Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 89. Sudah move on.


__ADS_3

Setelah tiba di rumah, Milea tidak langsung tidur, Milea saat ini sedang ber lulur, malu jika mengingat tujuannya untuk apa. Milea senyum-senyum sendiri.


Spesial malam Jumat, Aaaaa Milea menjerit saat mengingat bisikan nakal Leonardo.


Dan di sinilah Milea saat ini, di dalam sebuah ruangan khusus untuk ber lulur, tidak ada yang nemenin cukup Milea sendiri, mau minta bantuan pelayan kasihan karena sudah malam.


Sementara itu Leonardo yang saat ini sedang tiduran di atas ranjang, pria itu terus tergelak tawa saat mengingat wajah memerah Milea saat tadi ia membisikkan kata persiapan malam Jumat.


"Mele ku memang lucu, hanya aku yang punya."


Hahaha.


Tertawa lagi.


Untung saja suara Leonardo tidak terdengar sampai luar, hingga tidak mengganggu yang lain.


Di balik tawa Leonardo, pria itu benar-benar merasa bahagia dan bangga pada dirinya sendiri. Karena sudah benar-benar mencintai Milea dan sudah move on dengan Kharisma.


Terbukti saat tadi di acara pesta, Leonardo tidak peduli dengan kehadiran Kharisma yang pertama kali ia jumpai setelah pergi lima tahun.


Tadinya Leonardo pikir akan marah tak terkendali pada Kharisma, andaikan akan bertemu gadis itu lagi, ternyata salah. Justru Leonardo melakukan sebaliknya.


Hatinya tidak sama sekali terpancing amarah, Leonardo hanya ingin melindungi Milea, tidak mau ada yang menyakiti Milea, tentu Leonardo bisa melihat tatapan benci Kharisma pada Milea.


Dengan cara segera mengajak Milea pulang, adalah caranya untuk melindungi Milea, baginya hubungannya dengan Kharisma sudah selesai tidak ada yang perlu dibicarakan apa lagi sampai di bahas.


Saat ini prioritas Leonardo hanya Milea Milea dan Milea. Tidak ada yang lain selain wanitanya. Leonardo sangat mencintai Milea.


"Milea istriku l love you ..." terik Leonardo sembari menenggelamkan wajahnya di bantal, suaranya terdengar lucu namun hanya Leonardo yang mampu mendengar karena tidak ada siapa-siapa di dalam kamar.


"Mele kenapa lama sekali," bicara lagi setelah menyadari Milea belum kembali ke kamar.


Leonardo turun dari ranjang berjalan menuju lemari disertai seringai tipis di bibir. Leonardo mengambil sesuatu di dalam lemari, tergelak tawa saat memegang sesuatu yang diambilnya itu. Kemudian berjalan keluar kamar.

__ADS_1


Tujuannya mau menyusul Milea.


Sementara itu Milea yang baru saja selesai ber lulur, merapihkan kembali tempatnya dan menyimpan kembali body scrubnya.


Milea berjalan ke arah pintu saat tangan baru memegang handle pintu namun pintu sudah terdorong dari luar, Milea terkejut saat tiba-tiba muncul wajah menyeramkan.


Aaaa! Setan ...


Milea berteriak sembari menutup matanya. Namun di saat di tengah ketakutannya barusan tiba-tiba mendengar suara tawa Leonardo.


Hahaha.


Ha aku seperti mengenali tawa itu! batin Milea terkejut sembari perlahan menjauhkan tangannya dan membuka matanya seketika Milea melihat Leonardo yang tertawa dan wajah seram yang dikiranya tadi setan ternyata hanya topeng yang saat ini Leonardo naikan ke atas kepala.


"Tuanku tidak lucu!" ucap Milia meninggi sembari kakinya di hentak-hentakkan ke lantai.


Tapi Leonardo masih saja tetap tertawa, lucu dimatanya saat melihat Milea terkejut, wajah imut baby Face makin terlihat menggemaskan.


Milea kesal sudah dibikin takut sama Leonardo, Milea mau pergi saja. "Menyingkirlah aku mau ke kamar!" bicara ketus lagi sembari berjalan mau keluar namun siapa sangka Leonardo malah menghalanginya dengan tiba-tiba memeluk Milea.


Uhuk-uhuk Tuanku sesak!


Tapi Leonardo tidak mendengarkan keluhan Milea, Leonardo masih memeluk erat Milea karena sangking gemas miliki istri yang lucu, sembari bibirnya terus berkata Mele'ku Mele'ku.


Milea yang yang merasa sudah tidak tahan di peluk erat Leonardo karena susah bernafas, Milea mencubit kecil pinggang Leonardo.


Dan berhasil, kini pelukan pria itu mulai mengendur dan perlahan berganti wajah Leonardo berada di depan wajah Milea.


Untuk lebih mudah menjangkau wajah Milea, Leonardo harus menunduk, karena istri kecilnya itu hanya setinggi bahunya.


"Kita mulai ya."


Apanya yang dimulai.

__ADS_1


Milea hanya bisa membatin, karena selesai Leonardo bicara pria itu langsung mencium bibirnya, yang tentu membuat Milea tidak bisa bicara.


Setelah ciuman bibir itu terlepas, Leonardo mengandeng tangan Milea menuju kamarnya berada, jangan tanya wajah Milea saat ini seperti apa, sudah pasti semerah udang rebus.


Kita mau ngapain sih Tuanku kenapa Anda semangat sekali mengandeng tanganku menuju kamar, batin Milea yang sok polos padahal sudah tahu tujuannya apa.


Setelah tiba di dalam kamar, tepatnya di ranjang, Leonardo melepaskan satu per satu pakaian milik milea juga pakaian miliknya.


Perlahan Leonardo mendorong Milea untuk berbaring di atas ranjang, Leonardo mulai melakukan tugasnya menggunakan bibirnya.


Menciumi tubuh Milea di setiap inci tidak ada yang sampai tertinggal. Apa lagi aroma wangi tubuh Milea membuatnya sangat menyukai.


Setelah sampai pada penyatuan, keduanya sama-sama menikmati untuk mengejar ke-nikmatan. Suara ******* saling bersahut-sahutan, ketika sampainya di puncak penyatuan mereka sama mengerang nik-mat.


Leonardo berguling ke samping tubuh Milea, Leonardo memeluk Milea yang sudah lelah di bawah kungkungannya tadi, hal itu wajar karena habis dari pesta dan sekarang baru saja selesai Leonardo gempur dengan semangat.


Milea tertidur lebih dulu, Leonardo masih menciumi bahu polos Milea, sampai lama-kelamaan Leonardo pun ikut tidur.


Apa bila Leonardo dan Milea baru saja memadu kasih dan merasakan bahagia, berbeda dengan wanita cantik di tempat lain.


Sepulang dari pesta tadi Kharisma menangis di dalam kamar. Saat mengetahui kabar Leonardo menikah rasanya sudah sakit banget, apa lagi setelah melihatnya sendiri Leonardo lebih milih pergi dengan Milea makin sakit hatinya.


Hanya ucapan selamat datang atau mengucapkan kabar untuknya pun tidak, hanya tatapan marah yang Kharisma lihat di mata Leonardo tadi.


Dan itu wajar, Kharisma menyadari karena selama dirinya di luar negeri tidak pernah menghubungi Leonardo, semua itu atas permintaan Ibu Alenta.


Ditanya berat ya sangat berat Kharisma menjalani hari-hari di luar negeri tanpa bisa bertukar kabar dengan Leonardo.


Namun mau bagaimana lagi karena ingin memberikan kejutan untuk pria itu saat kembali ke Indonesia sudah menjadi wanita sukses.


Tapi nyatanya semua itu kini tinggal rencana yang tidak bisa diwujudkan, Kharisma semakin menangis mengingat hal itu.


"Leon aku mencintaimu ... Jangan tinggalkan aku Leon ..." teriak Kharisma campur tangis, dadanya terasa sesak berasa ada yang ingin ia keluarkan namun tidak bisa.

__ADS_1


Aahhh! Teriak Frustasi Kharisma sembari mengacak-ngacak ruang kamarnya tidak peduli sudah banyak barang-barangnya berjatuhan di lantai.


"Leon ..." teriaknya lagi sembari membawa tubuhnya meluruh kebawah bersandar di dekat meja rias, Kharisma menangis dan berteriak di sana.


__ADS_2