
Ibu Alenta tidak bertanya lagi pada Leonardo, saat ini milih kembali duduk di kursi ruang keluarga, Ibu Alenta jadi pusing sendiri, karena semua rencananya tidak pernah ada yang berhasil.
Seharian Ibu Alenta termenung setelah Anggun pergi sampai kini tiba malam hari, Ibu Alenta masih saja termenung, saa ini di dalam kamar.
Makan malam sudah terlewati, saat ini Milea baru keluar dari dalam kamar mandi, sehabis cuci muka dan gosok gigi.
Leonardo sudah duduk di atas ranjang seraya bersandar menatap terus ke arah Milea.
Namun yang ditatap tidak peduli bahkan tidak merasa, kejadian siang hari masih membuatnya kesal.
Hah malam ini aku malas tidur di ranjang, tapi aku bakalan kelihatan cemburu kalo sampai aku tidur di sofa, hem serba salah, batin Milea merasa bingung.
Ahirnya setelah menggunakan handbody dan parfum, Milea putuskan untuk tidur di ranjang, demi menjaga gengsinya.
Kan aku tidak cemburu haha, batin Milea meyakinkan diri.
Milea mulai merayap naik ke atas ranjang, sudah bersiap mau menarik selimut dan ingin segera tidur, namun tiba-tiba Leonardo menarik Milea masuk dalam pelukan pria itu.
Deg.
Milea terkejut saat merasakan bibir Leonardo mengecup-ngecup lehernya. Milea mematung tapi tiba-tiba air matanya menetes, buru-buru Milea menghapusnya.
Kenapa kau suka memeluk dan menciumku, tapi kau tidak mencintaiku, begitulah arti air mata Milea yang menetes.
Leonardo merasakan tubuh Milea yang bergetar, hembusan nafas hangat Leonardo dapat Milea rasakan, gadis itu merasakan geli-geli aneh.
"Kamu tadi cemburu," bisik Leonardo seraya mengeratkan pelukannya menempelkan pipinya dengan pipi Milea.
"Em a-aku ta-tadi mi-mintak ma-maaf su-sudah mem-membanting pin-pintu." Milea gugup mau menjawab ahirnya yang diucapkan kalimat lain.
"Kamu tadi cemburu?" tanya ulang Leonardo, kali ini sembari menggigit kecil telinga Milea.
His kenapa dia tanya cemburu seperti mau dijawab iya sih, memang cemburu aku penting baginya, batin Milea yang merasa Leonardo sedikit memaksa.
"Aku tidak cembu-."
Mmm.
Bibir Milea dibungkam dengan bibir Leonardo membuat ucapannya tadi terhenti.
__ADS_1
Ciuman itu begitu lembut Milea rasakan, seolah Leonardo memainkannya tidak mau sampai bibir Milea rusak, sampai membuat Milea hanyut tanpa terasa menikmati ciuman itu.
Setelah ciuman itu terlepas sama-sama kehabisan oksigen, Leonardo beralih mencium pipi Milea. "Tidurlah," bisiknya yang kemudian membawa tubuh Milea berbaring, tetap membiarkan Milea dalam pelukannya.
"Tuan kenapa kita tidurnya begini?" tanya Milea karena merasa tidak nyaman dengan posisi tidur yang dipeluk Leonardo dari belakang.
Leonardo tidak menjawab hanya diam seraya menarik selimut sampai membungkus tubuh keduanya.
Milea ahirnya hanya bisa diam menerima perlakukan Leonardo yang begitu erat memeluknya saat ini, punggung Milea yang menempel di dada Leonardo sampai bisa merasakan detak jantung pria itu.
Di saat Milea belum bisa tidur, namun kini sudah mendengar suara dengkuran halus.
Dia sudah tidur, mudah sekali dia tidur, mungkin karena dia baru sembuh sakit.
Milea kemudian berusaha tidur, malam ini dilalui dengan sama-sama tidur saling memeluk.
Pagi hari saat Milea bangun dari tidurnya, begitu terkejut saat mendapati dirinya membalas pelukan Leonardo.
Hah apa yang aku lakukan, perasaan tadi malam aku tidur membelakangi dia, mengapa sekarang berganti aku juga memeluknya, dan apa ini kami saling berhadapan, hah tidaaaakkkk! batin Milea menjerit.
Milea pelan-pelan menjauhkan tangan Leonardo, setelah bebas dari pelukan pria itu, Milea segera turun dari ranjang menuju kamar mandi.
Sepuluh menit, Milea keluar dalam keadaan sudah menggunakan handuk kimono, kemudian segera memakai baju kerjanya, pagi ini Milea akan ke toko rotinya lagi.
Satu jam berlalu, ternyata Leonardo pagi ini juga berangkat kerja, Ibu Alenta melarangnya karena Leonardo baru sembuh takut jika nanti akan sakit lagi.
Namun Leonardo menolak dengan alasan mau meeting bersama klien, namun justru itu Ibu Alenta menolak, karena meeting itu butuh konsentrasi, khawatir akan menyebabkan kepala Leonardo kembali sakit.
Namun lagi-lagi Leonardo meyakinkan bahwa semuanya tidak masalah.
Ahirnya mobil Leonardo melesat pergi bersama Sekertaris Alan, tidak lama kemudian disusul mobil Milea.
Ibu Alenta hanya bisa menghela nafas panjang saat melihat semuanya sudah pergi, hari-harinya dari dulu sama saja, tidak ada teman saat di rumah, impiannya ingin punya menantu yang bisa dipamerkan dengan teman sosialitanya namun karena menantunya Milea jadi tidak bisa.
Bukan di puji yang ada malah di hujat pikirnya.
Dengan langkah malas ahirnya Ibu Alenta kembali masuk ke dalam rumah.
Tiga puluh menit, mobil Milea sudah sampai di area toko rotinya, namun alangkah terkejutnya saat melihat di sana sudah banyak wartawan di waktu sepagi ini.
__ADS_1
Wartawan itu mencari siapa ya? gumam Milea yang tidak tahu tujuan wartawan itu.
Dengan semangat Milea membuka pintu mobil, namun baru beberapa langkah Milea sudah dikepung para wartawan tadi.
"Itu Nona yang kemarin!" Salah satu wartawan berteriak, membuat teman wartawan yang lain ikut mendekati Milea.
Milea terkejut saat mendapati dirinya kini sudah dikepung banyak wartawan, tidak tahu berapa jumlah banyaknya wartawan itu, seraya mendengar pertanyaan-pertanyaan yang melayang dari wartawan untuk dirinya, Milea melindungi wajahnya dari banyaknya kamera yang saat ini mengambil gambar wajahnya.
"Nona, ada hubungan apa Nona dengan Tuan Leonardo?"
"Apa Nona dan Tuan Leonardo saling dekat selama ini?"
Tidak! tidak! Aku tidak mau menjawab! batin Milea berteriak, rasanya ingin kabur tapi tidak bisa.
"Bisa minta tolong klarifikasinya Nona, menjelaskan kedekatan Nona dengan Tuan Leonardo?"
"Iya, Nona. Kami melihat Anda begitu dekat dengan Tuan Leonardo?"
Hah!
Tidaaaakkkk!
Milea berteriak lantang, membuat pertanyaan para wartawan berhenti.
Milea marah menatap semua wajah dengan tatapan tajam. "Minggir kalian semua! minggir!"
Wartawan yang melihat Milea marah yang begitu menakutkan, langsung memberikan jalan untuk Milea lewat.
Namun tanpa Milea sadari yang dilakukannya barusan tetap saja tertangkap kamera, dan menjadikannya ada berita baru heboh.
Wah ternyata gadis jelek itu kalo marah menyeramkan, ada hubungan apa ya dia dengan Tuan Leonardo, sampai bisa semarah itu saat dilempar pertanyaan. Artikel baru langsung muncul di sosial media lengkap dengan wajah Milea saat marah tadi, dan seketika langsung banjir komentar yang negatif.
Milea yang sudah masuk ke dalam toko rotinya, langsung minta minum air putih, Tata memberikan air minum itu, Nindi menenangkan Milea.
Nindi dan Tata juga sudah tahu para wartawan itu sejak tadi sebelum Milea datang, dan tidak tahu juga bila yang dicari mereka adalah Milea.
Nindi mencari informasi di sosial media, namun yang pertama dilihatnya foto Milea bersama Leonardo saat kemarin Leonardo mengelap keringat Milea.
Nindi hanya fokus sama fotonya tidak membaca caption pedas di bawah foto itu, dari akun cocok nyibir.
__ADS_1
"Kak Lea so sweet," ucap Nindi seraya menunjukan foto itu ke Milea, dan seketika mendapat pukulan kecil dari Milea.