Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Tujuh Iblis Perut Bumi


__ADS_3

Setelah menyantap makanan yang di siapkan oleh para prajurit pendukung, Wong Mo Gei dan teman-temannya beristirahat sebentar.


Matahari mulai condong ke arah barat, iring-iringan pasukan khusus Kerajaan Yin dan Yang yang terdiri dari para pendekar dari seluruh perguruan yang ada di negeri Delapan Mata Angin ini.


Pasukan pendekar dari Pulau Larangan berada di belakang Wong Mo Gei dan ketiga sahabat seperjalanannya, yaitu Wa Hua Wa, Cek Pei dan Sin Yin.


Shin Yuan Ma bersama sang suami Zhang Sin Ming tampak berada di barisan terdepan di belakang sang putra.


Pasukan para pendekar baru memasuki sebuah perbatasan antara Sekte Tanah dan Sekte Awan Putih. Sekte Awan Putih sendiri adalah kampung dari Wang Man Chu yang merupakan seorang penguasa roh suci terkuat dalam dua tahun belakangan sebelum Wong Mo Gei.


Antara Sekte Tanah dan Sekte Awan Putih terdapat hutan yang cukup luas, di hutan ini terdapat perbukitan dan sungai-sungai yang mempunyai air yang jernih dan di huni banyak jenis ikan air tawar.


Wong Mo Gei dan teman-temannya memasuki hutan itu, namun Wong Mo Gei merasa curiga karena hutan itu begitu sepi.


"Cek Pei, aku merasa ada yang ganjil, beri tahu ayah dan kakek untuk mundur ke pinggiran hutan. Aku takut ada perangkap yang di siapkan pasukan iblis," kata Wong Mo Gei.


"Baiklah," jawab Cek Pei singkat, sepupu Wong Mo Gei itu langsung melesat ke arah belakang menemui Tian Shan dan Zhang Sin Ming.


"Maaf, Kek. Mo Gei meminta Kakek mengajak pendekar yang lain untuk mundur ke batas hutan dulu. Kami merasa ada yang ganjil dalam situasi ini," ucap Cek Pei.


"Heh...!" Tian Shan menarik nafas dalam-dalam lalu melepaskannya secara perlahan, "Baiklah, Cek Pei. Kami akan mundur dulu," jawab Tian Shan.


"Terima kasih, Kek," ucap Cek Pei, setelah itu segera melesat kembali ke tempat Wong Mo Gei.


"Ayo, Teman-teman. Kita di minta Mo Gei mundur ke tepi hutan!" kata Tian Shan pada para pendekar. Tanpa di minta kedua kalinya para pendekar segera mundur ke tepi hutan sesuai permintaan Wong Mo Gei.


Sementara itu Wong Mo Gei bersama dengan Cek Pei dan kedua gadis cantik yang jadi teman seperjalanan mereka terus menyusuri jalan hutan yang begitu sepi.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Cek Pei mengeluarkan suara.


"Hati-hatilah, mungkin akan ada bahaya yang mengintai," ucap Wong Mo Gei sambil bersiaga.

__ADS_1


"Tuanku, pasukan iblis sedang menunggu kita. Mereka telah menyiapkan banyak pasukan sekte iblis untuk serangan mendadak," kata roh suci raja naga api dari dalam.


"Berarti hutan ini sepi karena mereka bersembunyi, Zui Kiang? tanya Wong Mo Gei pada roh suci raja naga api.


"Sepertinya begitu, Tuanku. Hamba hanya bisa merasakan kehadiran para iblis di sekitar hutan ini," jawab roh suci raja naga api.


Memang benar yang di curigai Wong Mo Gei saat ini, seperti yang di rasakan roh suci raja naga api. Para prajurit iblis dari tujuh sekte iblis berniat mengepung para pendekar di dalam hutan ini.


Para pasukan iblis telah bersembunyi di dalam sungai dan di balik bukit, jika semua pasukan pendekar masuk ke dalam hutan. Mereka berencana menyerang secara dadakan.


Kepekaan Wong Mo Gei dengan situasi ini tampaknya membuat sedikit rencana pasukan iblis berantakan. Namun mereka senang karena yang mereka incar adalah Wong Mo Gei.


Rencana Pangeran Iblis Hitam adalah menyingkirkan manusia penguasa roh suci terkuat. Pangeran Iblis Hitam mengirim tujuh iblis andalannya yang di kenal dengan Tujuh Iblis Perut Bumi.


Setelah mendapat laporan dari para bawahannya, bahwa pasukan manusia mengadakan serangan balik dengan kekuatan para pendekar penguasa roh suci.


Tujuh Iblis Perut Bumi adalah bangsa iblis yang boleh di bilang adalah iblis pembangkang dari kalangan iblis di Kerajaan Iblis.


Tujuh Iblis Perut Bumi di berikan penawaran oleh Pangeran Naga Hitam.


Jika Tujuh Iblis Perut Bumi mampu membunuh manusia penguasa roh suci terkuat, maka mereka akan di bebaskan dan di angkat sebagai petinggi di Kerajaan Iblis.


Tentu saja tawaran Pangeran Naga Hitam tersebut sebuah tawaran yang menggiurkan bagi tujuh Iblis Perut Bumi, mereka menerima tawaran itu tanpa berpikir panjang lagi.


Begitu Wong Mo Gei bersama tiga temannya memasuki tengah-tengah hutan, dari segala penjuru muncul para prajurit iblis mengepung mereka berempat.


"Mo Gei, tampaknya pirasatmu benar. Pasukan iblis telah menunggu kita dengan kekuatan besar," kata Cek Pei sambil memperhatikan sekeliling mereka.


"Wau... Mereka sangat banyak, ada tujuh iblis yang berpenampilan lain," Wa Hua Wa ikutan mengeluarkan suara.


"Apa kita langsung meminta bantuan roh suci kita, Mo Gei?" tanya Sin Yin.

__ADS_1


"Kita hadapi mereka dengan kekuatan kita dulu, roh suci biar menjadi kekuatan saat kita terdesak!" jawab Wong Mo Gei.


"Tuanku, tujuh iblis yang berbeda, seperti yang di katakan Wa Hua Wa itu adalah Tujuh Iblis Perut Bumi yang terkenal kuat dan boleh di bilang iblis pembangkang Tuanku," kata roh suci raja naga api.


"Maksudmu, naga api?" tanya Wong Mo Gei.


"Tujuh Iblis Perut Bumi mempunyai kekuatan di atas iblis biasa di Kerajaan Iblis, Tuanku. Kekuatan mereka hampir setara dengan kekuatan tujuh jendral iblis," jelas roh suci raja naga api.


"Terima kasih, raja naga api. apakah senjata dan pukulan Naga Api Kayangan tidsk mempan pada mereka?"


"Beruntungnya, Tuanku menguasai pukulan 'Naga Api Kayangan'. dan pedang naga kayangan, jadi Tuanku tidsk perlu cemas," jawab roh suci raja naga api.


"Siapa penguasa roh suci terkuat di sini?" terdengar mengaum dan membuat orang bergidik mendengar suara Iblis Perut Bumi itu.


"Aku penguasa roh suci terkuat saat ini," jawab Wong Mo Gei tenang.


"Kau harus mati, manusia..!" bentak salah satu Tujuh Iblis Perut Bumi membahana.


"Kurang ajar! Suaranya membuat telingaku sakit, " kata Wa Hua Wa.


"Gunakan pedang kalian, gunakan ilmu jurus pedang naga tingkat atas. Iblis-iblis itu akan sulit di bunuh," kata Wong Mo Gei memperingatkan.


"Baiklah...," jawab ketiganya berbarengan.


Sring!


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2