
Pukul sepuluh malam pesta pernikahan telah usai, para tamu undangan sudah pada pulang, keluarga Milea pun juga sudah pulang.
Tadi sebelum ayahnya pulang, masih sempat mengucapkan selamat untuk Milea, namun hanya Milea tanggapi dengan senyum getir.
Ini lho ayah aku bahagia, bahagia karena keserakahan mu, begitulah senyum getir Milea memberitahu.
Dan saat ini di ruang ballroom hotel hanya menyisakan para sahabat-sahabat Leonardo saja.
Sementara Milea di minta pulang ke rumah utama lebih dulu, Milea di antar sang sopir menuju pulang, sepanjang perjalanan pulang, Milea hanya melihat ke arah jalanan di luar jendela kaca mobil.
Sampai mobil berhenti di halaman rumah utama, Milea baru menggerakkan kepalanya menatap ke depan, sebelum Milea membuka pintu mobil, sudah ada pelayan yang membukakan pintu mobil, Milea menyembul keluar mobil dengan terkejut.
Derajat aku naik, dari pembantu berubah jadi Nyonya, xixixixi. Milea bicara dalam hati seraya tersenyum ke arah pelayan yang membukakan mobil, namun Milea juga menertawakan dirinya sendiri.
Hah! Memang setelah kamu jadi Nyonya kamu mau apa Lea? To kamu tetap tidak bisa berbuat apa-apa? Batin Milea mengejek diri sendiri, sembari melangkah masuk ke dalam rumah.
"Nyonya Lea, mulai sekarang kamar Anda berada di kamar utama, bersama Tuan Muda," jelas Pak Ahmad yang mengantar Milea masuk ke dalam rumah.
Hahah. Milea tertawa geli dalam hati mendengar kalimat Nyonya yang diucapkan oleh Pak Ahmad.
"Pak Ahmad! Biasa saja bila mau manggil saya, tetap panggil saya Lea, tidak usah ada embel-embel kata Nyonya," ucap Milea seraya mengangkat kedua bahunya geli.
"Bukan seperti itu Nyonya Lea, tapi ini sudah peraturan untuk saya dan seluruh para pelayan di rumah ini, karena sekarang Anda sudah menjadi istri Tuan Muda kami."
Ya, ya! Ya, istri pria aneh itu! Batin Milea kesal.
Milea membuang nafas berat. "Baiklah jika Pak Ahmad sudah nyaman dengan sebutan Nyonya, saya tidak akan memaksa." Milea tersenyum namun senyum dipaksakan.
__ADS_1
Dengan langkah terpaksa, Milea mulai menapaki anak tangga, di belakangnya ada Pak Ahmad yang mengantar Milea sampai masuk ke kamar utama.
Pria tua itu sudah berubah delapan puluh derajat, biasanya aku yang berjalan di belakangnya, tapi kini berganti dia yang berjalan di belakang aku, pikir Milea mengejek Pak Ahmad dengan bibir menyebik.
"Selamat istirahat Nyonya, pakaian Anda sudah saya pindahkan ke kamar ini," ucap Pak Ahmad yang kini mereka berdua sudah sama-sama di dalam kamar Leonardo.
Wah! cepat banget cara kerja Anda Pak, puji Milea dalam hati.
"Terimakasih Pak Ahmad ... Selamat beristirahat juga." Milea tersenyum dan senyum Milea terlihat mengejek di mata Pak Ahmad, sampai pria tua itu terkejut, sedikit tahu bila wanita di depannya memang terpaksa menikah dengan Tuan Mudanya, namu Pak Ahmad tidak akan memberi komentar apa pun, menundukkan kepala pada Milea sebelum ahirnya pergi dari kamar tersebut.
Hahahah!
Tawa kencang Milea setelah Pak Ahmad pergi.
"Malam ini aku dikejutkan dengan perubahan pak Ahmad yang begitu menghormati aku," ucapnya sembari menyeka air matanya, tertawa sampai keluar air mata.
"Ibu Mertua! Hahahah Ibu mertua bagaimana ya besok sikapnya padaku." Menggigit bibir bawahnya menahan tangis, meski bibirnya mampu mengejek semua orang seisi rumah, tidak bisa dipungkiri bila hatinya merasa sesak.
Gaun pengantin yang Milea gunakan sudah wanita itu lepas, kini tergeletak di lantai, Milea masuk ke dalam kamar mandi, berendam dengan air hangat, seluruh tubuhnya tertutup oleh busa-busa sabun, matanya terpejam menikmati aroma wangi dari sabun.
Perlahan pikirannya yang kacau kini mulai kembali pulih, berkuasa sebentar mandi di bathtub milik Leonardo, mumpung pria itu belum pulang pikir Milea.
Milea rasanya ingin mengerjai pria itu supaya kesal, tapi Milea tidak punya keberanian, pernah sekali melihat pria itu marah, kini tidak mau mengulangi lagi.
Lima belas menit Milea berendam, kini berdiri di bawah air shower yang mengalir, Milea mengguyur tubuhnya dengan air menghilangkan busa-busa sabun.
Setelah ritual mandinya selesai, Milea keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah lebih segar, rambutnya yang basah ia biarkan tergerai, tapi tidak seindah rambut iklan sampo lifboy, karena rambut Milea keriting dari pangkal rambut sampai ujung rambut.
__ADS_1
Kini Milea sudah berpakaian kemeja malam, rambutnya pun sudah dirinya keringkan menggunakan hair dryer, mengambil bantal yang ada di dalam almari, tadi Milea melihat ada bantal di sana.
Milea milih tidur di sofa, tadi sudah kelupaan mau naik ke atas ranjang, namun tiba-tiba sadar bila ranjang itu bukan miliknya, takut kena marah yang punya ranjang, bila Milea tidur di sana tanpa ijin.
"Ahirnya aku bisa istirahat ..." Milea berkata penuh semangat, yang kini sudah berbaring di atas sofa, tidak lama kemudian Milea sudah ngorok.
Bila Milea sudah masuk ke alam mimpi, berbeda dengan Leonardo, pria itu saat ini masih duduk di pesta pernikahan bersama para sahabatnya ada juga kolega bisnis.
Duduk melingkar di kursi bundar, ada meja di tengah-tengah mereka semua, ada minuman di depan mereka, dari alkohol juga ada minuman air mineral.
Semuanya laki-laki, tidak ada wanita yang masuk ke tempat ini.
Tadi kolega bisnis Leonardo sempat menawarkan wanita untuk menemani ngobrol perayaan pesta pernikahan Leonardo, tapi pria itu menggeleng tanda tidak butuh.
"Tuan Muda, dari mana Anda kenal dengan istri Anda, dia sangat cantik." Puji sekaligus bertanya dari salah satu sahabat Leonardo.
"Di mana ya? Kolong jembatan kali."
Hahahah!
Di susul tawa kencang oleh semua orang jawaban Leonardo barusan, semua orang menghabiskan minuman wine di atas meja, Leonardo hanya melihat tanpa minat, sedari tadi yang pria itu minum hanya air mineral.
"Tuan Muda, cobalah." Salah satu kolega bisnis menyodorkan segelas wine, mungkin karena pria itu sudah mabuk, jadi miliki keberanian menawarkan wine untuk Leonardo.
"Anda belum pernah mencobanya, kan?" ucapnya lagi disertai tawa, Leonardo hanya diam melihat pria itu, marah juga tidak. Namun karena Leonardo hanya diam ahirnya gelas berisi wine, pria itu sendiri yang meminumnya.
Alan mendekati Leonardo, berbisik memberitahu bila Milea sudah sampai di rumah dan sedang tidur. Leonardo hanya diam. Sekertaris Alan pergi menjauh lagi.
__ADS_1
Yang sudah mabuk mulai di pindahkan, di bantu masuk ke kamar hotel, Leonardo yang akan bayar tagihannya, sementara sebagian yang masih sadar karena hanya minum sedikit, masih lanjut mengobrol bersama Leonardo, sampai malam semakin naik entah sampai pukul jam berapa.