Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 42. Foto mengguncang hati.


__ADS_3

Setelah mencari ke sana ke mari tidak ada, bertanya pada pelayan juga sudah, saat Milea kembali ke kamar, ternyata bertemu Leonardo yang juga keluar dari ruang kerjanya, yang baru menutup pintu.


Jadi dia di situ, gumam Milea yang kemudian langsung berjalan menghampiri.


"Tuan."


Leonardo menoleh saat mendengar suara Milea memanggil namanya, namun pria itu hanya diam tanpa ekspresi, tanpa menjawab Milea, Leonardo berjalan ke ruang kamarnya dan masuk ke dalam.


Hah! dia kembali menjadi manusia es.


Milea segera menyusul masuk ke dalam kamar, di ujung sana Leonardo melepas pakaiannya, yang bila Milea lihat itu masih pakaian kerja.


Jadi semalam dia tidak ganti pakaian, lalu dia tidur, batin Milea tidak bisa meneruskan kata-katanya yang kemungkinan Leonardo tidur di ruang kerja.


Milea menutup mulutnya dengan tangan, begitu terkejut tidak menyangka Leonardo bisa tidur tanpa harus di atas ranjangnya.


Eh, tadi malam kan ranjangnya aku yang nempatin.


"Sampaikan pada Pak Ahmad, pagi ini aku tidak sarapan di rumah," ucap Leonardo seraya menyambar handuk yang kemudian berjalan masuk ke kamar mandi.


"Ba-baik Tuan."


Tumben dia tidak meminta aku untuk menyiapkan air, hah tapi kan itu sudah menjadi kewajiban aku, tapi terserahlah salah sendiri pake menghilang jadi aku kelupaan mengisi air bathtub, batin Milea seraya berjalan menuju lantai satu.


Sampai di sana Milea segera menemui Pak Ahmad yang sedang sibuk di dapur, kemudian Milea menceritakan Leonardo yang pagi ini tidak akan sarapan pagi.


Pak Ahmad langsung tersentak mendengar penjelasan Milea, melihat wajah Pak Ahmad yang berubah ekspresi terlihat khawatir, Milea jadi bingung.


Pak Ahmad tidak perlu bertanya kenapa dan mengapa pada Milea, pria tua itu sudah paham bila Leonardo tidak mau sarapan di rumah, itu tandanya ada masalah, pria itu sedang tidak baik-baik saja.


Milea kemudian kembali masuk ke dalam kamarnya, Milea menyiapkan pakaian kerja Leonardo dengan pikiran yang terus bertanya-tanya, tentang perubahan wajah Pak Ahmad, Leonardo tidur di ruang kerja.


Tiba-tiba pintu kamar mandi dibuka, Leonardo mendekati Milea, mengambil pakaian kerja di tangan Milea, mulut pria itu masih setia diam, dari Leonardo masuk ke ruang ganti, sampai pria itu keluar dari sana sudah berpakaian rapi, batin Milea masih terus bertanya-tanya.

__ADS_1


Mau bertanya langsung pada orangnya tidak berani, alhasil Milea juga ikutan diam, sampai Leonardo ahirnya berjalan keluar kamar, Milea juga hanya bisa diam seraya mengikuti langkah pria itu.


Tibanya di halaman rumah, Milea kembali terkejut, biasanya setiap pagi ada Sekertaris Alan yang sudah datang, siap berangkat bersama Leonardo, tapi pagi ini tidak, Leonardo berangkat sama sopir lain, saat Milea meletakkan tas kerja ke dalam mobil, Milea melihat Leonardo duduk bersandar membuang muka ke arah lain.


Milea hanya bisa terus diam memperhatikan, memang beda tidak seperti biasanya, Milea malah jadi bingung dengan perubahan ini.


Mengapa aku malah menyukai dia yang suka usil, dia yang berkata kejam, dia yang suka-suka menyuruh-nyuruh dari pada diam seperti itu, gumam Milea yang seraya terus melihat ke arah mobil yang saat ini sudah mau keluar gerbang.


Pagi ini Milea juga malas mau sarapan, apa lagi sarapan hanya berdua saja sama mertuanya yang menyebalkan,Milea milih mengambil semangkuk bubur yang sudah dibuat pelayan untuk dimakan di dalam kamar.


Setelah menjelang siang, Ibu Alenta saat ini sedang bertemu seseorang yang ditunggunya sedari tadi di restoran. Tidak lama kemudian seorang wanita cantik menghampiri Ibu Alenta.


"Hei Tante maaf sudah membuat Tante menunggu," ucapnya dengan suara lembut dan tersenyum manis.


"Tidak apa-apa sayang, duduklah," titah Ibu Alenta, wanita itu kemudian menarik kursi di sebelah Ibu Alenta dan duduk di sana.


"Tunggu sebentar ya, kita tunggu anak Tante, katanya saat ini sedang di jalan."


"Baik Tante, terimakasih sudah memberi tawaran saya untuk menjadi ambassador di perusahaan anak Tante." Wanita itu tersenyum tulus.


Dan yang mereka tunggu ahirnya sampai, Leonardo masuk ke ruang VVIP dengan langkah gagah menggunakan kaca mata hitam, wanita itu langsung terpesona di pandangan pertama, seperti melihat seorang pangeran di bumi.


Sampai terbengong dan baru tersadar setelah mendengar suara Ibu Alenta.


"Leon terimakasih sayang sudah menyempatkan waktu kamu."


Hem.


Menjawab singkat seraya melepas kaca mata hitamnya, wanita itu langsung tersentak setelah melihat wajah pria di depannya yang ternyata Presdir perusahaan yang terkenal di negeri ini.


"I-ini putra Tante?" tanya wanita itu masih tidak percaya, tapi wajahnya terlihat begitu bahagia.


"Iya ini anak Tante, Leon perkenalkan dia adalah Suci putri teman Ibu, yang mau Ibu jadikan ambasador untuk launching produk di bulan depan."

__ADS_1


Leonardo hanya mendengar belum memberi jawaban, Suci tidak fokus dengan ucapan Ibu Alenta malah asyik memandangi wajah Leonardo yang rupawan.


Aku tidak menyangka bertemu dia di sini, dan aku tidak menyangka akan ada kerja sama diantara kami sebentar lagi, haha aku sudah tidak sabar ingin bisa lebih mengenal dia, batin Suci yang masih terus setia memandangi Leonardo tanpa berkedip dengan senyum manis.


"Suci juga adalah seorang model terkenal, jadi Ibu rasa dia mampu memberikan yang terbaik untuk perusahaan kita," imbuh Ibu Alenta yang terus memuji Suci.


"Suci?"


"Ah, iya." Suci gagap saat Ibu Alenta menyenggol lengannya, yang baru sadar bila sedari tadi dirinya hanya melamun, Ibu Alenta membuat kode mata, supaya Suci mau bicara menunjukan keahliannya pada Leonardo.


"Tuan, saya sudah lama di bidang modeling, dan saya juga sudah berkali-kali mendapatkan job tawaran sebagai ambasador, saya usahakan akan memberikan yang terbaik."


Ibu Alenta bangga dengan jawaban Suci, berharap Leonardo akan menerima Suci, awalnya memang kerja sama, tapi lama-lama kelamaan miliki tujuan lain untuk menyatukan mereka batin Ibu Alenta yang semakin tersenyum penuh arti.


"Baiklah, besok datanglah ke kantor untuk tanda tangan surat kontrak kerja."


"Ba-baik Tuan terimakasih, terimakasih." Suci bahagia mendengar jawaban Leonardo sampai berdiri dan memberikan hormat berkali-kali, baru kembali duduk setelah Ibu Alenta memintanya duduk tidak perlu melakukan hal berlebihan seperti itu.


Setelah tidak ada yang dibicarakan lagi, Leonardo pergi lebih dulu, namun sebelum Leonardo keluar dari ruang VVIP, Ibu Alenta memberi kode Suci untuk menyusul Leonardo.


"Tuan Muda tunggu!"


Leonardo menghentikan langkahnya, saat sudah sampai di samping Leonardo tiba-tiba Suci keseleo kakinya, Leonardo menangkap tubuh Suci untuk tidak jatuh.


"Maaf Tuan Maaf," ucap Suci setelah Leonardo membantu dirinya untuk berdiri sempurna.


Leonardo hanya diam.


"Saya hanya mau mengucapkan terimakasih banyak Tuan," ucap Suci dengan menunduk sok merasa bersalah mencari simpati Leonardo.


Hem. Leonardo melenggang pergi, Suci tersenyum penuh kemenangan, berjalan kembali menghampiri Ibu Alenta, mereka berdua tersenyum bahagia bersama.


Sementara Milea yang saat ini sedang mengantar roti ke rumah pembeli, membuka hp saat mendengar suara bunyi hp tanda pesan masuk.

__ADS_1


Mata Milea langsung terbelalak kaget saat melihat foto yang baru di kirim ke hp nya dari nomer baru.


__ADS_2