
Pagi hari yang cerah disambut penuh semangat oleh seorang wanita cantik yang saat ini tengah duduk di depan meja rias.
Wanita itu sedang berdandan cantik, makeup yang dipoles di wajahnya begitu tebal, membuat kulit wajahnya mulus tanpa noda.
Memoles pelan-pelan bibirnya dengan lipstik warna merah, seolah takut rusak dan membuat tidak terlihat cantik lagi.
Mengecap-ngecap bibirnya sendiri supaya hasil menggunakan lipstik bagus.
Dan saat ini bergantian menyisir rambut panjangnya, dibagian ini wanita itu akan mengerjakannya cukup lama, baginya rambutnya yang hitam panjang ini, adalah pesona kecantikan yang ia miliki.
Banyak laki-laki terpesona dan ingin memilikinya hanya karena sekali melihat rambut indahnya.
Luar biasa bukan?
Hahah!
"Aku sudah tidak sabar melihat Leonardo tunduk dan memuja kecantikan aku."
"Aku adalah Suci, seorang model terkenal siapa pun orang pasti mengenal aku, dan ingin jatuh ke pelukan aku, dan kali ini aku mau membuat Leonardo tergila-gila sama aku."
Hahaha!
Tawanya kencang di ruang kamarnya, membanggakan diri bekerja sebagai model, dan memiliki paras cantik.
Senyumnya yang aduhai manis, cukup sekali menarik garis lengkung di bibirnya, mata pria akan terjerat dengan pesonanya.
Hahah!
Suci semakin bangga dengan dirinya sendiri, dan makin tidak sabar melihat ekspresi Leonardo saat nanti melihat dirinya yang akan tampil menggoda.
Tiga puluh menit, Suci baru selesai menyisir rambutnya, ya selama itu karena Suci ingin menata rambutnya seindah mungkin, karena aset berharganya berada di rambutnya.
Suci berdiri setelah semua persiapannya sudah selesai, berjalan mengambil kunci mobil dan juga tas miliknya.
Keluar kamar berjalan anggun, tidak ingin ada bagian tubuhnya yang rusak, dari makeup yang akan keringetan bila berjalan cepat, dan tubuhnya bisa kecapean.
Suci tidak mau itu terjadi, sehingga memilih berjalan anggun untuk mempertahankan kecantikannya.
Tidak lupa menggunakan kaca mata hitam sebelum membuka pintu mobil, meletakkan tas di kursi mobil sebelah, kemudian disusul dirinya yang masuk ke dalam.
Saat tangannya mulai menyetir, tiba-tiba ponselnya bunyi, Suci mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Halo Tante?"
__ADS_1
"Suci kamu sudah berangkat sekarang?"
"Ini Suci baru mau berangkat Tante."
"Bagus, jika begitu kamu harus bisa melakukan peranmu sebaik mungkin, kamu harus berhasil."
"Baik Tante, Suci juga tidak mau gagal usaha Suci."
"Bagus jika begitu, Tante akan berdoa dari rumah, ingat segera kabari Tante apa pun hasilnya nanti."
"Baik Tante, jika begitu Suci matikan dulu ya sambungan teleponnya."
"Baiklah kamu matikan saja."
Tut. Tut.
Suci menghela nafas panjang, barusan yang nelpon adalah Ibu Alenta, sejak semalam Ibu Alenta sudah cerewet mengingatkan ini dan itu untuk Suci lakukan.
Suci sampai kesal, karena dirinya sudah berpengalaman untuk yang namanya beginian, hanya sekedar menjerat laki-laki bagi Suci sudah hal biasa.
Apa lagi gosip yang beredar bahwa Leonardo suka berganti wanita setiap malam, membuat Suci merasa mudah untuk mendapatkan Leonardo.
"Pria tidak setia seperti itu, meraih hatinya tidak akan ada seujung kuku, di senyumin saja dia akan mudah tunduk," bicara mengejek disertai tawa angkuh.
Suci dengan segera melajukan mobilnya, menuju perusahaan Armada Group, kedatangannya kesana tentu bukan hanya pertemuan biasa, tapi tepat hari ini Suci akan menandatangani kontrak kerja bersama Armada Group.
Selama mobil berjalan, Suci sembari membayangkan, saat dirinya tiba di sana langsung disambut hangat oleh Leonardo.
Pria itu akan melingkarkan tangannya di pinggang Suci, dan menatapnya penuh cinta dan kagum, memandangi kecantikan Suci.
Bahkan Suci rela bila harus berakhir di ranjang, membayangkan Leonardo akan melakukannya dengan lembut, bibirnya yang merah alami itu akan memberikan bekas kepemilikan di lehernya.
Aaa! Suci membayangkan itu semua semakin membuat dirinya tidak sabar untuk segera sampai di sana.
"Leonardo tunggu aku datang."
Hahah!
Suci menambah kecepatan mobilnya, rasa ingin segera bertemu Leonardo membuat dirinya menggila.
Dua puluh menit, mobil Suci sudah sampai di depan gedung Armada Group.
Tidak lama kemudian setelah Suci menyembul keluar dari dalam mobil, sekertaris Alan datang menghampiri Suci.
__ADS_1
Hah! apa dia mau mencoba menggoda Tuan kami dengan pakaian yang membentuk lekuk tubuhnya dan menerawang itu! batin kesal Sekertaris Alan.
"Tunggu Nona." Sekertaris Alan mencegah Suci, saat wanita itu mau berjalan masuk, Suci menoleh kemudian melihat lengannya yang saat ini dipegang Sekertaris Alan.
Sekertaris Alan melepaskan tangannya. "Apa Anda yakin masuk ke dalam dengan berpakaian seperti itu?"
Lihatlah pria ini saja mulai terpesona padaku, aku yakin Leonardo nanti akan lebih terpesona dengan aku, batin Suci dengan senyum menggoda menatap sekertaris Alan.
Hih ini wanita stres atau bagaimana sih, ditanya malah senyum-senyum tidak jelas seperti itu, batin sekertaris Alan yang jengah.
Suci menghadap sekertaris Alan. "Mengapa harus tidak yakin, Tuan. Saya terlihat sangat cantik dan seksi dengan pakaian seperti ini, apa lagi saya seorang model, Tuan Leonardo pasti paham," bicara dengan bibirnya bergerak seksi.
"Tapi saya sekedar mengingatkan Nona, karena Tuan kami tidak suka melihat wanita yang berpakaian terbuka seperti ini."
Hahah!
Suci tertawa mendengar ucapan Sekertaris Alan yang terdengar hambar.
"Bila Anda tetap nekat masuk ke dalam dengan menggunakan pakaian seperti ini, jangan disesali bila akan mempengaruhi masalah kontrak kerja," lanjut ucap Sekertaris Alan.
Dan lagi-lagi Suci malah tertawa mendengar ucapan sekertaris Alan, tidak pedulikan nasehat sekertaris Alan, Suci langsung berjalan saja masuk ke dalam, sekertaris Alan mengikuti langkah wanita itu.
Mereka berdua masuk ke dalam lift dari lantai satu menuju lantai dua puluh, dan keluar dari sana bersama.
Setelah mereka berdua berdiri di depan pintu ruang kerja Leonardo, Suci menatap kagum ruangan ini, satu lantai hanya ada dua ruangan, pasti sangat besar dan luas di dalam sana, pikir Suci.
Namun Sekertaris Alan hanya diam, membuat Suci bingung mengapa tidak segera membuka pintu.
"Maaf Tuan, kenapa kita tidak langsung masuk ke dalam?"
"Di dalam Tuan Leonard sedang bersiap, tunggu sebentar."
Hah, dari mana dia tahu, aku rasa sejak tadi tidak pernah melihatnya main hp, dari mana mereka bertukar kabar, batin Suci yang semkin bingung dibuatnya.
Tidak ada pilihan selain mengikuti pria di sampingnya, tidak mungkin Suci akan langsung membuka pintu, itu bisa membuat citranya buruk.
"Nona, masih ada waktu bila Anda mungkin berubah pikiran mau berganti pakaian."
His apa sih orang ini, yang di bahas baju-baju saja sedari tadi, kesal deh!
Suci menggelengkan kepala tanda tidak akan mengganti pakaian.
Sekertaris Alan kemudian membuka pintu, membuat Suci makin bingung, memikirkan dari mana pria di sampingnya ini tahu bila Leonardo di dalam sana sudah selesai bersiap, sedangkan tidak memegang hp.
__ADS_1
Pintu terbuka.
Suci melihat pria tampan yang tengah duduk di dalam sana, namun senyumnya yang merekah berlahan memudar.