Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 26. Perubahan sikap.


__ADS_3

Leonardo pulang entah di pukul berapa? sampainya di dalam kamar, langsung ambruk di ranjang dengan posisi tengkurap, tanpa berganti baju masih mengunakan kemeja dan celana panjang, bahkan tidak melihat siapa yang tidur di kursi sofa saat ini.


Di pukul tiga dini hari, Milea terbangun karena kedinginan suhu AC, tadi malam kelupaan tidak mengambil selimut, saat Milea duduk kini matanya menangkap sosok yang lagi tidur di atas ranjang.


Milea menyipitkan matanya dengan wajah campur kesal, berdiri dan berjalan mendekati ranjang.


Hah! Dia ternyata sudah pulang, pukul berapa dia pulang? Tumben tidak bangunkan aku, tunggu-tunggu aku rasa ini kali pertamanya aku tidak menyambut dia pulang, hah! ternyata dia bisa bersikap baik juga! Tidak minta pak Ahmad membangunkan aku, batin Milea sinis seraya menatap ke arah Leonardo, kemudian berjalan menuju lemari.


Sampai di depan almari tumpukan selimut, Milea terkejut saat melihat setiap selimut yang tersusun ada namanya Leonardo.


Hah! Itu orang takut apa ya selimutnya di curi, sampai semua selimut diberi namanya dia, apa karena namanya keren jadi di tulis di setiap selimutnya, kalo aku minjam satu dia marah tidak ya? batin Milea pikir-pikir takut mau ambil karena belum ijin.


Apa lagi semua selimut ada namanya Leonardo, seolah kode keras buat siapa pun yang ngambil tanpa ijin akan mendapat sangsi.


Tapi aku kedinginan, lihatlah kulit aku di pegang sampai terasa dingin, gumam Milea seraya memegang lehernya.


"Hah! Terserahlah dia mau marah, dari pada aku masuk angin, besok tinggal bilang saja," ucap Milea ahirnya sembari mengambil satu selimut tebal, menutup pintu almari lagi kemudian berjalan menuju sofa lagi.


Milea sudah berbaring di atas sofa, berusaha memejamkan matanya, tapi juga tidak bisa tidur, tidak seperti saat baru masuk tadi, padahal saat ini sudah tidak kedinginan, selimut yang tadi dirinya ambil benar-benar memberi kehangatan.


Milea membuka selimut yang menutupi kepalanya.


Sreekk!


Huh! Milea membuang nafas berat. Menatap langit-langit kamar, tiba-tiba merasa sesak dalam hati.


Bagaimana ya kehidupan aku setelah ini? Sebenarnya aku takut bila Tuan Leonardo khilaf padaku? tapi tidak-tidak! Dia kan tidak mencintai aku, aku yakin dia tidak akan menyentuhku, batin Milea seraya bibirnya tersenyum.


Tapi bagaimana jika dia menginginkan aku? Aku harus bagaimana? Aku harus menolak dengan cara seperti apa? Aku tidak mau sampai hamil karena akan mempersulit aku nanti? Milea terdiam sedang pikir-pikir.


Aku tahu caranya! Aku cukup mengatakan bila aku sedang datang bulan, ya seperti itu. Batin Milea senang sudah mendapat alasan untuk menolak Leonardo nanti, untuk was-was saja.

__ADS_1


Milea memiringkan posisi tidurnya kini melihat Leonardo yang sedang tidur di ranjang.


Bila saat ini atau nanti ada wanita yang menginginkan Leonardo atau pria itu sendiri yang mencintai wanita lain, Milea akan senang karena tidak perlu lama disisi pria itu, harapannya malah ingin segera di buang dan selesai ikatan ini.


Meski nanti Milea akan berstatus menjadi janda tapi itu lebih baik pikirnya, dari pada seumur hidupnya habis di sisi Leonardo pria yang tidak bisa mencintainya.


Milea juga sama seperti wanita lain, yang ingin miliki rumah tangga yang penuh cinta, meski selama ini tidak pernah pacaran atau dekat dengan pria lain, karena itu salah satu cara Milea untuk melindungi diri.


Hatinya tidak perlu merasakan terpatahkan karena putus cinta, dan yang lebih penting dirinya bisa selalu menjaga kesuciannya.


Milea bangga, sangat bangga pada dirinya sendiri dengan apa yang telah dijaganya selama ini.


Tapi sekarang? Milea tidak bisa melanjutkan pikiran batinnya, Milea menangis sampai ingusnya keluar, selimut milik Leonardo dirinya gunakan untuk mengusap.


Milea menangis sesenggukan, untung saja pria yang lagi tidur itu tidak terganggu, Milea segera mengusap air matanya, dan mengelap ingusnya sampai bersih, tanpa sadar selimut Leonardo jadi kotor.


Hah! Sukurin selimut mu jadi kotor kena ingus aku, huh huh! batin Milea seraya meremat-remat selimut di tangannya.


Setelah membasuh muka, Milea turun ke lantai satu, di sana sudah banyak para pelayan yang sedang beraktivitas melakukan pekerjaan masing-masing.


Kabar Milea naik derajat menjadi Nyonya tentu sudah diketahui oleh semua pelayan, saat beberapa pelayan berpapasan dengan Milea di lantai satu, mereka menunduk, menghormati Milea selayaknya Nyonya di rumah ini.


Milea yang mendapat perlakuan seperti itu malah jadi geli sendiri, mau menegur untuk mengatakan tetap bersikap biasa, tapi mereka malah pergi, tidak ada kesempatan bagi Milea untuk bicara dengan mereka.


Milea haus mau mengambil minum di dapur, baru saja Milea menginjak lantai dapur, pelayan di bagian dapur langsung heboh menawarkan diri untuk membantu Milea.


"Nyonya ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan A mendekat.


"Bila Nyonya mau makan akan saya buatkan?" ucap pelayan B yang baru datang.


"Apa Nyonya butuh sesuatu, bisa selalu meminta bantuan saya," ucap pelayan C yang baru menyusul datang. Mereka sampai meninggalkan pekerjaannya.

__ADS_1


Apa sih kalian ini, Nyonya Nyonya, Nyonya butuh apa? Nyonya mau apa? Hei! Aku ini masih Milea, Milea seperti kalian semua!


"Tidak butuh bantuan kalian semua, saya bisa sendiri!" Milea bicara ketus seraya mau membuka almari pendingin.


"Dan satu hal, tidak usah panggil aku Nyonya, panggil saja aku Lea!" tegasnya sembari membuka tutup botol minuman.


"Tapi-"


"Saya yang punya nama!" sarkas cepat Milea dengan kesal.


"Ba-baik Lea, baik," ucap mereka serempak kemudian kembali memegang peralatan dapur dan melanjutkan untuk memasak.


Memang apa yang berubah dari aku, cuma status doang, pekerjaanku juga masih melayani pria aneh itu, dan sekarang harus mempersiapkan diri menerima lagi keisengan Tuan Leonardo. Ngedumel dalam hati seraya berjalan menuju kamar Leonardo.


Tap.


Tap.


Menapaki anak tangga, bersamaan saat milea menginjak lantai tiga, Ibu Alenta membuka kamar, Milea tersenyum ke arah Ibu Alenta, seketika Ibu Alenta melengos tidak suka melihat wajah Milea.


Milea terkekeh geli melihat wajah Ibu Alenta yang ditekuk terlihat lucu.


Ibu Alenta yang memintanya untuk membantu menikahkan Leonardo dengan wanita, tapi malah Milea yang jadi menantunya. Mengingat hal ini Milea merasa lucu.


Hahahah, cekikikan sendiri.


Dosa tidak ya, aku menertawakan orang tua, xixixixi, Milea menutup mulutnya menahan tawa, saat ini sudah berada di dalam kamar, berdiri di balik pintu.


Milea masih asyik tertawa, tanpa menyadari bila saat ini dirinya sedang diperhatikan.


Leonardo yang baru bangun melihat Milea tidak ada di kamar, tiba-tiba wanita itu muncul dengan tawa yang tertahan.

__ADS_1


Apa ada yang kongslet dengan sarafnya, mengapa suka sekali dia tertawa sendiri, batin Leonardo dengan kening berkerut.


__ADS_2