Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 19. Sepuluh gadis calon istri


__ADS_3

Malam ini tibalah waktu yang Ibu Alenta nantikan, sore tadi sudah menghubungi Leonardo untuk pulang cepat, dan pria itu akan pulang tepat pukul tujuh malam.


Saat ini di ruang tengah sudah penuh tempat duduknya di isi para gadis undangan Ibu Alenta.


Semua para gadis sudah berdandan cantik dan menggunakan pakaian yang bagus, para pelayan juga ikut sibuk, karena menyiapkan makanan dan juga minuman.


Sementara Milea saat ini hanya melihat dari kejauhan, bibirnya tertawa melihat Tuannya diadakan sayembara untuk pemilihan calon pengantin.


Aku pengen lihat kira-kira siapa ya gadis yang akan Tuan Leonardo pilih, hemm mereka cantik-cantik semua lho, batin Milea masih terus menatap ke arah gadis-gadis itu.


Sepuluh gadis banyak juga, gumamnya lagi, lamunannya tersadarkan saat tiba-tiba Pak Ahmad menyentuh pundak Milea, gadis itu langsung mengikuti langkah Pak Ahmad, yang ternyata Leonardo sudah pulang, Milea harus menyambutnya.


Saat Leonardo keluar dari dalam mobil, matanya langsung melihat Milea yang saat ini berdiri di depannya, seperti biasa Milea akan mengambil alih tas kerja Leonardo, dan jas yang pria itu pakai.


Milea sudah siap menerima barang dari Leonardo, tapi pria itu tidak kunjung memberikannya dan hanya terus menatap dalam Milea.


Astaghfirullah mengapa Tuan menatap aku seperti itu, pergi cepat pergi! Mengapa malah membuat adegan seperti ini! Atau kau mau menghukum ku lagi? batin Milea yang tidak nyaman di lihatin terus oleh Leonardo.


Eh! Dia mau apa ini, batin Milea saat wajah Leonardo tiba-tiba mendekat, tidak sanggup melanjutkan ucapan batinnya, mata Milea terpejam.


"Ganti baju kamu dengan pakaian yang paling bagus yang kamu miliki," bisik Leonardo tepat di telinga Milea.


Deg! Milea terkejut seraya membuka mata, belum memberi jawaban Leonardo lebih dulu memberikan tas kerjanya lalu melenggang pergi dari hadapan Milea masuk ke dalam rumah.


Permainan apa lagi yang akan dia buat hah! sampai aku harus berganti baju segala, benar-benar merepotkan! batin kesal Milea seraya menatap pintu dimana tadi Leonardo masuk ke dalam sana.

__ADS_1


Tentu Leonardo tahu bila saat ini di rumahnya lagi banyak gadis-gadis yang ibunya undang, karena tadi ibunya sudah memberi tahu Leonardo.


Leonardo menyetujui keinginan ibunya, namun di balik semua itu Leonardo juga miliki rencana, yang entah apa hanya Leonardo yang tahu.


Bibirnya senyum-senyum sendiri saat ini sedang berendam di bathtub, Leonardo sudah tidak sabar membuat seisi rumah ini akan gempar dengan yang nanti dirinya lakukan.


Jika Ibu memaksa aku untuk menikah, maka jangan salahkan aku bila aku berbuat hal ini sama Ibu. Gumam Leonardo dengan wajah marah.


Wanita! Gumamnya lagi yang semakin membuat Leonardo kesal, entah satu kata itu selalu mengingatkannya dengan masa lalunya, entah sedalam apa wanita masa lalunya menyakiti Leonardo sampai detik ini pria itu masih marah, dan menganggap semua wanita sama.


Leonardo keluar dari bathtub, menguyur tubuhnya di bawah air shower, setelah bersih meraih handuk kimono lalu memakainya dengan gaya elegan, berjalan keluar dari dalam kamar mandi.


Di ruang ganti Pak Ahmad tadi sudah menyiapkan baju untuk Leonardo pakai, hanya baju rumahan biasa, namun bila dipakai oleh Leonardo tetap saja terlihat keren.


Tepat pukul delapan malam Leonardo keluar dari dalam kamar, kini sudah berjalan menapaki anak tangga, ruang tengah jauh dari tangga, jadi para gadis belum melihat Leonardo.


Namun mereka semua sudah tidak sabar ingin melihat wajah tampan Leonardo, CEO Armada Group, yang terkenal sukses di usia muda, yang namanya sering di sebut-sebut sebagai artisnya pengusaha.


Semua para gadis yang lagi asik berbincang-bincang langsung diam saat melihat sosok yang sudah tunggu-tunggu sedari tadi.


Leonardo berdiri di pintu belum mau berjalan menuju tempat duduk, Leonardo membuang nafas berat saat melihat wanita yang ibunya bawa ke rumah untuk menjadi calon istrinya.


Dari sepuluh gadis itu, ada satu gadis yang selama ini mengejar-ngejar Leonardo namun pria itu abaikan, setelah mata mereka berdua bertemu, gadis itu menunduk tidak berani melihat Leonardo, namun dalam hatinya bahagia bisa melihat Leonardo malam ini, dan berharap wanita yang akan Leonardo pilih adalah dirinya, bibirnya senyum-senyum sendiri.


Ibu Alenta yang melihat Leonardo hanya diam saja tidak segera berjalan duduk di sebelahnya, ahirnya berdiri menarik Leonardo untuk duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Leon! Kau benar-benar keterlaluan sudah Ibu siapkan baju untuk kamu, tapi malah menggunakan baju rumahan!" bisik marah Ibu Alenta di telinga Leonardo.


Leonardo tidak pedulikan ocehan Ibunya, saat ini dirinya sedang menunggu seseorang, yang akan membantunya untuk menggagalkan rencana Ibunya.


Gadis-gadis yang duduk di depan Leonardo masih mengagumi ketampanan Leonardo, ada yang baru pertama kali bertemu, ada yang sudah beberapa kali bertemu namu baru kali ini bisa melihat dengan dekat, ada yang sudah menggodai tapi tetap datang tidak punya rasa malu.


Tidak ingin acara semakin malam, Ibu Alenta memulai buka suara berbicara pada intinya.


"Baiklah karena putra saya sudah berada di sini, sekarang saya akan memperkenalkan nama putra saya, mungkin ada yang baru bertemu, ada juga yang sudah mengenalnya," ucap Ibu Alenta panjang lebar dengan tersenyum.


Ibu Alenta menyentuh pundak Leonardo. "Putraku namanya Leonardo Armada, pewaris tunggal Armada Group," jelasnya lagi yang langsung membuat para gadis kagum, membayangkan bila bisa menjadi istrinya akan hidup enak, bisa belanja puas, perawatan bebas, semua bayang-bayang hidup enak sudah tergambar di pikiran para gadis-gadis.


"Leon ... Kira-kira kamu mau pilih yang mana diantara mereka?" tanya Ibu Alenta seraya tersenyum ke arah Leonardo.


"Masih ada yang kurang gadisnya," ucap sembarang Leonardo yang langsung membuat kening Ibu Alenta berkerut, pasalnya yang dirinya undang hanya sepuluh gadis, dan di depannya saat ini sudah berjumlah sepuh gadis, lalu mana yang kurang pikir Ibu Alenta.


"Baiklah aku akan memutuskan siapa yang aku pilih," ucap Leonardo ahirnya, dan langsung membuat para gadis jantungnya berdegup kencang, tidak sabar siapa yang akan di pilih, ada yang langsung merapihkan rambutnya supaya terlihat makin cantik, ada juga yang membenahi posisi duduknya supaya terlihat anggun.


"Yang aku pilih-," ucapan Leonardo terhenti saat ada seseorang yang menerobos masuk.


"Tuan, Anda memanggil saya?"


"Ya, kamu yang aku pilih menjadi istriku," ucap Leonardo dengan serius seraya bangkit dari duduknya kemudian memeluk wanita itu.


Deg!

__ADS_1


__ADS_2