Qian mengayunkan pedangnya ke arah Cek Pei dari kejauhan, sebuah cahaya merah membentuk pedang menderu ke arah pemuda berpedang baja putih itu.


Wuss!


Blaaamm...!!


Tanah di sekeliling tempat Cek Pei berpijak tampak menyembur ke udara, setelah ledakan besar ketika cahaya membentuk mata pedang berwarna merah menghantam tanah. Namun begitu debu dan tanah menghilang di tiup angin.

__ADS_1


Cek Pei tidak mengalami suatu apa pun, pemuda itu berdiri tegak di atas gundukan tanah berpasir dengan tubuh di selubungi cahaya putih kehijauan. Sedangkan tanah di sekeliling tempat Cek Pei berpijak itu tampak membentuk kawah kecil sedalam pinggang orang dewasa.


"Hebat! Pemuda itu sanggup menahan jurus 'Pedang Api'. Wu Tong Qian!" gumam Ming Tan, perompak berkepala botak itu tersurut mundur dua tindak, "Wajar kalau Lee Tong tewas di tangan pemuda dari Sekte Api itu,"


"Ka... Kau masih hidup. Tidak mungkin?!"


"Seranganmu itu hanya bisa membunuh semut, kisanak. Seranganmu itu belum bisa menyentuhku," kata Cek Pei berusaha memancing amarah Wu Tong Qian.


"Syukur aku memakai ilmu 'Tirai Naga'. Jika tidak aku akan hancur berkeping-keping seperti tanah itu," bisik Cek Pei dalam hati.


"Harimau taring panjang.. Keluarlah...!"


Teriak Wu Tong Qian seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada setelah menancapkan pedang besarnya ke tanah.


Wuss!


Seekor harimau taring panjang berwarna hitam langsung muncul di samping Wu Tong Qian. Harimau taring panjang itu cukup besar, tubuhnya mencapai sebesar gajah remaja. tinggi tubuhnya sekitar tiga meter setara dengan satu tombak setengah.


"Haauuumm......!!"


Auman harimau putih itu menggema di daerah pantai Pulau Larangan itu.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa dukung novel ini ya teman-teman.


Rate


Hadiah


Like


Koment


Favoritnya ya teman-teman


Terima kasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2