Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 93. Arga dan Bella.


__ADS_3

Di waktu yang sama tapi dilain tempat.


Gedung sekolah SMA Favorit Jakarta.


Bella si gadis cantik saat ini sedang duduk sendirian di ruang perpustakaan, tidak seperti teman yang lain yang duduk berdua bahkan bertiga bersama teman-temannya.


Bella hanya duduk sendiri karena tujuannya datang ke perpustakaan bukan untuk membaca buku, tapi untuk melihat Arga yang juga sedang berada di perpustakaan.


Buku yang Bella pegang hanya digunakan untuk menutupi niatnya itu, bahkan Bella sampai mengangkat tinggi buku itu hingga menutupi wajahnya, sampai Arga tidak bisa melihat wajah Bella.


Sesekali Bella mengintip Arga dengan menggeser dikit buku yang ia gunakan untuk menutupi wajah.


Teman-teman yang lain pada geleng kepala melihat cara Bella membaca buku.


Arga hari ini tampan sekali, sepertinya dia habis potong rambut, ah Arga aku makin mencintaimu, batin Bella yang sedang mengintip Arga melalui balik bukunya.


Bella kembali pura-pura membaca lagi, karena tidak mau sampai Arga curiga, Bella tidak sadar bahwa buku yang Bella pegang sekarang dan halaman yang terbuka itu menceritakan kisah cinta romantis, Bella keasikan membaca ahirnya dan lupa dengan niatnya tadi yang hanya ingin melihat Arga.


Setelah Bella membaca sampai satu bab, Bella melirik ke tempat Arga namun alangkah terkejutnya Bella saat tidak mendapati Arga di sana lagi.


Bella meletakkan buku itu di meja sembari berdiri. "Hah! Dimana Arga." Mata Bella mencari melihat sekeliling ruang perpustakaan tidak melihat Arga lagi.


"Hah, Arga pasti sudah keluar," bicara lagi sembari berjalan pergi.


Bella meninggalkan ruang perpustakaan, dan berjalan mencari Arga, Bella toleh-toleh melihat sekeliling koridor sekolahan siapa tahu melihat Arga, setiap kelas yang Bella lewati, gadis itu mengintipnya. Namun tidak ada Arga.


"Hah aku harus mencari Arga dimana ya," keluh Bella yang merasa pusing harus mencari Arga kemana lagi.


Bella tidak tahu harus mencari Arga kemana lagi, saat ini langkah kaki Bella membawa dirinya ke taman belakang sekolahan, di sana ada pohon besar, dan di bawah pohon besar itu ada bangku yang bisa buat para murid duduk bersantai.


Bella mau ke sana karena tempat itu sangat nyaman, namun siapa sangka saat Bella sudah mau sampai di bawah pohon matanya menangkap sosok yang sedari tadi Bella cari.

__ADS_1


"Arga!" Karena senang campur terkejut Bella tanpa sadar memanggil Arga dengan nada suara tinggi.


Arga menoleh sekilas kemudian kembali fokus ke depan, anak itu sedang memainkan gitar.


Bella mendekat yang kemudian duduk di sebelah Arga.


Saat Bella sudah duduk di sebelah Arga, pria itu tidak menanggapi dan tetap asyik memainkan gitar, Bella menyukai setiap dentingan gitar yang Arga mainkan.


Semua yang Arga lakukan, semua dalam diri Arga, Bella menyukai. Itulah Bella yang menyukai semu tentang Arga.


"Arga, aku besok sudah berangkat ke Singapura, aku mau pindah sekolah di sana." Bella menghentikan bicaranya melihat ekspresi Arga yang saat ini menghentikan main gitarnya, Arga diam tanpa menyahut. Bella lanjut bicara, "Apa bila aku ada salah aku minta maaf Arga, dan apa bila cintaku sama kamu membuat kamu tidak nyaman, aku juga minta maaf." Bella menghela nafas panjang. "jaga diri baik-baik Arga, aku pergi." Bella beranjak dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan Arga.


Tanpa Bella ketahui saat dirinya melangkah pergi, sudut mata Arga mengeluarkan cairan bening, Arga segera menghapusnya.


Bella yang berjalan menuju kelas dengan langkah pelan sembari matanya melihat sekeliling sekolahan yang penuh kenangan bahkan cintanya akan ditinggal di sekolahan ini.


Aku pergi untuk mewujudkan impianku di sana, kelak aku harus menjadi wanita hebat untuk membantu Kak Hansen, dan aku harap saat aku di sana nanti bisa melupakanmu Arga, batin Bella sembari menyeka air matanya.


Setelah Bella masuk ke dalam mobil, tidak lama kemudian mobil berjalan menuju rumah. Bella di dalam mobil banyak diam, biasanya gadis itu banyak bicara cerita kejadian di sekolah sama sopirnya. Tapi berbeda kali ini.


Tiga puluh menit mobil pun sampai di rumah besar milik Bella, gadis itu segera keluar dari sana dan berjalan cepat masuk ke dalam rumah menuju kamarnya berada.


Setelah membuka pintu kamar, Bella melihat ada dua koper miliknya yang bersi baju juga barang-barang milik Bella yang sudah pelayan kemasi masuk ke dalam koper.


Bella menyentuh dua koper itu tidak terasa menangis, semua ini nyata bahwa dirinya akan pindah sekolah dan meninggalkan Arga.


Bella ahirnya milih mandi tidak mau terlalu lama larut-larut dalam kesedihan, karena sudah yakin dan mantap untuk pergi ke Singapura.


Tiba malam harinya, Hansen yang baru saja pulang dari kerja langsung menemui adik tercintanya di kamar Bella.


Hansen membuka pintu kamar Bella, gadis itu langsung mendekati dan memeluk Hansen, Bella biasanya bermanja sama Hansen. Begitu pun Hansen yang sangat menyayangi sang adik.

__ADS_1


Hansen mengacak-ngacak rambut Bella dengan gemas. "Apa adikku ini sudah makan malam, hem?"


Bella balas menarik hidung mancung Hansen. "Sudah Kakakku yang tampan," ucap Bella yang disusul tawa renyah gadis itu.


Hansen berjalan menuju koper milik Bella, melihat semua barang Bella di kamar ini hampir semua Bella bawa.


"Sudah tidak ada yang ketinggalan? Yakin?" tanya Hansen memastikan, sebelum nanti merepotkan apa bila tiba-tiba ada yang ketinggalan.


"Sudah beres semua Kak, aman." Bella bicara antusias.


"Baiklah jika begitu istirahatlah." Hansen berjalan mendekati Bella dan kembali mengacak rambut Bella sebelum ahirnya berjalan keluar kamar Bella.


Malam ini Bella tidur lebih awal karena besok pagi akan berangkat ke Singapura.


Sekarang Bella bersiap untuk tidur, sebelum tidur Bella membaca doa yang baik-baik, berharap di Singapura nanti betah, dalam hatinya tidak bisa berbohong bahwa Bella juga menginginkan saat nanti ia kembali ke Indonesia cintanya dibalas sama Arga.


Tidak berselang lama Bella ahirnya tidur.


Keesokan paginya. Pelayan yang membantu keberangkatan Nona Mudanya ke Singapura sibuk membantu, sebelum Bella berangkat gadis itu harus sarapan dulu, awalnya Bella menolak karena tidak selera makan, ahirnya Hansen turun tangan menyuapi Bella.


Setelah sarapan selesai dan koper milik Bella masuk ke dalam mobil, Bella ahirnya berangkat ke bandara diantar sopir juga Hansen.


Tiga puluh menit mobil sampai bandara, Bella dan Hansen sama-sama masuk ke dalam bandara, Bella menarik satu kopernya dan Hansen menarik koper Bella yang satunya. Hansen tidak perlu bawa koper sendiri karena soal baju akan beli di sana tidak perlu dibuat pusing.


Hansen hanya tiga hari di sana nanti, karena Hansen hanya mengantar Bella saja.


Saat suara pengumuman pesawat yang mau dimasuki Bella dan Hansen mau lepas landas, Bella dan Hansen segera masuk ke dalam pesawat, hati Bella sedih ternyata Arga tidak menyusulnya ke bandara.


Tidak lama kemudian pesawat Garuda Indonesia tujuan Singapura itu ahirnya terbang bebas mengudara.


"Bella," ucap Arga lirih saat melihat pesawat yang baru saja melintas terbang itu.

__ADS_1


Ya, Arga menyusul Bella di bandara namun sayang Arga telat.


__ADS_2