
Pagi hari ini setelah mengantar Leonardo berangkat kerja, sampa di depan rumah, Milea kembali masuk ke dalam.
Hari ini Milea tidak akan pergi kemana-mana, karena tadi Ibu Alenta sudah mewanti-wanti Milea untuk jangan sampai keluar rumah.
Tidak enak bila hanya diam saja, Milea ahirnya membantu pelayan yang lain untuk membersihkan rumah. Untuk kamar Leonardo sudah Milea rapihkan sejak pria itu masih mandi.
Pekerjaan rumah banyak sekali, tidak ada habisnya, apa lagi rumah sebesar dan seluas itu, meski pelayan sudah banyak dan sudah ada tugas masing-masing, namun tetap saja berasa kurang pekerja.
Meski tidak kotor hanya debuan sedikit tetap harus di elap dan dibersihkan, seperti itu lah pekerjaan para pelayan setiap hari.Begitu juga yang berada di bagian pengurus kebun halaman.
Sampai tiba siang hari, semua pelayan istirahat, ada yang makan siang, ada juga yang bersantai lebih dulu.
Namun Milea harus mandi, barusan mendapat pesan masuk dari Ibu Alenta, meminta Milea harus mandi karena sebentar lagi ada tamu datang.
Hah memang seperti apa sih istimewanya yang jadi tamu, pake aku harus mandi segala! Hah Lea, Lea, namanya juga orang kaya, tubuhmu yang kotor bisa dianggap pembawa virus, ngedumel dalam hati seraya membasahi diri dengan air.
Selesai mandi, tubuh Milea menjadi wangi, tadi juga Milea keramas menggunakan sampo yang banyak, mumpung peralatan mandi dibelikan boros tidak apa lah pikir Milea seraya tertawa cekikikan.
Selesai berpakaian dan mengeringkan rambut, Milea duduk di tepi ranjang, menunggu perintah untuk keluar.
Setelah menunggu tiga puluh menit, Ibu Alenta mengirim pesan lagi, bahwa Milea harus menunggu di ruang tamu.
Milea segera keluar dari dalam kamarnya, berjalan cepat tanpa menyapa temannya, tapi mereka semua sudah memahami pekerjaan Milea yang sesungguhnya memang khusus melayani tuan rumah, bukan seperti hal beres-beres.
Dan benar saja, sampainya Milea tuba di pintu utama, di halaman rumah sudah ada mobil Ibu Alenta. Namun ternyata Ibu Alenta tidak datang sendirian, ada wanita cantik yang menyembul keluar dari dalam mobil. Yang saat ini tengah berjalan bersama di samping Ibu Alenta.
Milea memandangi wanita cantik itu, rambutnya hitam lurus berkilau, tinggi semampai, senyumnya manis menawan, berjalan anggun dengan balutan dress yang pas di badan.
__ADS_1
"Terimakasih," ucap wanita itu saat melihat Milea menyambut kedatangannya.
Ramah dan suara lembutnya bagaikan bidadari turun dari langit pikir Milea yang masih terkagum-kagum melihat kecantikan wanita itu.
Ibu Alenta terus mengajak wanita itu masuk ke dalam rumah, Milea mengikuti langkah mereka berdua, sampainya di ruang keluarga, Ibu Alenta meminta gadis yang tadi ia bawa untuk duduk, kemudian Ibu Alenta menghampiri Milea yang saat ini berdiri tidak jauh darinya.
"Kau ambil gaun yang ada di dalam mobil saya, lalu kamu setrika dan pastikan harus licin dan wangi, karena itu gaun akan digunakan Adelia nanti malam," bisik Ibu Alenta tepat di telinga Milea, yang langsung mendapat anggukan kepala Milea.
Milea segera berjalan menuju mobil Ibu Alenta yang tadi beliau bawa, sementara Ibu Alenta mengajak Adelia untuk berkeliling melihat seisi rumahnya, karena ini kali pertamanya Adelia datang ke rumah Ibu Alenta.
Adelia adalah putri dari sahabat Ibu Alenta, selain parasnya yang cantik, Adelia juga seorang model terkenal, siapa pun pasti mengenalnya, tentu Ibu Alenta tertarik menjadikan Adelia sebagai menantu, karena bisa ia pamerkan pada teman sosialitanya.
Sementara Milea saat ini sudah membawa gaun itu ke tempat ruang khusus menyetrika pakaian tuan rumah, tapi belum Milea kerjakan, saat ini Milea masih terus memandangi gaun yang terlihat indah itu.
Gaun itu Milea gantung, sehingga dirinya leluasa terus memandanginya dari bawah sampai atas gaun itu.
Benar-benar bagus, gumam Milea seraya menggelengkan kepala, gue aja gak bisa beli gaun semahal ini, lanjut gumamnya lagi.
Ais! Membuat aku pusing aja penghuni rumah ini! Ibunya minta anaknya menikah, sedangkan anaknya mau menggagalkan rencana ibunya, dan aku yang ditunjuk mereka berdua untuk sama-sama membantunya, merepotkan! ngedumel dalam hati dan tanpa sengaja Milea mendorong gaun itu sampai jatuh dari gantungannya.
"Oh tidak!" teriak Milea saat melihat gaun itu jatuh tergeletak di lantai. "Kau benar-benar mau cari masalah Lea." Merutuki diri sendiri seraya mengambil lagi gaun itu, Milea usap-usap supaya bila kotor, kotorannya hilang.
Setelah pikir-pikir, ahirnya Milea mendapat ide cemerlang untuk mengerjai Adelia, dan yakin bila rencananya ini akan membuat Leonardo puas sekaligus bangga terhadapnya.
Milea kemudian menyetrika gaun itu, sebenarnya tidak kusut, tapi entahlah orang kaya permintaanya suka aneh-aneh, gaun tidak kusut tetap diminta untuk menyetrika.
Milea menyetrika sampai gaun itu licin, lalu ia beri pewangi hingga kini gaun itu makin tercium harum, setelah selesai menyetrika Milea menggantung lagi gaun itu, setelah itu Milea keluar dari ruang tersebut.
__ADS_1
Saat ini Milea ijin keluar rumah sebentar, entah apa yang mau Milea beli, saat ini dirinya sedang menuju apotik, dan setelah mendapatkan yang Milea inginkan, gadis itu langsung kembali ke rumah utama, karena tadi mendapat pesan tidak boleh lama-lama.
Dan setelah beberapa jam menunggu, kini ahirnya tiba malam juga, saat ini Milea berada di kamar Ibu Alenta, karena membantu Adelia untuk memakai gaun itu.
Gaun yang cantik itu makin terlihat indah ketika digunakan oleh wanita secantik Adelia, Ibu Alenta puas dengan penampilan Adelia malam ini, berharap kesan pertama saat Leonardo bertemu Adelia, akan langsung jatuh hati melihat kecantikan Adelia.
Adelia tersenyum kecil, dalam hatinya sangat bahagia, yang saat ini masih duduk di depan meja rias.
Sementara Milea yang saat ini berada di dalam kamar Leonardo, langsung diintrogasi oleh pria itu, ingin tahu apa yang sudah Milea lakukan.
"Apa kamu sudah menjalankan!" Leonardo berkata tegas seraya tubuhnya mengunci tubuh Milea di dinding.
Tuan plis menjauh lah sedikit, tidak perlu bicara sedekat ini, tidak perlu mengunci tubuhku, tenang aku tidak akan kabur, ada hutang yang harus saya bayar, tapi sayang Leonardo tidak akan dengar yang Milea katakan karena hanya dalam hati.
"Su-sudah Tuan, A-aman." Kalimat tersebut ahirnya yang mampu keluar dari bibir Milea dengan suara terbata-bata.
Leonardo menjauhkan dirinya, lalu berjalan mau turun ke bawah, Milea langsung bernafas lega seraya mengikuti langkah Leonardo.
Bibir Adelia dan Ibu Alenta tersenyum saat melihat Leonardo kini berjalan menapaki anak tangga, namun Adelia mulai merasa tidak nyaman, tubuhnya terasa mulai gatal-gatal, dan semakin ia rasa, sara gatalnya semakin menjadi, Adelia bergerak gliat-gliut seperti ulat bulu.
"Kamu kenapa?" tanya Ibu Alenta saat melihat Adelia tampak gelisah dan garuk-garuk tubuhnya.
"Gatal Tante, ini gatal banget," ucap Adelia sembari garuk-garuk tubuhnya yang terasa semakin gatal.
"Kok bisa!" ucap Ibu Alenta dengan panik, bisa gagal rencananya bila seperti ini pikir Ibu Alenta.
Leonardo tersenyum kecil saat melihat Adelia seperti itu, Leonardo lalu menoleh ke belakang melihat Milea, gadis itu tersenyum seraya mengangkat dua ibu jarinya.
__ADS_1
...****************...
...Mohon dukungannya ya kak💖 beri bintang 🌟 lima dibagian penilaian. Juga like, vote, dan komen....