Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 80. Milea jatuh.


__ADS_3

Milea ahirnya bisa bernafas lega, setelah para wartawan di depan toko rotinya itu bubar, setelah tadi beberapa sekuriti penjaga keamanan di tempat ini mengusir para wartawan itu.


Sementara itu Tata dan Nindi setelah tahu kronologinya dari cerita Milea jadi kasihan melihat Milea, seperti tekanan batin.


Hah, beginilah resiko sisi berat jadi istri pria terkenal, batin Milea seraya membuang nafas berkali-kali, rasanya masih terkejut, seumur-umurnya baru kali ini berurusan dengan yang namanya wartawan.


Hah aku saja yang tidak terkenal terkena dampaknya, hanya saja ketahuan dekat dengan Tuan Leonardo di tempat umum, batin Milea lagi, kemudian menerima kursi yang Nindi berikan.


Milea duduk masih tidak tenang.


Gedung Armada Group.


Leonardo berdiri di depan jendela mengarah keluar sana, bibirnya di tekan rapat serta rahang mengeras, saat dirinya menoleh menatap Sekertaris Alan, langsung terlihat tatapan mata tajam yang sedang marah.


"Kita pergi sekarang."


Suaranya terdengar begitu dingin, langsung melesat pergi dengan tangan terkepal, Sekertaris Alan mengikuti dibelakang langkah pria itu.


Kabar yang barusan sekertaris Alan sampaikan, tentang mengenai pembangunan hotel di kota xx, yang tidak berhasil di bangun dan malah dibiarkan hanya dalam keadaan pondasi saja.


Langsung membuat Leonardo marah, pasalnya pembangunan itu sudah dilakukan sejak lima bulan yang lalu, jika benar-benar dikerjakan maka pasti sudah jadi untuk beberapa persen.


Tapi ini bukan tidak jadi, karena memang tidak dilanjut lagi pembangunan itu, dan orang yang membawa uangnya untuk membeli barang-barang properti itu kabur. Bisa dibayangkan berapa miliar saja yang harus Leonardo tanggung jika penipu itu tidak ditemukan.


Sekertaris Alan baru saja mendapat kabar itu, dan langsung saja memberitahu Leonardo.


Mereka berdua saat ini sudah dalam perjalanan menuju ke kota xx, sepanjang jalan Leonardo terus menatap tajam ke arah luar, tangannya terkepal terus, ingin rasanya segera memukuli orang penipu itu.


"Dimana dia kabur Alan." Leonardo bertanya dengan suaranya yang terdengar marah.


"Orang tersebut kabur ke luar negeri Tuan," jawaban Sekertaris Alan langsung mendapat decihan Leonardo, pria itu semakin marah.


"Aku tidak mau tahu, bawa orang-orang itu ke hadapanku secepatnya!"


"Baik Tuan." Sekertaris Alan langsung menghubungi anak buahnya yang paling dipercaya untuk menangkap orang penipu itu.


Setelah menghubungi anak buahnya, Sekertaris Alan kembali fokus menyetir, dengan laju cepat, sehingga tidak butuh menempuh waktu tiga jam mobil sudah sampai di kota xx.


Kedatangan Leonardo dan juga sekertaris Alan langsung disambut oleh mandor-mandor di sana.

__ADS_1


Aura kemarahan Leonardo yang mereka tangkap langsung membuat nyali mereka menciut.


Di bawah sinar matahari yang terik, semakin terlihat mengerikan kemarahan Leonardo, setelah menyaksikan hasil kerja pada kuli bangunan yang tidak sesuai perintahnya.


"Apa yang kalian kerjakan di sini! kalian semua bodoh!"


Kalimat itulah yang pertama mereka dengar, sangking takutnya diantara mereka para mandor-mandor yang berdiri itu sampai ada yang mau kencing di celana.


"Kenapa tidak ada yang memberitahu aku, bila orang yang membawa kabur uangku sudah pergi dari satu bulan yang lalu!"


"Kenapa kalian diam saja!"


"Kenapa tidak ada yang melapor, hah!"


Brakk!


Leonardo sangking marahnya sampai menginjak kayu papan di sebelahnya, bunyi memekik ke telinga itu semakin membuat orang takut.


"Ini semua kecerobohan kalian!" Sekertaris Alan ikut marah juga, dan langsung mendekati para mandor itu menampar pipi satu per satu mandor-mandor itu.


"Kalian semua harus yang mengganti rugi!" bentak Leonardo lagi.


"Ampuni kami Tuan, ampuni kami," ucapnya dengan menangis.


Mandor-mandor yang lain juga ikutan minta maaf, karena menyadari memang kesalahan mereka semua, hanya karena merasa takut sampai tidak berani jujur.


Dan sekarang setelah melihat kemarahan Presdir Armada Group, mereka menjadi menyesal karen tidak jujur dari awal.


Salah satu mandor mewakili berbicara masih dalam keadaan sujud, "Tuan ampuni kami, jika Tuan menuntut kami untuk ganti rugi, bagaimana anak dan istri kami Tuan, kami tidak miliki uang banyak untuk mengganti rugi."


Deg. Mendengar kata istri, Leonardo langsung teringat Milea.


Mele, gumamnya.


Mandor yang lain ikut bicara juga, "Kami siap tidak dibayar Tuan, andai Tuan mau melanjutkan pembangunan ini, asal jangan meminta kami untuk ganti rugi dengan uang," ucapnya sampai menangis terisak.


Ucapan mandor barusan itu tidak begitu Leonardo dengar, pikirannya mendadak dipenuhi dengan Milea.


Sekertaris Alan berbisik di telinga Leonardo, "Penipunya sudah berhasil ditangkap."

__ADS_1


Baru saja anak buah sekertaris Alan yang berada di luar negeri berhasil menangkap penipu itu, entah bagaimana caranya anak buah sekertaris Alan melakukannya, yang pasti kabar baik ini sudah di sampaikan.


Leonardo langsung pergi begitu saja dari tempat tersebut kembali masuk ke dalam mobil yang disusul sekertaris Alan.


Para mandor yang bersujud tadi langsung bernafas lega setelah melihat mobil Leonardo melesat pergi.


Saat dalam perjalanan pulang, Leonardo membuka akun sosial media, seketika melihat berita-berita miring tentang Milea.


Banyak sekali deretan gosip Milea, dari yang foto saat bertemu dengannya di depan restoran pizza hart, sampai foto Milea tadi pagi di depan toko rotinya.


Sekertaris Alan yang sedang menyetir mobil langsung bisa menebak bila yang saat ini Tuannya lihat pasti gosip tentang Milea.


"Apa Tuan mau saya menghapus berita-berita itu?"


Sekertaris Alan memang belum melakukannya, sengaja karena menunggu perintah Leonardo lebih dulu.


"Acara di stasiun televisi xx hari apa?"


Ditanya apa jawabnya apa, batin sekertaris Alan.


"Tiga hari lagi Tuan," jawab Sekertaris Alan seraya menyalip mobil di depannya.


"Biarkan saja gosip ini." Selesai bicara, Leonardo bersandar seraya memejamkan mata.


Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi, sekertaris Alan fokus menyetir.


Sementara itu, Milea yang saat ini mengantar roti ke rumah pembeli, kembali bertemu dengan wartawan, Milea dikejar-kejar wartawan, Milea terus berlari mencari tempat untuk mengumpat.


Hah haduh gimana ini gimana ini, Milea panik dalam hati, terus berlari.


"Nona! Nona!" teriak-teriak para wartawan yang mengejar Milea.


Tolong aku Tuhan, tolong aku, doa Milea dalam hati seraya terus berlari.


Tidak ada pilihan, Milea ahirnya masuk ke dalam mall, dengan harapan Milea tidak akan bisa ditemukan, karena di dalam mall banyak sekali pengunjung.


Dan benar saja wartawan-wartawan itu mulai tidak bisa melihat keberadaan Milea.


Milea saat ini masuk ke dalam lift, setelah lift terbuka Milea langsung keluar, namun karena terburu-buru Milea menabrak keranjang belanjaan pengunjung mall yang mau masuk ke dalam lift.

__ADS_1


Brukk. Milea jatuh ke lantai.


__ADS_2