
Sehari ini setelah pulang dari acara televisi, Milea lebih sering senyum-senyum sendiri, teringat bagaimana tadi Leonardo mengatakan pada publik bahwa dirinya adalah istrinya.
Bahkan tadi tangannya digenggam terus oleh Leonardo sepanjang acara, hingga keluar dari studio setelah acara selesai sampai saat Milea diajak ke perusahaan Armada Group.
Banyak yang terkejut tentunya dengan pengakuan Leonardo tadi, kejadian jelas bisa Milea lihat saat diwaktu Milea datang ke perusahaan tadi, para karyawan semua memandangi Milea, wajah mereka rata-rata menunjukan rasa tidak percaya, tapi itulah kenyataannya.
Ekspresi mereka seperti ingin mengatakan tidak mungkin, tapi kehadiran Milea yang datang bersama Leonardo, seolah menampar mereka bahwa itu nyata.
Dan seharian ini Milea hanya berada di samping Leonardo, pria itu mengatakan butuh vitamin setelah bicara banyak, yang entah dapat karangan kata dari mana, Milea hanya menuruti kemauannya.
Dan kini setelah mereka berdua pulang ke rumah dan hari berganti malam, Milea yang sedang duduk di ranjang masih saja senyum-senyum.
Apa dia mencintaiku ya? tapi apa mungkin dia mencintaiku perempuan seperti aku, batin Milea menciut, seolah pengakuan Leonardo tadi belum bisa membuatnya yakin.
Saat pintu kamar terbuka, Leonardo yang baru saja dari ruang kerja masuk ke dalam kamar. Leonardo tersenyum tipis saat melihat Milea yang duduk di atas ranjang.
Leonardo berjalan mendekat sembari membawa kertas putih di tangannya.
Apa yang dia bawa, hah aku jadi teringat kertas perjanjian kontrak nikah karena dia membawa kertas putih, batin Milea yang melihat kertas putih yang Leonardo pegang.
"Tuan, sudah mau tidur," sapa Milea saat Leonardo merayap naik ke atas ranjang.
Leonardo tidak menjawab, setelah sempurna duduk di atas ranjang, Leonardo menepuk sebelahnya bertanda Milea harus mendekat.
Malam ini wajah Leonardo terlihat sumringah, Milea jadi tidak takut saat diminta untuk duduk lebih dekat, sampai pikiran negatif yang biasanya ada pun hilang, Milea terkena pesona Leonardo.
Leonardo menoleh ke arah Milea yang sudah duduk di sebelahnya, Leonardo menarik dagu Milea untuk menatapnya, mereka berdua sama-sama saling menatap dalam. "Aku tidak bisa berlaku romantis ... aku juga tidak bisa mengatakan kata-kata indah ... tapi aku bisa bicara bahwa aku mencintaimu." Leonardo mencium dalam kening Milea.
Mendengar pengakuan cinta Leonardo seketika Milea meneteskan air mata, apa lagi saat merasakan kecupan dalam di keningnya, Milea sungguh terharu.
Dia mencintaiku? hati Milea terus bergumam.
Setelah mengecup kening Milea cukup lama, Leonardo kembali menatap Milea, menghapus air mata Milea. "Setiap tetes air yang kamu keluarkan dari sudut matamu, itu adalah dukaku ... berjanjilah untuk tidak menangis lagi."
__ADS_1
Tidak Tuanku, jika kau bersikap semanis dan seimut ini aku pasti akan menangis terharu.
Leonardo menempelkan keningnya dengan kening Milea. "Ayo katakan yang ingin kamu katakan."
Apa ini sudah saatnya aku harus bicara jujur bahwa aku juga mencintai Tuan Leonardo?
"Hem? mengapa diam?" Leonardo menjauhkan wajahnya, menatap lekat wajah Milea yang saat ini sudah memerah bak udang rebus.
Leonardo tergelak tawa, seraya merapihkan rambut Milea yang sedikit berantakan. Tiba-tiba Milea mengecup bibir Leonardo sekilas, kemudian langsung menunduk dan menutup mulutnya dengan tangan.
Tentu saja tingkah Milea barusan membuat Leonardo terkejut, dengan senyum tipis Leonardo menyingkirkan tangan yang menutupi mulut Milea, dan mendongakkan kepala Milea.
Aahh! apa yang aku lakukan tadi, pasti sekarang Tuanku minta penjelasan.
Leonardo mendorong wajah Milea dengan wajahnya hingga kini kepala Milea jatuh di atas bantal. "Aku tidak menuntut ucapan cinta darimu, karena aku akan menjeratmu untuk selalu bersamaku, karena aku mencintaimu." Wajah Leonardo melengos berganti menggigit kecil telinga Milea.
Milea merasa merinding, tapi hatinya bahagia.
Tiba-tiba tangan Milea tanpa sengaja menyentuh kertas putih, Leonardo menghentikan kegiatannya yang menggigit kecil telinga Milea
Milea menerimanya kemudian duduk untuk membacanya, namun saat ia buka dan membaca, kertas yang Milea pegang itu adalah surat perjanjian kontrak nikah.
Milea menolah ke arah Leonardo, namun pria itu malah tergelak tawa.
Apa sih malah dia ketawa, batin Milea yang semkin bingung.
Leonardo ikut kembali duduk, kemudian mengambil surat kontrak nikah itu dari tangan Milea.
Sembari mengangkat kertas putih itu, Leonardo menatap dalam bola mata Milea. "Mulai saat ini, surat ini tidak berlaku." Leonardo meletakkan telapak tangan di pipi Milea. "Karena aku mencintaimu." Leonardo membuang kertas putih itu.
Milea langsung memeluk Leonardo. "Aku juga mencintaimu, aku juga sangat menyayangimu."
Leonardo membalas pelukan Milea, rasanya hatinya damai, kini sudah saling jujur tentang isi hati masing-masing.
__ADS_1
Setelah melerai pelukan, Milea dan Leonardo saling memandang penuh cinta, Leonardo menautkan jemarinya dengan tangan Milea.
"Kita akan sama-sama meminta restu ibu."
Milea mengangguk setuju, dan kembali memeluk Leonardo.
Leonardo membalas erat pelukan Milea seraya berbisik di telinga Milea, "Apa malam ini aku boleh?"
Bisikan lembut Leonardo di telinga Milea membuat tubuh Milea berdesir, bukan tidak tahu maksud Leonardo barusan, tapi ini terlalu cepat bagi Milea, namun mau menolak tidak berani, ahirnya Milea hanya bisa mengangguk pasrah.
Sekalian ingin tahu rasanya pikirnya, Milea tertawa cekikikan dalam hati.
Bibir tipis yang tadi berbisik di telinga Milea, kini mulai menyambar bibir Milea dan memainkannya dengan lembut.
Leonardo membawa tangan Milea untuk melingkar di lehernya, dan perlahan membawa tubuh mereka berbaring di atas ranjang tanpa melepas ciuman bibir mereka.
Puas mencium bibir Milea, Leonardo berganti mengecup-ngecup leher Milea, meninggalkan tanda kepemilikan di sana, Leonardo membuat karyanya di sana sebanyak mungkin, batinnya jahil ingin melihat Milea besok pagi menjerit.
Leonardo melepaskan baju Milea, Leonardo tahu bila Milea saat ini sangat malu, jadi dirinya yang melakukannya.
Leonardo juga melepas semua kain yang menempel di tubuhnya, dan kembali melanjutkan kegiatannya yang tertunda beberapa detik lalu.
Saat tangan Leonardo mulai memainkan bongkahan daging kenyal di depan dada, mulai terdengar suara erotis Milea.
Leonardo mengecup semua tubuh Milea tanpa ada terkecuali, setelah miliknya begitu menegang, Leonardo segera melakukan untuk mengegolkan gawang yang masih rapet milk Milea.
Saat sekali hentakan belum masuk namun setelah dua dan tiga kalinya milik Leonardo masuk sempurna ke dalam sana, dan seketika hangat yang dirasakannya.
Milea meringis kesakitan, dengan perlahan Leonardo mulai menggerakkan maju mundur, lama-lama Milea mulai bisa menikmati, suara rintihan sakit berganti ******* yang membuat Leonardo semakin bersemangat.
Milea merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan, akh! akh! akh! desah Milea seirama dengan gerakan cepat milik Leonardo di bawah sana.
Setelah permainan cukup panjang, kini sama-sama mau mencapai titik puncak.
__ADS_1
Akh ... Desah panjang keduanya saat sama-sama mencapai titik puncak, Leonardo berguling ke samping, tangannya kembali memeluk Milea.
Malam ini mereka melewatinya dengan penuh cinta, ruang kamar serta lampu yang menyala terang sebagai saksi cinta mereka.