
Setelah meningkatkan tenaganya ke tingkat yang cukup tinggi Pendekar dari negeri Tiongkok itu melompat ke arah Wong Mo Gei dengan begitu cepat.
Kecepatan Lau Tianjin hampir tidak dapat di lihat oleh mata manusia biasa, namun dengan ilmu 'Mata Naga'. Wong Mo Gei dapat melihat dengan jelas gerakan dan arah serangan pendekar dari negeri Tiongkok.
Begitu serangan telapak tangan kanan Mojin hampir mengenai dada sebelah kiri Wong Mo Gei dengan menarik sedikit kakinya ke samping kanan.
Wong Mo Gei menghindari serangan Mojin itu, Wong Mo Gei dengan cepat menyorongkan telapak tangan kanannya menapaki serangan susulan telapak tangan kiri Pendekar Lau Tianjin yang mengincar dada kanannya.
Des!
Pendekar dari negeri Tiongkok itu tersurut mundur dua tindak.
"Anak muda ini mempunyai tenaga dalam yang tidak disangka-sangka, mungkinkah dia penguasa roh suci yang begitu kuat sehingga seorang pendekar yang tidak memiliki kekuatan batu merah dan batu permata biru mampu menahan serangan ku," desis Lau Tianjin dalam hati.
Lau Tianjin kembali melesat dengan begitu cepat menyusunkan serangannya ke arah Wong Mo Gei dengan bertubi-tubi, namun dengan begitu gesit putra Zhang Shin Ming Xing itu mampu menghindari dan menapaki setiap serangan Lau Tianjin yang mengarah padanya. Malah dalam beberapa jurus ke depan Wong Mo Gei malah mampu mendesak Lau Tianjin dengan jurus 'Tapak Naga Kayangan tingkat limanya.
Berselang beberapa saat setelah Wong Mo Gei merapal jurus tingkat lima dari jurus Naga Kayangan.
Lau Tianjin mulai terdesak dan sebuah serangan telapak tangan Wong Mo Gei berhasil menghantam dada Lau Tianjin.
Dess!
"Aagkh...!"
Tidak Ayal lagi laki-laki bertubuh sedang itu terpental jauh hingga menghantam pagar gelanggang yang terbuat dari batu itu, batu itu langsung hancur terhantam tubuh Lau Tianjin langsung jatuh bergulingan hingga ke dekat kaki beberapa orang pendekar yang menyaksikan pertarungan itu. Sungguh sulit di cerna oleh mata seorang manusia biasa dan pikiran seorang pendekar yang tidak mempunyai kekuatan seperti Wong Mo Gei.
"Tidak mungkin, sungguh di luar dugaan pemuda itu mampu mengalahkan kecepatan gerakan Lau Tianjin," gumam orang-orang itu. mereka seakan tidak percaya melihat apa yang terjadi dan apa yang ada di ruangan itu, "Mustahil" begitulah pikiran mereka.
__ADS_1
Begitu mudahnya Wong Mo Gei membuat seorang pendekar dari negeri Tiongkok itu terpental padahal kekuatan pendekar dari negeri Tiongkok jika dibandingkan dengan kekuatan ekor binatang kekuatan Lau Tianjin sudah di atas kekuatan seekor badak dewasa.
Lau Tianjin segera melompat bangun, namun ia segera jatuh berlutut sambil menyeka darah yang menyembur dari mulutnya Lau Tianjin segera mengalirkan hawa murni ke arah dadanya untuk mengobati luka dalam yang selama bertahun-tahun ini tidak pernah ia alami.
Setelah berhasil mengobati luka dalamnya secepat kilat Lau Tianjin kembali melompat ke atas gelanggang ke depan Wong Mo Gei.
"Anak muda, sungguh di luar dugaanku jurus yang aku kembangkan selama bertahun di dalam ruangan ketiga ini kau taklukan dengan jurus Tapak Naga yang kau miliki. Rupanya kau sudah memiliki kesaktian dari kitab naga Kayangan," kata Lau Tianjin.
Wong Mo Gei hanya tersenyum tipis mendengar pujian Lau Tianjin itu.
"Maafkan saya yang muda ini, Pendekar karena pukulan saya tadi, Tuan Lau Tianjin mengalami luka dalam," ucap Wong Mo Gei merasa tidak enak hati melukai seorang laki-laki yang jauh lebih tua di atasnya.
"Ha ha ha... Anak muda, aku sudah bertahun-tahun berpetualang malang melintang di dunia persilatan. Namun belum pernah aku mendengar perkataan maaf dari seseorang yang telah melukaiku, jiwamu sungguh mulia anak muda pantas saja jika kekuatan itu," puji Lau Tianjin.
"erima kasih atas pujian, Pendekar. Tapi saya hanya manusia biasa saya juga bisa berbuat kesalahan dan mempunyai kekurangan," jawab Wong Mo Gei.
puji Lau Tianjin lagi.
Sring!
Lau Tianjin langsung menghunus pedang batu biru yang barusan Ia ambil dari dinding gelanggang itu, cahaya biru semburat keluar dari mata pedang berwarna biru itu.
"Pedang mu begitu indah, Tuan Lau Tianjin. Tapi pedang yang saya punya adalah Pedang Naga Kayangan, jujur saya tidak ingin membuat pedang kesayangan mu itu rusak," kata Wong Mo Gei.
"Saya yakin pedang itu sudah kau tempa cukup lama, tidak sampai hati rasanya merusak pedang seindah pedangmu itu, Tuan Lau Tianjin," tambah Wong Mo Gei lagi.
"Anak muda, jika itu yang kau katakan Jujur aku memang sangat menyayangi pedangku ini tapi jika pedangku ini harus berhadapan dengan mustika Pedang Naga Kayangan maka sejujurnya aku akan memilih mundur kekuatan kecepatan ku telah kau kalahkan.
__ADS_1
Maka saat ini kau harus berhadapan dengan orang nomor satu di ruangan ini," jawab Pendekar Lau Tianjin.
Semua pendekar yang ada di dalam ruangan itu tidak ada yang mampu ber kata-kata mereka hanya bisa menatap penuh kekaguman, tidak ada rasa keberanian dari mereka lagi untuk menantang Wong Mo Gei dan teman-temannya. Lau Tianjin yang telah merasa kalah dalam adu kekuatan dan adu kecepatan dengan Wong Mo Gei kembali menyarungkan pedang Permata Biru nya kedalam warangka yang ada di tangan kirinya.
Kini pendekar dari negeri Tiongkok itu memilih mundur dan memilih menjadi pengikut Wong Mo Gei.
inilah para para pendekar yang akan mendukungmu dalam menghadapi pasukan iblis dari tujuh sekte iblis yang akan menghancurkan negeri delapan mata angin.
.
.
.
...
Jangan lupa dukung novel ini ya teman-teman.
Rate
Hadiah
Like
Koment
Votenya teman-teman.
__ADS_1
Terima kasih banyak.