Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Iblis Kilat vs Iblis Serigala Perak


__ADS_3

Matahari belum begitu menampakkan diri di ufuk timur, namun ratusan bayangan tampak berkelebat ke arah gerbang Desa Sekte Batu. Bayangan yang bergerak cepat itu adalah ratusan pasukan iblis yang berniat mengadakan serangan dadakan pada pasukan Kerajaan.


Suiiiitt.......!!!"


Suara suitan dan suara burung sebagai peringatan terdengar jelas, para prajurit yang bertugas jaga langsung merapatkan barisan mereka.


Para pendekar pun segera bergerak kebarisan depan termasuk Wong Mo Gei, Cek Pei dan kedua gadis cantik Wa Hua Wa dan Sin Yin.


"Kurang ajar, mereka tampaknya berniat mengalahkan kita!" geram Cek Pei. Sedangkan Wong Mo Gei hanya tersenyum mendengar gerutuan sahabatnya itu.


"Mereka tentu tidak ingin di kalahkan begitu saja, Cek Pei. Pangeran Iblis Merah tidak ingin juga kita mengalahkan mereka dengan begitu mudah," sahut Wong Mo Gei.


"Mereka tidak memberikan waktu pada prajurit dan teman-teman kita untuk serapan pagi ini!" gerutu Cek Pei lagi.


"Kita harus cepat kalahkan mereka! Ayo....!!"


"Baiklah.... Ayo.....!!" Cek Pei hanya tersenyum melihat semangat Wong Mo Gei yang begitu cepat bergerak ke arah barisan depan.


"Hoaaaaarkkk...! Habisi... Mereka.....!!" perintah seorang iblis dengan pakaian putih Keparakan. Iblis itu tampaknya setara dengan seorang jendral perang di sebuah kerajaan.

__ADS_1


Di belakang iblis itu berdiri tidak kurang dari seribu iblis yang terdiri dari Sekte Iblis Siluman yang berbentuk Srigala, harimau dan beberapa macam hewan buas lainnya.


"Auuung.....!!!" terdengar sambutan dan auman iblis srigala yang ada di sana, namun kali ini semua iblis yang ada tampak memakai pakaian zirah besi.


"Tampaknya mereka memang tidak main-main mereka memang berniat menghabisi kita, terlihat dengan pasukan yang dikirim," kata Cek Pei begitu menginjak kaki di samping Wong Mo Gei.


"Namanya saja musuh yang baru saja direbut wilayah yang telah mereka kuasai, tentu saja mereka berniat untuk merebut tempat ini kembali Cek Pei," sahut Wong Mo Gei tanpa menoleh ke arah Cek Pei.


"Tuanku, kita langsung saja hancurkan mereka. Hamba akan menjelma menjadi prajurit naga," kata roh suci raja naga api terdengar menggema tentu saja suara raja naga api yang merupakan junjungan dari para roh suci membuat para roh suci yang ada di dalam tubuh tuannya merespon dengan cepat mereka langsung rata-rata meminta izin tuan mereka untuk keluar menjelma membantu raja naga api.


Dalam waktu yang begitu singkat boleh dibilang sekejap mata puluhan roh suci yang bersemayam di dalam tubuh tuannya telah keluar dan berdiri menjelma menjadi prajurit-prajurit yang tampak begitu gagah dengan pakaian zirah andalan mereka. Di depan sekali roh suci raja naga api tampak berdiri dengan pakaian perang kebanggaannya.


Pasukan prajurit khusus pun telah bersiap siaga dari tadi mereka kini siap membalas menggempur pasukan iblis yang berniat menyerang mereka di pagi buta ini.


matahari tampak mulai memberikan sinarnya di ufuk timur, namun teriakan perintah pertempuran terdengar lantang di wilayah batas Sekte Batu itu di antara rumah para penduduk para pendekar dan para roh suci yang menjelma ini melesat bagai kilat menyusul menghadang serangan para iblis yang tampak begitu bersemangat untuk mengalahkan mereka.


Pagi ini hiruk pikuk pertarungan kini tidak dapat terelakkan lagi, pagi buta namun pertempuran yang sangat sengit terjadi di ujung desa Sekte Batu. Pertarungan antara pasukan manusia yang dibantu oleh para roh suci melawan pasukan iblis tampak begitu hingar -bingar di setiap sudut tanah lapang, tempat lapang tampak terjadi pertempuran dan pertarungan yang begitu sengit dari arah belakang seorang iblis yang dianggap penghianat oleh pasukan sekte iblis, dia adalah iblis kilat salah satu dari tujuh iblis perut bumi tampak dengan gada besarnya merangsang maju.


Tidak tanggung-tanggung iblis kilat langsung mengincar perwira serigala yang tampak berdiri mengawasi pasukannya yang bergerak maju ke arah pasukan kerajaan

__ADS_1


"Ayo iblis serigala perak, akulah lawanmu atau kau tidak berani menghadapiku. Hah!" tantang Iblis Kilat terdengar menggema begitu menjejak kaki dengan suara dentuman di batas gerbang Desa Sekte Batu.


"Bgus Iblis Kilat, dengan menghukummu mungkin aku akan mendapatkan tempat di sisi Pangeran Iblis Merah sebagai para jenderalnya!" jawab Perwira Serigala Perak dengan begitu cepat melompat ke arah Iblis Kilat yang dari tadi tampak memegang gada besar berduri.


Begitu Iblis Serigala Perak hampir sampai ke dekat Iblis Kilat. Iblis kilat bergerak bagaikan kilat yang menyambar gada di tangannya langsung terayun ke arah tubuh Iblis Serigala Perak.


Namun Iblis Serigala Perak juga bukanlah iblis biasa dengan begitu cepat ia mengayunkan gada besar dan panjang berduri berwarna hitam suara dentangan kedua gada terdengar begitu lantang di pagi itu.


Suara dentaman dua makhluk raksasa yang menjejak kaki membuat batu yang ada di samping gerbang sekte batu itu hancur berkeping-keping. Namun kedua iblis yang tampak sama-sama memiliki kemarahan yang besar tidak mempedulikan keadaan sekitarnya begitu mereka menjejak kaki mereka berdua kembali melesat ke arah depan mengayunkan senjata yang ada di tangan mereka lagi-lagi kedua gada besar itu beradu di udara para iblis yang ada di sekitar tempat itu tampak segera menjauh mereka tidak ingin terkena imbas pertarungan dua iblis raksasa yang berniat saling membunuh dan menghancurkan itu.


Sementara itu roh suci raja naga api dalam bentuk prajurit naga yang memakai pakaian perang zirah kebesarannya dengan warna emas melambangkan seorang pimpinan pasukan naga roh suci, raja naga api melesat bagai kilat membantai setiap prajurit-prajurit iblis yang mencoba mendekatinya begitupun para roh suci yang lain termasuk roh suci naga air Cek Pei.


Dalam waktu yang cukup singkat tidak sampai matahari setinggi tombak di atas ufuk timur ratusan prajurit iblis ini tampak bergelimpangan tewas, suara teriakan kesakitan prajurit iblis terkenal senjata para roh suci yang mengamuk bagai banteng yang terluka membuat tidak kurang dari seribu pasukan iblis yang datang kini hampir separuh bergelimpangan tewas.


Sedangkan pasukan manusia yang terdiri dari pendekar dan prajurit khusus kini tampak hanya menjadi penonton pertempuran dan pertarungan yang terjadi di depan mereka. Sejauh ini pasukan iblis yang terdiri dari para siluman tidak ada yang berhasil sampai ke arah barisan belakang tempat para pendekar dan prajurit berada.


Para roh suci benar-benar mengamuk membantai setiap prajurit iblis yang menghadang pergerakan mereka, pertarungan antara Iblis Kilat dan Iblis Serigala Perak pun terjadi semakin sengit di batas ujung Desa Sekte Batu. Entah beberapa rumah sudah hancur berkeping-keping akibat terinjak dan begitu juga gerbang sekte batu kini telah hancur oleh kaki kedua iblis yang tampak berniat saling menghancurkan dan membunuh itu.


.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2