
Ribuan pasukan iblis yang tampak ingin mengejar ke arah pasukan prajurit Kerajaan Yin dan Yang yang di tarik mundur, namun para pendekar yang memiliki roh suci langsung mengikuti Wong Mo Gei yang memanggil roh suci raja naga api.
Puluhan roh suci tampak beterbangan dan berkeliaran di bagian baris depan pertempuran.
Matahari yang mulai condong ke arah barat, cahaya menerpa bumi, medan perang yang kini di penuhi mayat, baik dari kalangan manusia maupun para iblis.
"Kita tampaknya harus bertahan, atau harus mundur lagi, Paman?" tanya Panglima Tio Bu Ki pada Tian Shan.
"Melihat keadaan para prajuritmu yang hampir separuh tewas dari semalam, kemungkinan kita harus mundur lebih jauh, Bu Ki, tapi untuk saat ini kita kirim para prajurit yang terluka pulang ke istana lebih dulu, perintahkan salah seorang jendralmu untuk mengepakuasi para penduduk di wilayah Sekte Batu ke tempat yang lebih aman. Aku akan meminta bantuan para pendekar untuk mencoba bertahan menjelang esok hari," jawab Tian Shan.
"Ya, para prajurit yang terluka telah mulai di kirim pulang ke istana, sesuai perintah paman aku akan memerintahkan salah seorang jendralku untuk melakukan pengawasan dan membantu para penduduk mengungsi," kata Tian Shan.
Panglima Tio Bu Ki memerintahkan jendral Zizi Long untuk mengawasi dan membantu para penduduk di Sekte Batu untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kaisar Cong Ming, akhirnya memerintahkan prajurit dari istana untuk menyiapkan kemah di dalam kota Yin dan Yang, para pengungsi di arahkan ke dalam kota.
menjelang sore iring-iringan para pengungsi sudah mulai memasuki gerbang kota Yin dan Yang, para penduduk kota Yin dan Yang tanpa di perintah mempersiapkan dapur umum untuk para pengungsi. Lebih dari seribu orang rakyat Sekte Batu mengungsi ke dalam kota, penjagaan di gerbang kota pun kini diperketat.
Keadaan yang kini mencekam tampaknya bukan hal yang jadi pikiran para penduduk kota Yin dan Yang, mereka seakan tanpa masalah menyiapkan semuanya secara gotong royong.
.
Kini di perbatasan hutan larangan dan Sekte Batu pasukan yang bertahan bersama para pendekar dari tujuh sekte masih bertahan, serangan para roh suci yang di pimpin raja naga api siang tadi berhasil memukul mundur pasukan iblis yang menyerang.
Keberadaan raja naga api sebagai roh suci terkuat membuat para roh suci lain seakan mendapat kekuatan baru.
Begitu pun dengan para pendekar dari tujuh sekte, sampai saat ini mereka masih mampu bertahan, walau sudah lebih dari lima ribu prajurit yang tewas dan terluka. Namun pasukan iblis juga banyak yang tewas termasuk beberapa petinggi mereka.
****
Sementara itu jauh di dalam gerbang iblis, Pangeran Naga Hitam telah mempersiapkan pasukan dari seluruh sekte iblis yang terdiri dari tujuh sekte iblis.
Kekalahan mereka dalam dua kali serangan pertama membuat Pangeran Iblis Hitam langsung turun tangan mempersiapkan pasukan.
"Pasukanku, kita akan menguasai dunia manusia, seratus tahun sudah semenjak kekalahan kita dulu, kali ini kita akan jadikan manusia sebagai santapan makan kita, kita tidak boleh kalah kali ini!"
"Habisi manusia...! Habisi manusia...!"
__ADS_1
Jawaban menggema dari pasukan tujuh sekte iblis, tidak kurang dari dua ratus ribu pasukan iblis yang ada di pelataran istana naga iblis, Kaisar naga iblis tampak mendampingi sang putra di depan istana naga iblis yang begitu megah.
"Para jendralku, persiapkan pasukan kalian. Esok adalah hari penyerangan secara besar- besaran!" perintah Pangeran Naga Hitam.
"Pasukan kami tinggal menunggu perintah, Pangeran," jawab Panglima Iblis Naga Merah.
"Bagus, esok pagi begitu matahari terbit kita sudah berada di luar pintu dimensi semua!"
"Siap, Pangeran...!!"
Jawab Para jendral iblis serentak.
"Apa semua pasukanmu telah siap, Anakku?"
Raja naga iblis tiba-tiba bertanya pada sang putra.
"Tentu saja, Ayahanda, tapi pasukan Sekte Naga Iblis adalah pasukan penyerang yang terakhir, Ayahanda," jawab Pangeran Naga Hitam.
"Bagus, kali ini kau harus memastikan pasukan kita bisa menaklukkan negeri Yin dan Yang,"
Tentu saja, Ayahanda,"
.
Sementara itu di perkemahan para pendekar di daerah perbatasan hutan larangan dan Sekte Batu, setelah menarik mundur pasukan yang terluka ke istana, kini pasukan Kerajaan Yin dan Yang mendapat bantuan dari istana lagi. Sekitar tiga puluh ribu pasukan dari istana telah datang malam ini, kini hampir semua kekuatan pasukan Kerajaan di kerahkan.
Di dalam perkemahan, Tian Shan bersama Panglima Tio Bu Ki dan seluruh pendekar dan para jendral mempersiapkan taktik perang untuk menghadapi serangan pasukan sekte iblis yang selanjutnya.
"Berapa jumlah pasukan kita saat ini, Panglima?" tanya Tian Shan.
"Saat ini pasukan kita ada sekitar enam puluh ribu prajurit, Paman," jawab Panglima Tio Bu Ki.
"Jadi seluruh kekuatan kerajaan sudah di kerahkan?"
"Sepertinya Kaisar, hampir mengosongkan istana, Paman,"
"Bagaimana pasukan kita yang terluka?"
__ADS_1
"Dari laporan jendral Mu Rong, pasukan yang terluka telah mendapat perawatan di rumah sakit istana,"
"Bagaimana dengan pengungsi?"
Pengungsi telah di relokasi di dalam kota, Semua telah di persiapkan oleh rakyat dan para prajurit di sana,"
"Bagus, sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana taktik kita menghadapi serbuan pasukan iblis?" kata Tian Shan sambil mengelus jenggotnya yang telah memutih, mata laki-laki itu memandang ke atas peta yang terpampang di atas meja.
"Jujur, saya juga bingung, Paman. Bagaimana cara kita menghadapi serbuan pasukan iblis yang tak punya rasa takut itu. Kemarin saja, jika tidak ada raja naga api dan roh suci, tentu pasukan kita sudah habis di bantai oleh pasukan sekte iblis," kesah Panglima Tio Bu Ki.
"Apa para jendral dan pendekar yang lain, punya saran? Jika ada katakan saja, mungkin kita bisa cari solusi yang terbaik," tambah Panglima Tio Bu Ki lagi.
"Maaf, Panglima, Kakek, Ini menurut saya. Jika esok saat penyerangan kita mengalami kesulitan, sebaiknya cepat tarik mundur pasukan dan kita bertahan di batas Sekte Batu dengan Sekte Tanah, jika kita masih terdesak cepat ungsikan penduduk di Sekte Tanah, untuk mengurangi korban," Wong Mo Gei mengeluarkan suara sambil menjura memberi hormat.
"Bagus, Cucuku, Kau memang seorang yang cerdas. Aku rasa saran dari Wong Mo Gei bisa kita terima, karena pemikiran Wong Mo Gei memikirkan orang banyak," jawab Tian Shan.
"Aku setuju dengan Paman Tian Shan, rencana Wong Mo Gei bagus, dia langsung memikirkan apa yang akan terjadi," imbuh Panglima Tio Bu Ki, "Mu Rong, esok pagi kirim surat kilat ke istana, sampaikan pada Kaisar tentang rencana kita, kita harus menggantisipasi kekalahan, dan memperkecil korban di pihak rakyat,"
"Baik, Panglima," jawab Jendral Mu Rong.
.
.
Bersambung....
Jangan dukung novel ini ya teman-teman.
Dengan
Hadiah.
Rate.
Like.
Koment.
__ADS_1
Dan Votenya.