Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 55. Mengaku cinta di dalam kls.


__ADS_3

Sekolahan SMA.


Di kls Arga berada, sedang ada tugas kelompok perintah dari guru mereka, setiap kelompok hanya tiga orang, kelompok Arga terdiri dari Arga, Lala, dan Rudi.


Bella kesal saat mendapati dirinya tidak satu kelompok dengan Arga, namun mau bagaimana sudah ketentuan guru, karena guru yang memilih langsung kelompok masing-masing.


Tugas yang mereka semua harus lakukan yaitu mencari sebuah tanaman, bebas mau tanaman apa pun yang ada di sekitar sekolahan, dan setelah itu wajib harus melukisnya.


Alat untuk melukis sudah siap di meja per kelompok masing-masing, karena perintah tugas ini sudah dari beberapa hari lalu, dan hari ini mereka semua sudah menyiapkan nya.


saat ini mereka semua sedang keluar kls untuk mencari tanaman, dari sekian banyak murid di kls itu hanya Bella yang tampak tidak paling bersemangat, lesu dan malas.


"Bella, ayo bantuin nyari." Jessi menggoyangkan lengan Bella.


"Maleslah, kamu aja." Bella bicara santai kemudian duduk di bangku di taman belakang sekolahan.


"His Bella," gerutu Jessi yang kemudian milih mencari tanaman sendiri.


Kenapa sih, gue gak jadi satu kelompok dengan Arga, batin Bella seraya menatap ke arah Arga bersama dua teman kelompoknya yang saat ini sedang asyik mencari tanaman.


Lihatlah Lala sok perhatian banget sama Arga, batin Bella seraya membuang nafas berat tangannya terkepal erat.


Kenapa! Kenapa! bahkan tidak hanya takdir yang membuat gue dan Arga tidak bisa bersatu, tapi ibu guru juga ikut-ikutan tidak menyatukan kami dalam satu kelompok, hah! benar-benar kesal!


"Bella."


Mendengar suara ibu guru Rere, Bella langsung mendongakkan kepalanya menoleh ke belakang, Bella kikuk ketahuan tidak bekerja mencari tanaman.


"Eh, Ibu?" sapa Bella seraya berdiri dan tersenyum.


Ibu Rere menatap tidak suka seraya menggelengkan kepala. "Bella, kamu tidak boleh seperti ini, yang namanya tugas kelompok, kamu harus mencari bersama-sama dengan teman kelompok kamu, bukan malah duduk bersantai di sini."


Ibu Rere marah.


Bella mengangguk. "Iya, Bu maaf."


"Jangan hanya maaf, maaf saja Bella, sana kerjakan!" Ibu Rere bicara tegas terhadap Bella.


Bella mulai mau balik badan dan ikut bersama temannya yang sedang mencari tanaman.

__ADS_1


"Lihatlah, kelompok Arga sudah kembali."


Suara Ibu Rere kembali Bella dengar, bahkan Bella juga melihatnya saat ini jika Arga bersama dua teman kelompoknya sedang berjalan manuju kls serta membawa tanaman.


Bella tidak menjawab ucapan Ibu Rere dan langsung berjalan menuju teman kelompoknya dengan perasaan sangat malas.


Tiga puluh menit kemudian.


Semua murid sudah berada di dalam kls, semua sudah siap untuk melukis, tanaman yang mereka ambil juga semua sangat bagus-bagus, dan ketentuan untuk nilai bukan dari tanaman yang aslinya yang bagus, tapi hasil lukisan mereka yang bagus.


Dan saat ini merek semua mulai mengerjakannya, Ibu Rere berjalan mendekati setiap kelompok untuk mengawasi kerja mereka semua.


Mereka yang pandai menggambar mulai kelihatan hasil bagusnya, tapi mereka yang tidak bisa menggambar hanya berkali-kali dihapusnya kemudian coba lagi dan lagi, tapi Ibu Rere suka karena mereka tidak menyerah, jiwa yang terus semangat untuk maju.


Tidak tahu bila di pikiran mereka saat ini ingin rasanya melempar cat lukisan ke wajah Ibu Rere karena memberi tugas sesulit itu.


Bagi mereka yang tidak bisa menggambar bagus, hanya mengumpat dan menghela nafas kasar.


"Ayo semangat, semangat!"


Semangat gundulmu, seperti itulah jawaban mereka dalam hati yang merasa tidak bisa menggambar.


Saat ini Ibu Rere berdiri di samping kelompok Bella, yang Ibu Rere lihat hasil gambaran Bella sangat bagus, walau tanaman yang diambilnya tadi tidak terlalu bagus.


"Bella ayo fokus dengan tugasnya."


Bella yang baru menyadari bila Ibu Rere ada di belakangnya ia duduk langsung fokus lagi dengan gambarannya.


Ih jelek gambaran aku, batin Bella yang merasa kurang puas dengan hasil gambarannya, mau di ganti tapi sudah selesai menggambar, ahirnya Bella biarkan dan saat ini mulai mewarnai dengan cat lukis.


Dua teman Bella tidak bekerja sama sekali, karena mereka berdua tidak bisa melukis, dari menggambar sampai mewarnai Bella yang melakukan.


Dua teman Bella sampai takjub melihat hasil lukisan Bella yang hasilnya sangat bagus, Bella memiliki kelebihan dalam melukis sehingga gambar yang mati itu terlihat hidup seperti nyata.


Bahkan Bella melakukannya sangat cepat, karena memang sudah terbiasa, di rumah juga Bella sering melukis, setiap kali perasaannya sedih Bella selalu melukis, baginya melukis bisa mengurangi kesedihan, juga bisa untuk mengutarakan rasa kesedihannya melalui lukisan.


Bella di rumah miliki ruangan khusus untuk melukis, dan untuk menyimpan hasil lukisannya di sana, kelebihan Bella ini hanya menjadi rahasianya, tidak ada temannya yang tahu, hanya Hansen yang tahu karena kakaknya.


Empat puluh menit, semua hasil lukisan dari semua kelompok sudah jadi, namun belum di kumpul, karena Ibu Rere masih keluar kls, mereka semua masih menunggu Ibu Rere.

__ADS_1


Tiba-tiba Bella melihat Arga bicara ramah dengan Lala, sikap yang tidak pernah Bella lihat dari Arga, Bella cemburu melihat itu semua, tangannya terkepal, matanya sudah panas.


Saat melihat Arga keluar kls, Bella berjalan mendekati kelompok Arga, Lala sedang berbincang dengan teman sebelahnya.


"Lala!"


Lala yang bingung saat temannya yang diajak bicara menyebut namanya sembari menutup mulut, tidak paham dengan apa yang terjadi, Lala menoleh ke belakang ternyata hasil lukisannya sudah terbelah jadi dua, disobek oleh Bella.


Lala langsung berdiri mengarah ke Bella menatap tidak percaya.


"Bella apa yang kamu lakukan!" teriak Lala begitu terkejut dengan tindakan Bella, karena ulah Bella bisa membuat kelompoknya tidak mendapat nilai.


"Merusak hasil kerjamu," jawab santai Bella tanpa dosa.


"Bella kamu-."


"Ada apa?" tanya Arga yang tiba-tiba baru datang, melihat Lala juga Bella bergantian, kemudian matanya berganti melihat hasil lukisannya yang disobek di tangan Bella.


"Apa maksudmu!" bentak Arga seraya mengambil lukisan di tangan Bella, Arga begitu terkejut kini lukisannya sudah sobek terbelah dua, dan ini artinya kelompoknya tidak akan mendapat nilai.


Bella hanya diam kemudian mau pergi begitu saja.


"Kenapa kau diam!" Arga menahan lengan Bella.


Bella menatap tajam ke arah lengannya yang saat ini ada tangan Arga yang memegangnya.


"Apa masih penting alasan dari aku, bukankah kamu sudah tahu jika ini tandanya aku marah." Bella bicara masih terus menatap ke arah lengannya.


Arga menjauhkan tangannya. "Caramu salah, bukan ini caranya kamu membalas kekesalan dalam hatimu padaku."


Bella berbalik tampak wajahnya menahan kekesalan. "Ya, ya seharusnya bukan seperti ini membalas kamu yang tidak tahu perasaan aku."


"Terserahlah," jawab cuek Arga, yang semakin membuat Bella tidak terkendali.


"Aku mencintaimu Arga ..." Bella berteriak sampai semua murid di dalam kls terkejut dengan pengakuan cinta Bella untuk Arga.


"Kenapa, kenapa jika semua teman satu kls tahu, kamu malu, hah!" Bella menunjukan wajah menantang.


"Kejam kamu Arga."

__ADS_1


Setelah bicara seperti itu Bella pergi keluar kls, tujuannya adalah kamar mandi, Bella ingin menangis di sana.


Setelah Bella pergi, Ibu Rere datang meminta hasil kerja kelompok harus dikumpul, Arga menjelaskan bahwa lukisannya tanpa sengaja tersobek, untungnya Ibu Rere masih mau menerima, itu karena Arga anak pintar dan tampan, Ibu Rere memaafkan.


__ADS_2