
Di awal pekan ini, Milea berangkat ke toko roti dengan membawa mobil baru, khusus untuk jualan roti mengantar ke tempat pembeli, sebuah mobil bok, yang bertuliskan Milea bakery, siapa pun yang melihat dan membacanya pasti sudah paham bila itu adalah mobil roti.
Ruko roti Milea.
"Eh, siapa tu," ucap Nindi dan Tata bersamaan saat melihat sebuah mobil bok berhenti di depan toko rotinya, namun sebelum orang di dalam mobil menyembul keluar, mereka membaca tulisan Milea bakery.
Nindi dan Tata sama-sama terkejut Samapi matanya terbelalak lebar.
"Milea, benarkah itu kak Lea? atau siapa?" tanya Nindi tapi tidak tahu bertanya sama siapa, karena Tata juga tidak tahu.
"Mana aku tahu, kita lihat saja siapa yang keluar dari dalam sana," ucap Tata, Nindi langsung mengangguk.
"Eh, eh!" tunjuk Nindi terkejut pada orang yang menyembul keluar dari dalam mobil.
Wanita itu rambutnya diikat tinggi menggunakan kaca mata hitam bulat, bila dilihat dari rambutnya dan postur tinggi tubuh itu seperti Milea, tapi penampilan wanita itu sedikit beda membuat Tata dan Nindi hanya bisa menerka-nerka.
"Kak Lea! benarkah itu kak Lea." Tata ikut bicara seraya menajamkan matanya untuk memastikan wanita itu adalah Milea.
Mulut mereka berdua sampai menggangga saat wanita itu berjalan ke arah toko roti lalu masuk ke dalam.
"Helo," ucap Milea di depan Tata dan Nindi seraya menurunkan kaca mata hitam bulat ke pangkal hidungnya, Milea menggerak-gerakkan dua alisnya disertai senyum jahil.
Plak! Nindi memukul bahu Milea. "Ih, Kak Lea bikin aku tidak mengenali, benar-benar keren."
"Eh, itu mobil punya siapa, jangan bilang Kak Lea kredit karena habis kecolongan motor." Tata ikut menimpali memberi tatapan curiga.
"Itu mobilnya bagus, dan sudah dimodif, pastinya mahal Kak," ucap Nindi juga yang ikut-ikutan salah paham dengan mobil Milea.
Milea membentuk tanda silang dengan kedua tangannya. "Semua salah."
"Salah!" ucap terkejut Tata dan Nindi bersamaan.
"Mobil itu ... ha ... diah ...." Milea langsung pergi dari hadapan Tata dan Nindi selesai bicara.
Tata dan Nindi saling pandang dengan pertanyaan-pertanyaan dalam benak mereka, dan baru meneriaki Milea setelah menyadari Milea sudah tidak lagi di hadapannya.
"Kak Lea ... kak Lea!"
Yang diteriaki namanya tetap acuh terus melanjutkan langkahnya menuju lantai dua, di ruangan yang terdapat di lantai dua, Milea hari ini mau mengedit sampel nama untuk merek rotinya.
__ADS_1
Saat ini Milea sudah siap untuk melakukan pekerjaannya, jemari lentiknya dengan lincah memainkan keyboard laptop.
Di sebelahnya ada mesin printer untuk mencetak hasil kerjaan Milea, semua itu belum lama Milea beli, satu bulan sebelum menjadi pembantu Leonardo.
Sebelumnya juga Milea akan minta tolong pada orang pemilik usaha percetakan foto kopi.
Tapi setelah sudah miliki alat sendiri, Milea cukup melakukannya sendiri.
Milea ingin memberinya gambar lucu, ingin setiap orang yang mau memakan rotinya akan terhibur dengan gambar lucu buatannya.
"Haha, ini lucu cemberut-cemberut gimana gitu seperti Tuanku," bicara sendiri sembari tertawa saat melihat gambar animasi kartun lucu yang cuma kepalanya saja.
Milea milih gambar tersebut untuk salah satunya, banyak gambar yang lainnya juga yang sudah di pilih.
Sembari mengedit, matanya terus fokus ke layar laptop, Milea terus senyum-senyum, sendiri mengingat tadi pagi yang tiba-tiba bibirnya dicium Leonardo.
Milea kemudian menghentikan mengeditnya, kini bersandar di sandaran kursi.
Terkadang aku merasa rindu dengan dia, terkadang juga aku merasa cemburu, apa ini artinya aku jatuh cinta sama dia, jika iya? berarti cintaku bertepuk sebelah tangan, seperti dilagu-lagu itu.
Mata Milea terlihat sendu setelah bicara dalam hatinya.
Sampai cukup lama Milea terdiam, tidak ingin larut-larut dalam kesedihan, Milea melanjutkan bekerja lagi.
Saat Milea turun ke bawah, dan ingin makan siang, tiba-tiba di pintu masuk toko rotinya, melihat Arga yang saat ini berdiri di sana.
Milea tersenyum melihat siapa yang datang, kemudian berjalan menghampiri Arga.
"Sudah lama Dek?" tanya Milea setelah berdiri di hadapan Arga.
Arga mencium punggung tangan Milea. "Baru sampai Kak," ucapnya setelah selesai mencium punggung tangan Milea.
"Sekolahnya sudah selesai?" tanya Milea lagi seraya tersenyum.
"Pulang cepat Kak hari ini."
"Kamu pasti belum makan siang, bagaimana jika kita makan bersama, sudah lama, kan?"
Arga mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
"Let's go," ucap Milea seraya menggandeng tangan Arga berjalan keluar meninggalkan toko roti.
Tok. tok.
Milea menoleh saat mendengar suara tok tok. "Bakso malang, Dek. Kamu mau?"
"Boleh, Kak."
Milea dan Arga kemudian berjalan mendekati Abang penjual bakso malang yang menggunakan gerobak.
"Bang bakso malangnya aku mau, mau-." Milea menghentikan ucapannya seraya menghitung. "Mau empat mangkuk, Bang."
"Baik tunggu sebentar," ucap Abang penjual bakso, memberikan dua kursi untuk Milea dan Arga duduk.
Sembari menunggu pesanan bakso jadi, Arga memerhatikan wajah sang kakak, yang terlihat ceria.
Aku melihat kak Lea begitu bahagia hari ini, apa dia beneran bahagia atau hanya pura-pura, Kak Lea kan pintar menyembunyikan wajah sedihnya, batin Arga terus menatap Milea.
"Kak Lea-."
"Ini Neng dua mangkuk baksonya," ucap Abang penjual bakso memberikan mangkuk bakso ke tangan Milea juga ke tangan Arga, hingga membuat ucapan Arga terhenti.
"Terimakasih, Bang. Yang dua mangkuk tolong diantar ke toko roti itu ya," ucap Milea seraya minta tolong.
Selama makan bakso, Arga dan Milea fokus makan tidak ada yang membuka suara, tempat mereka duduk saat ini di bawah pohon, sedikit merasakan hembusan angin, cuaca siang hari ini rumayan terik, makan bakso dengan banyak sambal membuat makin panas, tapi rasanya mantap.
Selesai makan, Arga langsung berlari menuju Alfamart yang letaknya diantara barusan toko roti Milea, tidak lama kemudian Arga sudah kembali dengan membawa dua botol Aqua dingin.
Nyess, dinginnya air Aqua langsung menyejukkan tenggorokan, dingin dan segar.
"Kak Lea makasih ya traktirannya," ucap Arga seraya terkekeh.
Milea tersenyum.
"Aku selalu minta ditraktir sama Kak Lea," ucapnya lagi, Milea langsung mengajak Arga berdiri, menggenggam tangan anak muda itu.
"Jika Kak Lea miliki rejeki lebih, maka juga akan lebih yang Kak Lea beri untuk kamu," ucap Milea sembari berjalan menuju toko rotinya.
"Makasih Kak."
__ADS_1
Kini mereka sudah masuk ke toko roti, di dalam sana Nindi dan Tata yang juga baru selesai makan bakso malang, mengangkat dua ibu jarinya ke arah Milea yang baru masuk.
Milea mengajak Arga ke lantai dua, di sana Arga akan bisa istirahat karena ada tempat tidurnya.