Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 95. Ada yang cemburu.


__ADS_3

Setelah pembicaraan dengan sang Ibu di ruang kerja, Leonardo terus kepikiran omongan ibunya.


Dari mana Ibu tahu? Sejak kapan Ibu tahu? Apa Ibu bertemu Kharisma? Benak Leonardo bertanya-tanya, apa lagi saat ibunya bicara seolah tidak ingin rumah tangga Leonardo dan Milea bubar, Leonardo semakin penasaran dengan ibunya.


Sampai saat ini Ibu memang belum memberikan restu, tapi dari ucapannya yang meminta Leonardo harus berhati-hati dengan Kharisma, sepertinya sudah memberikan sinyal-sinyal merestui.


Leonardo berharap ibunya segera memberikan restu atas pernikahannya dengan Milea.


Saat ini Leonardo duduk di atas ranjang, menoleh sebelahnya yang ada Milea sedang tidur sembari memeluk guling, rambut keriting Milea ke depan sampai menutupi wajah, Leonardo menyisihkan rambut itu ke belakang telinga Milea, Leonardo tersenyum apa bila sedang lagi tidur seperti ini Milea terlihat imut.


"Mele'ku tidak akan aku biarkan siapa pun menyakitimu, sumpahku," ucap Leonardo yang penuh penekanan saat mengatakan kalimat sumpah.


Leonardo akan menjaga Milea tidak mau sampai ada yang menggores sedikit wanitanya, siapa pun yang berani akan langsung berurusan dengannya.


Pria pendendam yang mampu merubah nasib musuhnya dalam hitungan detik.


Leonardo mengecup kening Milea, kemudian ikut berbaring di sebelah Milea dan tidur bersama.


Keesokan harinya.


Pukul sembilan pagi.


Leonardo sudah berada di dalam sebuah gedung pencakar langit milik klien barunya, mereka berdua sama-sama pengusaha muda bahkan perusahaan mereka saling berdekatan tidak memakan waktu sampai lima belas menit sudah sampai di perusahaan milik salah satu pengusaha muda itu, namun setelah sekian lama berdampingan baru kali ini mereka berdua mau melakukan kolaborasi.


Perusahaan Hansen Corp.


Hansen yang semula duduk langsung berdiri saat melihat Leonardo datang, Hansen sangat menghormati dan menjunjung tinggi Leonardo, salah satu pengusaha muda sebagai inspirasi Hansen.


Meski kesuksesannya belum seperti Leonardo tapi saat ini sudah mendekati lah.


"Suatu kehormatan bagi kami terutama Hansen Corp telah didatangi Presdir Armada Group." Hansen menunduk hormat sembari tangan kanannya di letakkan di dada dan tangan kirinya di belakang punggungnya.


Leonardo tersenyum kecil.

__ADS_1


Hansen mempersilahkan Leonardo untuk duduk di tempat yang sudah disediakan. Di ruangan ini hanya akan ada empat orang, Leonardo bersama Sekertaris Alan, Hansen bersama sekertaris Dion.


Diam-diam Hansen memperhatikan Leonardo, saat dirinya miliki perasaan cinta sama Milea namun harus pupus sebelum diungkapkan setelah mengetahui Milea adalah istri pria yang saat ini di depannya yaitu Leonardo.


Aku tidak mungkin bisa bersaing dengan Tuan Leonardo, dia lebih hebat dari aku. Aku bagaikan seekor semut dibandingkan beliau, sekali aku diinjak pasti akan mati, sekarang yang bisa aku lakukan hanya berharap semoga Milea selalu bahagia bersama Tuan Leonardo, batin Hansen yang kembali sedih teringat Milea cinta pertamanya.


Kemudian meeting untuk membahas kerja sama itu dimulai, keempat pria di ruangan ini mulai membahas hal penting mengenai kerja sama, seperti keuntungan dan kerugian juga pengeluaran, semua dibahas tuntas.


Ternyata meeting yang diadakan itu memakan waktu lama, selama dua jam mereka berdiskusi hingga mendapatkan keputusan yang tepat, kerja sama disepakati antara keduanya.


Setelah meeting selesai Hansen dan Leonardo saling berjabatan tangan, kemudian Hansen bersama sekertaris Dion mengantar Leonardo juga Sekertaris Alan keluar sampai di lobby perusahaan.


Setelah keluar dari pintu keluar perusahaan seketika mata Hansen melihat Milea yang berdiri di samping mobil Leonardo sedang melambaikan tangan.


Nyuutt, hati Hansen terasa sakit melihat Milea tersenyum ke arah Leonardo.


Milea memang sejak tadi ikut Leonardo datang ke perusahaan Hansen, hanya saja Milea milih tinggal di mobil, dan saat melihat Leonardo sudah keluar, Milea pun keluar dari dalam mobil dan melambaikan tangannya.


Dengan bibir tersenyum Milea mendekati mereka, Leonardo tersenyum saat Milea berjalan kearahnya.


Leonardo terkejut saat Milea menyapa Hansen sampai melihat bergantian ke arah Hansen juga Milea.


Kenapa aku ketinggalan informasi bahwa Mele kenal dengan Hansen, dan kenapa Mele tidak bercerita dengan aku, batin Leonardo cemburu.


"Tuan Hansen kami pamit," ucap Milea lagi setelah tangannya di genggam Leonardo diajak pergi menuju mobil.


Hansen hanya tersenyum.


Tidak lama kemudian mobil Leonardo pergi meninggalkan area perusahaannya. Hansen menghela nafas panjang kemudian berjalan masuk kembali ke perusahaan.


Setelah seharian di lalui dan waktu berganti malam, di dalam kamar utama penghuninya sedang ngambek.


Leonardo ternyata cemburu melihat Milea kenal sama Hansen, dan Milea sudah berusaha membujuk Leonardo, tapi pria itu semakin mengerucut tajam bibirnya, Milea jadi gemas sendiri.

__ADS_1


"Tuanku aku harus gimana?" tanya Milea ini yang kesekian kali nya karena ingin Leonardo bicara lagi.


"Ceritakan semuanya dari awal kamu kenal sama dia," titah Leonardo yang tidak mau dibantah, karena penasaran.


Milea menghela nafas sembari menatap wajah Leonardo, Milea mulai bercerita.


"Saat itu aku sepulang mengantar pesanan roti dari rumah pembeli, aku tidak sengaja hampir menabrak mobil Tuan Hansen, tapi untung saja tidak terjadi sampai kecelakaan. Dan dari mula itu lah kami mengenal karena Tuan Hansen melihat aku membawa bok roti dan saat itu Tuan Hansen mau memesan roti." Jelas Milea panjang lebar.


Milea menjatuhkan kepalanya di pundak Leonardo, sembari memeluk pinggang Leonardo.


"Kamu tidak ngarang cerita tuh? Yakin itu cerita yang sebenarnya bukan karangan kamu saja?" tanya Leonardo penuh selidik.


Hah ternyata si wajah dingin belum percaya omongan aku, lalu untuk apa coba aku bohong atau mengarang cerita segala, pikir dong aku untungnya apa! Milea ngedumel dalam hati.


"Tidak seperti itu Tuanku, ini real cerita yang sebenarnya," jelas Milea lagi kini menatap lekat wajah Leonardo.


Leonardo diam tidak merespon.


Milea mencium bibir Leonardo lebih dulu, awalnya Leonardo tidak membalas ciuman itu, namun lama-kelamaan Leonardo membalasnya setelah melihat Milea berusaha meluluhkan hatinya.


Beberapa saat ciuman itu berlangsung lama, baru terlepas saat keduanya merasakan kehabisan oksigen.


Milea kembali menyandarkan kepalanya di pundak Leonardo. "Aku jujur Tuanku plis jangan marah lagi," rayu Milea dengan suara manja.


Dalam hati Leonardo pria itu sangat puas melihat Milea yang begitu berusaha meminta maaf dan membujuknya, Leonardo semakin mencintai Milea, bukan tidak percaya sama Milea, Leonardo hanya ingin melihat seberapa jujur Milea padanya.


"Janji kau tidak akan mengulangi lagi."


Milea langsung duduk tegap mendengar ucapan Leonardo barusan, sungguh Milea senang sekali ahirnya Leonardo percaya.


"Tidak akan Tuanku, pasti apa pun akan langsung aku ceritakan," ucap Milea antusias dengan mata berbinar.


"Janji?" tanya Leonardo

__ADS_1


"Janji," sahut cepat Milea, kemudian mereka menautkan kedua jari kelingkingnya.


Leonardo merengkuh pinggang Milea dan memeluk wanitanya, Leonardo menciumi berulang kali kepala Milea tepat di ubun-ubun.


__ADS_2