Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 71. Aroma dua parfum.


__ADS_3

Setelah tiba malam hari, saat Leonardo pulang ke rumah, Milea menyambut kedatangannya, menerima tas kerja milik Leonardo yang diserahkan oleh sekertaris Alan.


Sementara Leonardo sudah berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah. Milea segera menyusulnya.


Sekertaris Alan langsung kembali pulang.


Di dalam kamar utama, Milea mengambil jas milik Leonardo yang tergeletak di ranjang tidur mau ia bawa ke ranjang baju kotor, sementara Leonardo saat ini sedang mandi.


Namun saat Milea tanpa sengaja memeluk jas itu seperti berasa mencium aroma parfum lain, Milea memastikan lagi dan memang benar ada dua aroma parfum di jas Leonardo.


Mengapa aku mencium aroma parfum wanita, apa jangan-jangan? Milea tidak melanjutkan ucapan batinnya, kini jadi kembali teringat dengan gosip-gosip yang dahulu pernah didengarnya tentang Leonardo yang suka berganti-ganti wanita setiap malam.


Milea memasukkan jas tersebut ke ranjang baju kotor dengan lesu, mau bagaimana pun dirinya tidak punya keberanian untuk melarang Leonardo.


Apa pun yang menjadi kesukaan dan kebiasaan pria itu, Milea tidak bisa mengatur-aturnya.


Hah aku pasti sudah gila jika aku merasa cemburu, jangan pernah cemburu Lea, bentengi hatimu jangan sampai jatuh cinta, batin Milea mengingatkan diri sendiri.


Milea tenggelam dalam kesalahpahaman nya.


Milea milih mengalihkan suasana hatinya yang sedang tidak baik itu, Milea kemudian menyiapkan pakaian tidur untuk Leonardo.


Tidak terasa air matanya menetes saat menegang kemeja malam Leonardo. "Ih aku kenapa sih kok cengeng," ucap Milea seraya menghapus air matanya.


Milea buru-buru menenangkan hatinya, sekalipun sadar bahwa dirinya tidak terima Leonardo di peluk wanita lain, tapi Milea sadar tidak miliki keberanian untuk menegur pria itu.


Diam menjadi jalan terbaik saat ini baginya, setelah meletakkan kemeja malam di ruang ganti, Milea berjalan keluar kamar.


Setelah Leonardo selesai mandi tidak melihat Milea di dalam kamar, Leonardo berhenti sejenak di depan pintu kamar mandi, jas yang tadi ia taruh di ranjang sudah di pindah ke ranjang baju kotor.


Leonardo segera menuju ruang ganti, di sana mendapati pakaian kemeja malam yang sudah Milea siapkan.


Leonardo segera memakainya, setelah selesai Leonardo langsung menyusul Milea ke bawah, tanpa menyisir rambut lebih dulu.


Saat ini sudah masuki pukul sepuluh malam, di rumah ini semua pelayan sudah pada masuk ke dalam kamar masing-masing.


Leonardo mencari Milea di dapur, tidak ada tempat yang akan Milea datangi selain dapur.


Saat Leonardo baru sampai di sana, Melihat milea sedang makan, dari aroma wangi makanan yang Leonardo cium, Leonardo sepertinya belum pernah merasakan makanan tersebut.


Dan benar saja, setelah berdiri di samping Milea, dan melihat makanan yang sedang Milea makan, Leonardo menatap aneh.

__ADS_1


Makanan dengan kuah bening tapi ada minyak-minyak gitu, ada campuran mie juga ada campuran toge, yang Leonardo lihat.


"Mengapa dicampur-campur, ini terlihat aneh, apa rasanya enak?"


Milea langsung tergelak tawa kecil mendengar pertanyaan Leonardo.


Hah Tuanku apa kah Anda tidak pernah makan soto beginian, setidaknya apa kah Anda tidak pernah melihatnya bila tidak pernah makan, batin Milea seraya menghentikan menyuap lagi, kini menatap Leonardo.


"Ini namanya soto ayam Tuanku," jelas Milea, tadi sebelum Milea pulang ia membeli soto ayam di toko sebelah toko rotinya.


"Apa mau mencicipi?" tawar Milea seraya mengambil sesendok berisi kuah ada mienya sedikit, Milea sodorkan ke mulut Leonardo.


Leonardo membuka mulutnya, mengecap-ngecap rasa kuah soto ayam tersebut.


Milea tersenyum. "Enak?"


"Biasa saja."


Lidahmu memang aneh, makanan enak seperti ini dibilang biasa saja, gerutu Milea sembari menyuap lagi.


Tiba-tiba Leonardo menarik kursi dan ikut duduk di sana, Milea melihat Leonardo dengan mulutnya mengunyah-ngunyah.


Leonardo menggeleng. "Tidak, habiskan saja."


Siapa juga yang menawarimu lagi, batin Milea seraya tersenyum mengejek.


Milea melanjutkan makan, Leonardo asyik memainkan hp, Milea melirik Leonardo seperti asyik berbalas chat, pikiran Milea kembali negatif.


Apa Tunku sedang berbalas chat dengan wanita simpanannya, hah lihat itu bahkan dia terlihat begitu serius, sepertinya benar dia sedang berbalas chat dengan wanita lain, batin Milea kesal tanpa sadar mengetuk mangkuk dengan keras menggunakan sendok.


"Kamu kenapa?" tanya Leonardo seketika saat mendengar suara dentingan mangkuk.


Milea hanya menggeleng dengan bibir mengerucut tajam.


"Mengapa makanan aneh ini belum habis?" Leonardo mengambil mangkuk itu ke hadapannya.


Milea memutar bola mata malas.


"Tadi katanya kamu suka, aku suapin nih biar cepat habis."


Milea terkejut mendengar ucapan barusan Leonardo, apa lagi saat sendok itu sudah disodorkan tepat di depan mulutnya, Milea masih diam belum membuka mulutnya.

__ADS_1


"A." Leonardo meragakan mulut terbuka.


Dengan menghela nafas panjang, Milea ahirnya membuka mulut, walaupun bukan ini yang Milea mau, namun karena laki-laki di sampingnya itu tidak peka, apa boleh buat.


Milea terus membiarkan Leonardo menyuapi dirinya sampai soto ayam dalam mangkuk habis, tidak sadar bahwa Milea sudah menghabiskan sampai kuah-kuahnya juga, ih jadi malu.


Leonardo menjauhkan tangannya dari mangkuk seraya terkekeh, Milea jadi semakin malu.


Milea kemudian mencuci mangkuk itu dan juga gelas yang barusan ia gunakan untuk minum.


Selama Milea mencuci mangkuk dan gelas, Leonardo masih menunggu sembari main hp.


Setelah selesai mencuci, Milea menghampiri Leonardo, mereka berdua pergi meninggalkan dapur.


Tanpa mereka ketahui, sedari tadi ada dua pelayan wanita yang mengintip, dua pelayan itu tadi mau ambil minum malah melihat Leonardo yang lagi menyuapi Milea.


"Mereka romantis banget," ucap pelayan satunya seraya memegangi pipinya.


"Iya, pengen deh nanti dapet suami seperti itu." Temannya ikut menimpali, sorot matanya terlihat mengagumi.


Kemudian mereka berdua mengambil yang menjadi tujuannya datang ke dapur dan setelah itu pergi.


Di kamar utama, Leonardo sudah tiduran di ranjang, namun Milea masih duduk di sofa saat ini sedang mendapat telepon dari Ayah Roni.


"Iya Ayah, Ayah sakit apa?" tanya Milea setelah barusan ayahnya mengatakan sedang sakit.


"Tidak tahu, belum periksa dokter," ucap Ayah Roni di sambungan telepon.


"Baik Ayah, besok Lea ke sana," jawab Milea, meski kecewa sama ayahnya tapi dia tetap ayahnya, Milea harus tetap menghormati.


"Terimakasih, Nak," jawab Ayah Roni di sambungan telepon sebelum ahirnya telepon dimatikan.


Leonardo mendengar semua pembicaraan Milea bersama ayahnya tadi, karena Milea lost speker.


Mengapa dia begitu baik, padahal keluarganya sudah jahat sama dia, batin Leonardo, ia sadar bahwa ayahnya Milea itu kejam sampai menjual putrinya sendiri pada dirinya.


Ya meski pun tanpa hal tersebut, Leonardo tidak akan mungkin kenal dengan Milea.


Milea tidak mau memikirkan keluhan ayahnya tadi, yang penting besok datang ke sana pikirnya.


Milea berjalan ke arah ranjang, merayap naik ke atas, melirik Leonardo pria itu sudah tidur, padahal hanya pura-pura tidur.

__ADS_1


__ADS_2