
Sekitar pukul dua siang, pembuatan roti selesai, Milea dan Tata saat ini sedang duduk bersantai di dapur sembari menunggu roti yang masih di oven.
Nindi sedang jualin roti di depan, ada beberapa pembeli yang saat ini sedang mengantri di depan sana.
Sebuah mobil sport warna hitam, berjalan masuk terparkir tepat di depan toko roti Milea, pemiliknya menyembul keluar masih menggunakan kaca mata hitam, membenahi jas yang melekat pas di badannya sebelum ahirnya berjalan menuju toko roti.
"Benarkah ini toko roti Nona Milea?" tanya pria itu seraya melepas kaca mata hitamnya, yang seketika membuat Nindi terbengong sampai plastik yang berisikan roti mau dikasih ke pembeli itu jatuh ke lantai tanpa sadar.
Tiga pembeli yang masih mengantri pun ikut terbengong melihat wajah tampan pria itu.
Pria itu tersenyum kecil melihat wanita di depannya yang malah terkejut, lalu mengambilkan plastik itu dan memberikannya lagi pada Nindi.
"Pegang lah tadi jatuh," ucap pria itu, Nindi menerimanya, namun matanya masih belum berkedip terus menatap wajah tampan pria itu.
Ini nyata kah? sungguh dia tampan sekali, seperti oppa Korea, ahhh aku gemas, batin Nindi semakin menatap lekat wajah pria itu.
Ehem. Ehem.
Pria itu berdehhem keras, sampai membuat Nindi sadar lagi.
"Ah, iya. Tadi Anda mau bertemu siapa? Lea ya, ah iya Kaka Lea ada, tunggu sebentar ya," ucap Nindi gelagapan, langsung mau memanggil Milea tapi masih berusaha menoleh ke belakang sampai-sampai mau menabrak gawang pintu.
Yang Nindi salahkan gawang pintunya padahal dirinya yang salah.
Setelah dijelaskan ada yang mau bertemu, Milea langsung ke depan melihat orang yang ingin bertemu dirinya.
"Kamu?" ucap Milea setelah berada di depan pria itu.
Pria itu hanya tersenyum.
"Maaf sebaiknya kita ngobrol di sana saja," ucap Milea yang kemudian mengajak masuk pria itu, di dalam toko ada tempat khusus untuk meja dan kursi bagi orang yang mau memesan roti, biasa akan duduk di sana.
"Maaf saya belum mengenal nama Anda siapa?" tanya Milea saat mereka berdua sudah sama-sama duduk di kursi.
"Oh, iya kita belum kenalan, nama aku Hansen." Pria itu memperkenalkan.
"Milea," balas Milea juga memperkenalkan.
__ADS_1
"Kita pernah ketemu apa kamu lupa?" tanya Hansen, yang seketika Milea mengerutkan keningnya sembari mengingat-ingat. seperti pernah liat tapi dimana ya? Pikir Milea.
Lah kak Lea pria tampan seperti itu dilupakan begitu saja, pernah bertemu tapi tidak bercerita sama aku, batin Nindi seraya mengerucutkan bibir saat mendengar ucapan Hansen.
"Ah, iya Anda orang yang hampir saya tabrak, kan." Milea mengingat, dan seketika ucapan Milea itu membuat Hansen terkekeh.
"Bukan kamu yang mau menabrak, tapi mobil saya yang ingin menabrak motor kamu," jelas Hansen yang sebenarnya, Milea juga ikutan tertawa menyadari dirinya salah bicara.
"Hehe, aku yang salah."
"Kamu masih ingat waktu itu aku minta kartu nama kamu?" Hansen tersenyum seraya menunjukan kartu nama milik Milea.
"Untuk memesan roti," jawab Milea cepat, seperti sedang menjawab sebuah tebak-tebakan.
"Dan ... saat ini aku mau memesannya 1000 roti beraneka rasa," jelas Hansen seraya kembali menyimpan kartu nama Milea di dompetnya.
"Wah bisa, kapan kami harus mengantar?" tanya Milea penuh semangat.
Hansen tersenyum, lama-lama gadis di depannya itu terlihat lucu saat sedang bicara.
"Empat hari lagi, bisa kan?"
Setelah obrolan selesai, Hansen segera pamit karena ada pekerjaan yang harus dirinya selesaikan, sebelum pergi Hansen memberikan kartu nama miliknya yang sudah ada alamat perusahaan miliknya.
Milea tadi juga mengantar Hansen sampai depan, setelah mobil Hansen melesat pergi Milea kembali masuk ke dalam.
"1000 pesanan roti ..." teriak Milea di depan dua temannya yang kini sudah berada di dalam toko.
"Wah, Kak Lea hebat!" ucap Nindi dan Tata bersamaan dengan suara tegas juga karena merasa begitu bahagia.
"Kalian juga hebat," ucap Milea yang kemudian saling berpelukan mereka bertiga.
"Toko rotinya tutup saja sebentar, aku akan traktir kalian makan enak sekarang," ucap Milea sungguhan penuh semangat.
Yeee, suara kegirangan Nindi dan Tata.
Nindi dan Tata langsung menutup toko roti, Milea memesan taksi online, setelah taksi yang di pesan tiba, mereka berdua langsung masuk ke dalam, mobil taksi berjalan menuju tempat tujuan.
__ADS_1
Nindi dan Tata belum tahu kemana akan makan nanti, saat mobil berhenti di sebuah restoran, yang selama ini Nindi dan Tata impikan ingin merasakan makanan di dalam, tapi belum kesampaian karena takut bajet kurang.
"Kak Lea sungguhan kita akan makan di sini?" tanya Tata memastikan setelah mereka bertiga keluar dari dalam taksi, dan masih berdiri di halaman restoran.
"Iya memang kenap?" tanya Milea dengan kening berkerut.
"Kak Lea di sini mahal, ini makanan cina, kita makan di tempat lain saja, kasihan Kak Lea ngeluarin uang banyak nanti," ucap Nindi yang merasa tidak enak hati sama Milea.
Walau aku sangat ingin makan di sana, batin Nindi melanjutkan ucapannya tdi.
"Hah! kalian kelamaan, aku keburu lapar." Milea langsung berjalan saja menuju pintu masuk, Nindi dan Tata segera mengikuti langkah Milea.
"Hei akhirnya kita makan enak."
"Iya kita makan enak."
Bisik-bisik keduanya di belakang Milea.
Setelah mereka bertiga duduk, pelayan datang memberikan buku menu makanan dan minuman.
Milea memesan Chinese Set Menu, yang terdiri dari aneka sup, aneka daging, sayuran, dan aneka mie yang bisa dipilih sesuai selera. Paket ini sudah termasuk nasi putih dan ice.
Setelah menunggu beberapa saat menu pesanan tiba, siang ini mereka makan bersama sampai perut kekenyangan, Milea yang lebih dulu merasa kenyang, Nindi dan Tata menghabiskan semua daging dan sup yang masih ada.
Milea meninggalkan mereka berdua, mau membayar tagihannya lebih dulu, setelah membayar tagihannya yang rumayan besar, Milea kembali duduk di kursi semula.
"Hah, Kak Lea ini enak banget," ucap Tata seraya memamerkan perutnya yang kekenyangan.
Hahh, Milea hanya bisa tertawa.
Setelah makan selesai, mereka bertiga kembali ke toko roti, kembali membuka toko roti, karena tadi hanya tutup sebentar.
Milea menghentikan langkahnya yang saat ini sudah sampai di halaman depan toko rotinya, ada yang menelpon Milea.
Nindi dan Tata masuk ke dalam lebih dulu, dan membuka kembali toko roti yang tadi sempat di tutup.
"Halo Bu," ucap Milea yang ternyata Ibu Alenta yang menelpon.
__ADS_1
"Baik Bu, Lea usahakan pulang cepat," ucapnya lagi dan setah itu sambungan telepon dimatikan lebih dulu oleh Ibu Alenta.
Ibu mertua kenapa sih marah-marah Mulu kerjaannya, darah tinggi entar tau sara lo.