
Wa Hua Wa yang sedang berhadapan dengan salah satu dari Tujuh Iblis Perut Bumi, yaitu Iblis Lahar Merapi.
"Aku harus segera merapal jurus 'Pedang Naga Mengitari Hujan'." gumam Wa Hua Wa seakan berbicara dengan dirinya sendiri.
Gadis cantik berambut merah itu langsung meningkatkan tenaga dalamnya ke arah lengan kanan yang jemarinya menggenggam pedang baja putih.
'Pedang Naga Mengitari Hujan'.! Hiyaaa...!" jerit melengking tinggi keluar dari mulut Wa Hua Wa sambil menggenggam erat pedang baja putih.
Cahaya putih mulai menyelimuti seluruh batang pedang baja putih di tangan Wa Hua Wa, secepat kilat Wa Hua Wa melesat ke arah depan sambil mengayunkan pedangnya ke arah Iblis Lahar Merapi, Rong Yan mo.
"Hoaarrkh...!" Iblis Lahar Merapi berusaha menyerang Wa Hua Wa melesat ke arahnya sambil melecutkan cambuk hitam dengan ujung merah.
Jger!
Namun Wa Hua Wa begitu cepat berkelit dan menyabetkan pedangnya secara melintang ke arah Iblis Lahar Merapi, Rong Yan mo.
Swoss!
Cahaya putih membentuk mata pedang meluncur cepat ke arah depan.
Blaaasss.....!!
Cahaya putih itu tepat menghantam Iblis Lahar Merapi yang belum sempat bergerak.
"Hoaarrkh....!" Iblis Lahar Merapi, Rong Yan mo meraung ketika cahaya putih itu menghantam tepat tubuh secara menyamping. Iblis Lahar Merapi terdorong mundur sekitar empat langkah.
Begitu Iblis Lahar Merapi, Rong Yan mo hendak bergerak maju, tubuhnya mulai terasa kaku dan dingin.
"Hoaarrkh...! Apa ini..?" Iblis Lahar Merapi, Rong Yan mo hanya mampu meracau tanpa bisa bergerak lagi akibat jurus pedang Wa Hua Wa itu.
"Tuanku... gunakan jurus 'Pedang Naga Penghancur'. kata roh suci naga terbang dari dalam.
"Hmm.... Baiklah..," gumam Wa Hua Wa sebelum melesat bagai kilat ke arah Iblis Lahar Merapi, Rong Yan mo yang tampak kaku tidak bergerak.
Blaaarrr......!!
Tubuh Iblis Lahar Merapi, Rong Yan mo langsung hancur berkeping-keping bagai sebuah batu yang pecah.
"Hoaarrkh....!!" Iblis Perut Bumi yang lain mengembor marah melihat salah satu temannya tewas dalam keadaan hancur berkeping-keping.
Iblis batu merah meraung marah sembari melompat ke arah Wa Hua Wa sambil mengayunkan senjatanya yang membentuk gada besar terbuat dari batu lahar dingin.
__ADS_1
Buuumm...!!
Wa Hua Wa cepat melesat menghindari pukulan gada batu Iblis Batu Merah Hong Yan mo.
"Hooiaaarkh....! Ku bunuh kau manusia....!" teriak marah Hong Yan mo melihat pukulan gadanya hanya menghantam tanah.
"Hup!" Wa Hua Wa bergerak cepat setelah menjejak tanah di belakang Iblis Batu Merah Hong Yan mo sembari mengayunkan pedang baja putih secara menyamping.
Trang!
"Heh!" Wa Hua Wa tersentak kaget ketika pedang baja putih miliknya tidak mempan terhadap tubuh Iblis Batu Merah, Hong Yan mo.
"Haarkh...!" Iblis Batu Merah Hong Yan mo langsung mengayunkan gada batu dengan begitu cepat ke arah Wa Hua Wa.
"Hup!"
Wa Hua Wa cepat melentingkan tubuhnya ke belakang menghindari pukulan gada batu Iblis Batu Merah yang mengarah ke kepalanya.
"Kurang ajar! Tubuhnya tidak mempan terhadap pedangku, Feilong!" kata Wa Hua Wa pada Feilong roh sucinya.
"Tuanku harus menggunakan jurus pedang yang memiliki daya penghancur, jika hanya pedang tanpa di salingi kekuatan pukulan. Tubuh Iblis itu tidak akan tergores, Tuanku," jawab roh suci naga terbang.
"Tampaknya harus menguras tenaga dalam, Feilong!" ujar Wa Hua Wa sambil meningkatkan tenaga dalamnya.
"Saat ini bantu saja dengan tenaga dalam dulu, Feilong, saat aku membutuhkan kau keluar. Aku akan memanggilmu," jawab Wa Hua Wa.
"Baik, Tuanku. Hamba akan mengirim tenaga pada Tuanku," sahut Feilong roh suci naga terbang lagi. Roh suci naga terbang pun segera memberikan bantuan tenaga dalam pada Wa Hua Wa.
"Hah...!" Wa Hua Wa merasakan hawa tenaga dalam yang di alirkan oleh roh suci naga terbang Feilong.
"Terima kasih, Feilong," ucap Wa Hua Wa yang mulai menggunakan tenaga dalamnya untuk menyiapkan jurus 'Pedang Naga Penghancur'. tingkat tiga. Naga Menghancurkan batu.
Iblis Batu Merah Hong Yan mo bergerak ke arah Wa Hua Wa dan berniat menyerang.
Begitu Iblis Batu Merah mengayunkan gada batunya Wa Hua Wa dengan cepat melesat menghindar.
"Huh..., kau tidak memberiku kesempatan, Iblis!" dengus Wa Hua sambil melompat menjauh.
Buuumm!
Lagi-lagi pukulan gada Iblis Batu Merah Hong Yan mo hanya mengenai tanah. Iblis Batu Merah menggeram marah karena pukulannya berhasil di hindari.
__ADS_1
"Hiyaaa.....!" pekikan Wa Hua Wa terdengar nyaring, seketika itu juga tubuhnya melesat bagai kilat ke arah Iblis Batu Merah Hong Yan mo.
Swoss!
Cahaya merah membentuk mata pedang meluncur deras dari pedang baja putih di tangan Wa Hua Wa. Cahaya itu langsung menghantam tepat ke arah Iblis Batu Merah Hong Yan mo.
Dess!
Blaaarrr....!
Ledakan yang cukup memekakkan telinga terdengar seperti sebuah batu yang meledak terhantam bom, begitulah keadaan tubuh Iblis Batu Merah Hong Yan mo yang langsung hancur terkena pukulan pedang Wa Hua Wa.
Sementara itu Wong Mo Gei yang dari tadi sedang bertarung dengan dua Iblis dari Tujuh Iblis Perut Bumi, tampak telah terlibat pertarungan yang cukup cepat.
Iblis Bara Huo mo dan Iblis Angin Feng mo tampak mengeroyok Wong Mo Gei dengan begitu cepat dan teratur. Serangan kedua iblis itu membuat Wong Mo Gei terus menghindar.
"Tuanku, hamba mulai geram melihat iblis-iblis perut bumi ini. Hancurkan mereka dengan pukulan 'Tinju Naga Api'. Tuanku..," kata roh suci raja naga api Zui Kiang dari dalam.
"Hmm... Feilong... Pukulan 'Tinju Naga Api'. cukup menguras tenaga apalagi di tingkat tinggi," jawab Wong Mo Gei.
"Hanya pukulan tingkat tinggi dari pengguna roh suci yang mampu mengalahkan dan menghancurkan tubuh Iblis Perut Bumi itu, Tuanku.
Mereka mempunyai kekuatan dan ketahanan tubu yang jauh lebih besar di banding iblis yang lain, Tuanku," ucap roh suci naga api, Zui Kiang.
"Hmm.... Baiklah, raja naga. Aku akan gunakan pukulan 'Tinju Naga Api' Kayangan'..," sahut Wong Mo Gei sembari meningkatkan kekuatan tenaga dalam ke arah kepalan tangan kanannya.
Wong Mo Gei harus terus bergerak menghindari serangan kedua iblis perut bumi yang terus berusaha mendesaknya.
"Hiyaaa...!" Wong Mo Gei membentak keras sambil bergerak menyongsong pukulan Iblis Bara Huo mo yang mengarah padanya.
Buuumm....!
Ledakan keras terdengar membahana ketika tinju Wong Mo Gei yang di sertai pukulan 'Tinju Naga Api Kayangan'. beradu dengan kepalan tinju Iblis Bara Huo mo.
"Oorkhh....!" Iblis Bara Huo mo meraung keras ketika terjajar mundur dengan tangan kanan hancur sebatas siku.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. Jejak yang kalian tinggalkan adalah penyemangat author dalam menulis dan meneruskan cerita novel ini. Terima kasih...