Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 21. Serakah.


__ADS_3

Menjelang siang hari, di sebuah restoran ternama, seorang laki-laki tua bersama istrinya berjalan masuk ke restoran mewah tersebut.


Bibir dan matanya tak henti-henti memuji tempat yang indah ini, pasalnya ini baru pertama kalinya mereka berdua masuk ke dalam restoran ini untuk makan di dalam.


Karena makanan yang tersaji di dalam sana tentu harganya sekelas sultan, dan tentu saat ini pasangan yang tak lagi muda itu tersenyum karena di undang oleh pria kaya yang berpengaruh di negeri ini.


Meski belum tahu apa tujuan pria kaya itu memintanya untuk menemui di restoran ini, yang pasti apa pun yang pria kaya itu inginkan, akan diwujudkan oleh pasangan yang tidak lagi muda itu.


Pintu ruang VIP terbuka, laki-laki dan perempuan itu langsung masuk setelah dipersilahkan oleh seorang pelayan.


Tempat duduknya saja sangat mewah, istrinya yang bernama Ibu Fera tak henti-henti terus memuji.


Ini sangat bagus, wah ... Luar biasa tidak salah mengenal laki-laki itu, batin Ibu Fera seraya memandangi seisi ruangan dan sesekali mengangkat pantatnya lalu menjatuhkan lagi untuk merasakan betapa empuknya sofa yang saat ini dirinya dudukki.


Sementara Suaminya yang duduk di sebelahnya juga melakukan hal sama, kagum dan bahagia, apa lagi ekonomi keluarganya terselamatkan berkat laki-laki itu, tanpa mengingat anaknya yang di korbankan. Dia adalah Ayah Roni, Ayah kandung yang tega menukar putrinya dengan harta.


Tidak lama kemudian seorang pria yang dikenal sebagai tangan kanan laki-laki kaya itu, masuk ke ruang VIP berjalan menuju tempat yang saat ini Ibu Fera dan Ayah Roni berada.


Ibu Fera dan Ayah Roni langsung berdiri menunduk untuk menghormati pria yang datang itu.


Sekertaris Alan membalas penghormatan mereka berdua, lalu duduk di kursi depan mereka berdua yang langsung di susul duduk oleh mereka berdua.


"Sebelum Tuan kami datang, saya ingin menyerahkan ini kepada Anda, Tuan dan Nyonya silahkan baca," ucap Sekertaris Alan seraya menyerahkan map coklat yang barusan dirinya bawa.


Ayah Roni mengambil map coklat tersebut, patuh dan tunduk akan membacanya seperti permintaan pria di depannya itu.


Kini kertas putih di dalam map coklat itu berhasil Ayah Roni keluarkan, mulai membaca dari judul turun ke paragraf pertama, semua Ayah Roni baca bersama Ibu Fera di sampingnya yang ikut membacanya juga. Tidak ada yang tertinggal di baca sampai selesai.


Ayah Roni kembali menutup kertas putih itu, namun dalam hatinya sudah bahagia baru membacanya saja, apa lagi Ibu Fera sampai bersorak gembira dalam hati, bila tidak malu Ibu Fera pasti sudah berteriak karena sangking bahagianya.


"Bagaimana apa Anda sudah paham dengan isi di dalamnya?" tanya Sekertaris Alan yang seketika mendapat jawaban mantap dari Ayah Roni.

__ADS_1


"Sudah Tuan, kami sudah paham dan sudah kami baca sampai selesai," ucapnya dengan tersenyum.


"Baiklah jika begitu saya akan memanggil Tuan saya untuk memulai kesepakatan," ucap Sekertaris Alan, yang kemudian langsung berdiri berjalan menuju pintu keluar.


Tidak lama kemudian pria yang sebenarnya mengundang dan yang sudah di tunggu kedatangannya sedari tadi, kini masuk ke ruang VIP, ditemani sekertaris Alan.


Ibu Fera dan Ayah Roni kembali berdiri untuk menyambut kedatangan Leonardo.


"Tuan Leonardo," sapanya Ayah Roni dan Ibu Fera bersamaan.


Leonardo acuh tidak menjawab dan langsung duduk, yang kemudian di susul duduk juga oleh Ibu Fera dan Ayah Roni.


Sementara Sekertaris Alan tetap berdiri di belakang kursi Leonardo.


"Jika Anda sudah membacanya sampai selesai dan tidak ada lagi yang ingin dipertanyakan, silahkan Anda tanda tangan." Leonardo berkata tegas dan jelas, Ibu Fera dan Ayah Roni saling pandang.


Yang tidak tahu malu dan yang paling serakah, Ibu Fera buka suara, "Em Tu-tuan Leon, kira-kira berapa jumlah saham yang akan Anda berikan untuk perusahaan su-suami saya, bi-bila kami mengijinkan Anda menikahi Milea."


Sementara Leonardo tersenyum miring setelah mendengar kalimat yang Ibu Fera ucapkan.


"Aku akan menyuntikkan dana ke perusahaan kalian 50%."


Ibu Fera dan Ayah Roni langsung terkejut tapi terkejut bahagia.


Apa! Sebesar itu? Aku tidak percaya bila bocah sialan itu menghasilkan uang besar untuk aku, hah! Ambil-ambillah dia Tua Leon, bocah tidak berguna bila di rumah, batin Ibu Fera dengan senyum kepuasan.


"Tapi-"


Deg! Jantung Ibu Fera dan Ayah Roni sama-sama berdebar saat mendengar kalimat tapi yang masih terhenti.


"Jika putri Anda tidak bisa melayani saya, dalam arti dia tidak menurut, maka uang yang saya berikan ke Anda akan saya ambil lagi, bisa Anda bayangkan, kan?"

__ADS_1


Deg!


Sialan! Dasar bocah menyusahkan! Sudah tidak tinggal bersama saja masih saja merepotkan, batin Ibu Fera dengan tangan meremat pinggiran sofa, namun bibirnya tetap tersenyum.


"Tenang Tuan Leon, kamu akan pastikan bila Milea akan menuruti semua kemauan Anda," ucap Ibu Fera disertai senyum.


"Milea anak yang penurut." Ayah Roni ikutan bicara.


"Ya, sangat penurut." Ibu Fera mengulang ucapan Ayah Roni dengan tersenyum.


Obrolan mereka terjeda saat pelayan restoran datang mengantarkan menu makanan yang tadi sudah Sekertaris Alan pesan.


Ibu Fera menatap menu makanan mewah yang tersaji di meja sampai matanya tidak berkedip.


Setelah Pelayan restoran pergi, Sekertaris Alan memberikan surat perjanjian yang asli pada Leonardo, Leonardo tanda tangan lebih dulu, yang kemudian Ayah Roni juga ikutan memberi tanda tangan di surat perjanjian itu.


Kini surat perjanjian itu di simpan lagi oleh Sekertaris Alan.


"Anda bisa langsung mengecek jumlah saham perusahaan Anda sekarang, dan mulai detik ini Milea milikku." Leonardo bicara tegas lagi. Ayah Roni mengecek saham perusahaan melalui ponselnya, dan seketika matanya berbinar saat suntikan dana yang di lakukan Leonardo sudah masuk.


"Tri-trimakasih Tuan, terimakasih," ucap Ayah Roni dan Ibu Fera bersamaan. Leonardo diam, menjawab tidak, mengangguk pun juga tidak.


"Jika begitu saya akan pergi." Leonardo berdiri lalu berjalan ke arah pintu keluar lebih dulu.


"Tuan makannya!" teriak Ibu Fera karena Leonardo malah pergi tidak ikut makan bersamanya, padahal kan tadi bila makan bersama, Ibu Fera mau pamer sama teman sosialitanya bila dirinya makan enak bersama Tuan Leonardo CEO Armada Group.


"Tuan kami sepertinya tidak lapar, silahkan Anda makan semua." Yang bicara Sekertaris Alan, dan setelah itu menyusul Leonardo yang keluar lebih dulu.


Setelah kepergian dua orang penting itu, Ibu Fera langsung memeluk Ayah Roni.


"Ayah ... Ahirnya kita bisa kembali kaya seperti dulu."

__ADS_1


Setelah jumlah dana besar yang Leonardo berikan waktu itu, kini di tambah lagi dananya yang semakin membuat perusahaan Ayah Roni kembali berjaya.


__ADS_2