Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 64. Nge-gym.


__ADS_3

Milea masih terus memandangi wajah Leonardo, tiba-tiba Leonardo mengerjapkan matanya, Milea langsung memalingkan wajah tidak mau ketahuan bila sedang memperhatikan Leonardo.


"Mele."


Mendengar suara Leonardo khas bangun tidur, Milea menoleh kemudian berinisiatif memberikan minuman yang tadi sudah dirinya ambil.


"Tuan, mau minum teh hangat atau air putih biasa?" tanya Milea kini Leonardo sudah dalam posisi duduk di atas ranjang.


Leonardo tidak menjawab, tapi tangannya mengambil teh hangat, kemudian meneguknya hingga habis, dan menyerahkan lagi gelas kosong di tangan Milea.


Milea menerima gelas kosong itu kemudian meletakkannya di atas meja, Milea kembali duduk di pinggiran ranjang.


"Aku mau nge-gym," ucap Leonardo secara tiba-tiba tanpa menjelaskan kalimat yang selanjutnya.


Milea terbengong melihat Leonardo yang kini mulai berjalan menuju kamar mandi, Milea menggaruk kepalanya, memikirkan apa yang harus dirinya lakukan.


Nge-gym, kata-kata itu Milea ucapakan berulang-ulang, seketika menepuk jidatnya setelah menyadari bahwa Leonardo pasti butuh pakaian olah raga, sekarang Milea sudah mulai cerdas otaknya, sudah mulai bisa memahami ucapan Leonardo yang terkadang tanpa penjelasan.


Satu jam kemudian, kini Milea dan Leonardo sudah memakai kostum olah raga, Milea juga memakai topi, namun Leonardo menjahili dengan menekan ke bawah topi yang Milea pakai.


"Aaa! Tuan jangan."


Hahaha!


Leonardo tertawa melihat wajah cemberut Milea, kemudian merangkul pundak Milea untuk diajak keluar kamar bersama.


Tetap berjalan bersama turun dari tangga sampai di lantai satu, hingga kini tiba di halaman rumah.


Ibu Alenta yang tadi duduk di ruang keluarga langsung terkejut dengan kostum olah raga yang dipakai Leonardo dan Milea, mengikuti mereka berdua sampai halaman rumah.


Mereka mau kemana? batinnya terus melihat ke arah mereka berdua yang kini mulai memasuki mobil, Ibu Alenta terus menatap mobil Leonardo sampai keluar gerbang.


Mereka terlihat makin dekat saja, batinnya lagi seraya membuang nafas berat.


Ibu Alenta kembali masuk ke dalam rumah dengan perasaan kesal.


Empat puluh menit, kini mobil yang membawa mereka berdua sudah sampai di tempat tujuan.


Setelah keluar dari dalam mobil, sebuah bangunan yang bagus dan besar yang menyambut mata Milea.


Selain dirinya dan Leonardo, banyak orang berdatangan di tempat ini, bahkan juga ada yang baru sampai sama seperti Milea.

__ADS_1


Tiba-tiba Leonardo berdiri tepat di samping Milea. "Baca gedung itu milik siapa," bisik Leonardo di telinga Milea.


Milea langsung menyebikkan bibirnya mendengar ucapan Leonardo yang kemudian di susul tawa pria itu.


Iya iya ... gedung ini milikmu, milik Armada Group, aku juga tahu, tuh baru baca.


Hah, punya suami satu saja tapi miliki jiwa narsis yang tinggi, huh dikit-dikit pamer, ngedumel dalam hati seraya berjalan masuk ke ruang nge-gym bersama Leonardo.


Milea terus mengikuti langkah Leonardo, dengan mata menatap kagum ke ruangan nge-gym ini yang begitu luas dan seluas itu diisi dengan banyak peralatan olah raga.


Terkagum-kagum sampai tidak melihat jalan, mungkin bila tangan Milea tidak Leonardo genggam sudah dipastikan akan nabrak jalannya.


Para pekerja di lokasi nge-gym menundukkan kepala saat melihat Leonardo datang, mereka sampai terkejut dengan kedatangan Leonardo yang tiba-tiba, karena sudah lama pria itu tidak datang di tempat olah raga ini.


Seingat mereka terakhir Leonardo datang bersama kekasihnya yang cantik terkenal sebagai putri iklan.


Dan hari ini datang kembali juga bersama seorang wanita, tapi biasa saja di mata mereka, hanya saja terlihat manis wanita yang saat ini bersama Leonardo pikir mereka.


Leonardo menghentikan langkahnya di tempat alat barbel, fokus Milea langsung teralihkan dengan sebuah alat olah raga yang terlihat sangat berat.


Tuanku mau mengangkat barbel, wah hebat dia, aku saja tidak kuat mengangkat barbel itu, batin Milea seraya menatap Leonardo yang kini sudah ambil posisi bersiap untuk memulai olah raga angkat barbel.


Leonardo mulai mengangkat barbel, angkat lagi turunkan lagi, sembari mengatur nafasnya, di angkatan barbel yang ketiga, Leonardo menghentikan sebentar menatap Milea yang berdiam diri tidak melakukan apa pun.


Milea berjalan menuju alat olahraga jalan di tempat, biasa disebut treadmill.


Treadmill elektrik yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur, Milea mulai memainkannya, awalnya berjalan sedikit lambat kemudian beberapa saat Milea menambah ritme cepatnya.


Di depan ada sebuah brosur besar yang letaknya di dinding, sembari berolahraga Milea membaca manfaat olahraga treadmill


Menurunkan Berat Badan.


Menjaga Kesehatan Jantung.


Memperkuat Otot-Otot.


Menjaga Kesehatan Mental.


Meningkatkan Kesehatan Otak dan Memori.


Meningkatkan Kualitas Tidur.

__ADS_1


Membantu Menjaga Gula darah.


Setelah melakukannya cukup lama, Milea mulai berkeringat, olahraga treadmill menyenangkan, Milea merasa sedikit terhibur di ahir pekan ini, apa lagi setelah tadi pagi mendapat sindiran pedas dari ibu mertua, Milea butuh hiburan untuk mengalihkan.


Beruntung diajak Leonardo di tempat ini, tidak terduga membantu menghilangkan rasa stress.


Beberapa pengunjung wanita yang mendengar kabar bahwa Presdir Armada Group ada di ruangan nge-gym, pada curi-curi pandang, mengambil gambar foto Leonardo yang lagi olah raga angkat barbel.


"Lihatlah dia sangat keren."


"Tubuhnya berotot, uh gemas."


"Pengen Mita foto bareng tapi tidak berani."


Suara-suara wanita yang saat ini sembunyi di balik alat olahraga mencuri pandang ke arah Leonardo.


Milea menghentikan olahraganya, sudah merasa lelah, kemudian berjalan menghampiri Leonardo, yang masih terus mengangkat barbel, Milea sampai terkagum-kagum, apa kah tidak lelah pikirnya.


Tanpa sengaja saat Milea menoleh, kini melihat wanita di ujung sana, yang masih mencuri Padang ke arah Leonardo.


Milea menghela nafas panjang sembari menggelengkan kepala.


Milea hanya duduk di lantai sembari menunggu Leonardo selesai, dan setelah beberapa saat kemudian, Leonardo menghentikan angkat barbelnya.


Milea berdiri mendekati Leonardo yang juga berdiri, mengusap keringat di wajah dan leher Leonardo menggunakan handuk kecil.


Wanita yang masih mencuri pandang ke arah Leonardo mulutnya sampai melongo melihat Leonardo diusap keringatnya oleh seorang gadis.


Jiwa baper mereka meronta-ronta seketika.


Leonardo kemudian mengajak Milea pergi, mereka berjalan ke arah pintu keluar menuju parkiran mobil.


"Mau pulang atau kita makan di luar?" tanya Leonardo kini mereka berdua sudah berdiri di dekat mobil.


Milea malah senyum-senyum mendengar pertanyaan Leonardo, sembari menggerakkan tubuhnya ke kanan ke kiri, tingkah Milea terlihat menggemaskan.


Leonardo sedikit membungkuk mensejajarkan tinggi dengan Milea, bibirnya tersenyum.


Milea semakin tersipu malu saat ditatap sedekat itu.


"Aku lelah ini lihatin kamu dengan posisi seperti ini," ucap Leonardo campur gelak tawa.

__ADS_1


His! siapa juga yang minta kamu harus lihatin aku dengan posisi seperti itu.


__ADS_2