Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Iblis Srigala Merah


__ADS_3

Auuuk..........!!"


"Suara srigala.... Kau dengar Mo Gei?" kata Wa Hua Wa sembari berhenti melangkah.


"Ya, aku juga dengar. Sebaiknya kita cepat bersembunyi. Kita lihat kemana arah dan seberapa kekuatan mereka!" sahut Wong Mo Gei.


"Di depan sana ada pohon, sebaiknya kita berlindung di atas pohon itu," tunjuk Wa Hua Wa.


"Baiklah, ayo..!" jawab Wong Mo Gei sebelum melesat ke arah pohon yang di tunjukkan oleh Wa Hua Wa.


cepat kilat mereka melompat ke atas pohon itu tidak lama kemudian tampak puluhan prajurit serigala yang sedang berjalan sedang membawa situ tempat itu


"Hauuk...! Aku mencium bau manusia di daerah ini, cepat periksa...!" perintah seorang iblis srigala yang tampaknya sebagai pimpinan rombongan itu.


"Mereka tampaknya mencium bau kita, Mo Gei," bisik Wa Hua Wa sambil melihat ke arah bawah.


"Kita tidak bisa membiarkan mereka. Mereka tampaknya menuju tempat para penduduk itu," jawab Wong Mo Gei sambil berbisik.


"Ayo, kita habisi saja...," kata Wa Hua Wa sebelum melesat ke arah kerumunan Iblis srigala itu.


Sring!


"Hiyaaa.....!!"


Srass! Srass!


"Orrrkkh....!" beberapa iblis srigala langsung tumbang ke tanah begitu terkena sabetan pedang baja putih di tangan Wa Hua Wa itu.


"Manusia.... Bunuh....!" terdengar teriakan perintah tanpa mempedulikan teman-temannya yang tewas. Para iblis srigala itu langsung berlompatan dalam wujud srigala ke arah Wa Hua Wa.


"O, rupanya kalian bisa berubah wujud," dengus Wa Hua Wa sembari melesat menyongsong serangan iblis srigala yang berlompatan dalam wujud srigala ke arahnya.


Srass! Crass!


"Aiikg.....!" terdengar suara kesakitan para iblis srigala itu sebelum bermentalan ke tanah dalam keadaan mati. Sekitar sepuluh iblis srigala itu tewas dalam sekali gerakan Wa Hua Wa.


"Auukg......!!"

__ADS_1


Lolongan para iblis srigala itu terdengar susul-menyusul, tidak lama kemudian ratusan iblis srigala langsung memenuhi tempat itu.


Wong Mo Gei yang tadi berniat menjadi penonton pertarungan Wa Hua Wa langsung melompat turun.


"Hmm....! Darimana saja penguasa roh suci raja naga 🐲 api hah?" rutuk Wa Hua Wa sambil mendorong bahu kanan Wong Mo Gei dengan tangan kirinya.


"Tadi aku berniat menjadi penonton saja, tapi rupanya iblis ini meminta bantuan. Aku juga terpaksa memberi bantuan," jawab Wong Mo Gei sambil tertawa tangan kanannya memegang kepala.


Ada rasa grogi di rasakan Wong Mo Gei saat berdua dengan Wa Hua Wa walaupun para iblis srigala itu mengelilingi mereka berdua.


"Terserah kau sajalah, Mo Gei," kata Wa Hua Wa sambil tersenyum.


"Hmm... Senyuman itu yang membuatku menyukaimu.... Up..!" Wong Mo Gei langsung menutup mulutnya dengan tangan kanan. Wajah Wong Mo Gei tampak memerah menahan malu karena kebablasan ngomong.


"Apa?" tanya Wa Hua Wa berpura-pura tidak mendengar jelas, "Kau selalu saja bergumam, Mo Gei," tambahnya lagi.


"Tidak, tidak apa-apa," jawab Wong Mo Gei sambil menatap ke arah ratusan iblis srigala yang mengepung mereka.


"kau kira aku tidak dengar, Mo Gei. Aku tau kau keceplosan berbicara," gumam Wa Hua Wa membatin.


"Aku akan bergerak kesisi kanan, kau bergerak kesisi kiri. Apa kau tidak berniat memakai pedang naga kayangan saat seperti ini?" tanya Wa Hua Wa.


"Baiklah, aku juga akan memakai jurus 'Pedang Naga Petir'. kecepatan jurus itu cukup hebat untuk menghabisi para iblis ini," jawab Wa Hua Wa sambil melintangkan pedangnya di depan dada.


"Haaaaa.....!" Wong Mo Gei tampak mengerahkan tenaga dalam ke arah keduatangannya, kilatan cahaya bagai lidah petir tampak sesekali mengelilingi tangan pemuda itu.


"Hup!" Wa Hua Wa melesat cepat bagai kilat ke arah kepungan iblis srigala itu, setiap sambaran pedangnya membuat satu iblis srigala jatuh dalam keadaan tewas ke tanah.


"Hiyaaa....!" Wong Mo Gei pun melesat begitu cepat, gerakan tubuh pemuda itu tampak berpindah-pindah bagai kilatan petir. Iblis srigala yang mengepung mereka tampaknya tidak berkutik selain menerima serangan lawan.


Tidak butuh waktu lama, ratusan iblis srigala itu tampak telah bergelimpangan di tanah.


"Hauuum....!" entah dari mana muncul sekitar sepuluh ekor srigala berukuran besar dengan tubuh berwarna merah api.


"Srigala merah. Tuanku, itu adalah jenis iblis srigala yang sangat kuat yang tinggal di bumi ini, sebaiknya tuan gunakan senjata," kata raja naga api Zui Kiang dari dalam.


"Hmm... Baiklah, Zui Kiang. Aku ikutan saranmu," jawab Wong Mo Gei.

__ADS_1


Wuss!


Sebuah pedang yang begitu indah langsung bertengger di balik punggung Wong Mo Gei, pedang itu adalah pedang naga kayangan.


"Fei Lon, Aku melihat Wong Mo Gei menggunakan pedang kayangan. Apa musuh kita terlalu kuat?" tanya Wa Hua Wa pada roh suci naga terbangnya.


"Tuanku, yang kita hadapi sekarang ini adalah iblis serigala merah. Iblis serigala merah terkenal dengan kekuatan dan ketahanan tubuhnya. jika kita hanya menggunakan pukulan atau hanya jurus pedang biasa. Kita tidak akan mampu melukai apalagi untuk membunuh serigala merah itu, Tuanku," jawab roh suci naga terbang, Fei Long.


"Jadi, apa yang harus aku lakukan?"


"Tuanku harus menggunakan jurus 'Pedang Petir'. di tingkat yang lebih tinggi dan harus menggunakan tenaga dalam yang lebih besar, karena tubuh serigala merah mempunyai kekebalan tersendiri, Tuanku,"


"Pantas saja jika iblis Huo Mo itu melarikan diri ke daerah ini, bisa saja iblis itu meminta bantuan raja siluman segala untuk menghadapi kita atau semua ini sudah direncanakan oleh para iblis itu," kata Wa Hua Wa.


"Ya, bisa jadi tuanku, kemungkinan besar iblis yang dikalahkan oleh tuan Wong Mo Gei itu melarikan diri ke wilayah iblis serigala ini untuk meminta bantuan raja siluman srigala," jawab roh suci naga terbang.


Wa Hua Wa segera meningkatkan tenaga dalamnya dan memakai jurus 'Pedang Petir'. ke tingkat tiga petir menyambar menghancurkan batu.


Tampak tidak jauh dari Wa Hua Wa, Wong Mo Gei telah berdiri tegak dengan pedang naga kayangan terhunus di tangannya. Wong Mo Gei tampak bersiap dengan pedang terhunus di tangannya.


Wong Mo Gei tampak merentangkan tangan kanan ke arah samping dengan tangan kiri di depan dada. Cahaya merah berkilau tampak menyelubungi pedang naga kayangan di tangan Wong Mo Gei itu.


"Auuuukk......!!!


Entah apa yang membuat para iblis serigala dalam bentuk serigala itu melolong panjang saling sahut-bersahutan terdengar menggema di tempat itu. Namun sekitar sepuluh iblis serigala berwarna merah itu tampak bergerak berjalan pelan ke arah Wong Mo Gei Mugi dan Wa Hua Wa.


Tampaknya Iblis serigala itu tidak begitu mengerti dan tidak mengetahui siapa dan apa yang sedang mereka hadapi? Namun segelintir iblis berwarna merah itu tampaknya mengerti senjata di tangan Wong Mo Gei itu adalah senjata yang cukup berbahaya untuk mereka.


.


.


.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak, sebagai dukungan untuk novel ini..

__ADS_1


Terima kasih.....


__ADS_2