Pembantu Tuan Muda

Pembantu Tuan Muda
BAB 44. Mengambil ciuman pertama.


__ADS_3

Leonardo membuka mobil tanpa dibukakan, langsung berjalan masuk ke rumah dengan wajah marah, Sekertaris Alan yang melihat itu hanya menghela nafas panjang, tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, dirinya tetap setia berada di rumah utama, sampai di suruh pulang.


Leonardo langsung membuka pintu kamar dengan kasar, Milea yang berada di dalam sedang tiduran di atas ranjang langsung terperanjat kaget mendengar pintu dibuka kasar.


Milea bangun berganti posisi duduk di ranjang, Milea makin terkejut saat melihat Leonardo menatap nyalang padanya.


Oh dia marah padaku, hemm baiklah kamu pasti bisa Milea melawan dia, ayo buktikan, batin Milea yang tanpa menundukkan kepalanya terus berani membalas tatapan mata Leonardo, padahal telapak tangannya sudah basah terasa dingin.


"Kenapa tidak menjawab telepon dari aku, hem!" Leonardo sedikit membungkuk menatap dekat wajah Milea, gadis itu mata terbelalak seraya sedikit menjauhkan wajahnya.


"Em-em a-aku-."


His mengapa aku mendadak tidak bisa bicara, bagaimana ini? tanya batin Milea panik.


Leonardo semakin menatap tajam, jawablah sekarang! begitulah arti tatapan Leonardo yang Milea tangkap.


Haduh bagaimana ini mengapa aku merasa takut sekali, dan aku aku tidak bisa bicara, bisa-bisa aku bicara jujur karena sengaja, aaaa! bagaimana ini, batin Milea semakin panik.


"M-i-l-e-a." Leonardo mengeja penuh penekanan.


"Hahah memang saya tidak boleh tidak menjawab telepon Anda." Milea menggigit bibirnya yang bergetar. "Aku lagi malas saja! lagian kan Anda tidak butuh saya, Anda bisa menyuruh saya bila saat di rumah." Pura-pura tersenyum. "Iya kan?" Milea tersenyum miring.


Wah Milea kamu berani sekali menjawab seperti itu, masih yakin setelah ini hidupmu akan selamat, arti tatapan mata Leonardo yang semakin tajam.


Deg! Milea masih berusaha tersenyum miring mempertahankan wajahnya terlihat melawan, tapi rasa takut menguasai dirinya, apa lagi saat melihat Leonardo semakin marah dengan nafas naik turun begitu jelas, Milea panik.


"Siapa yang mengajari kamu melawan aku, apa kamu lupa siapa aku!"


"Tidak! Anda adalah Tuan Leonardo yang perkasa! bisa melakukan apa pun, bisa membuat perusahaan hancur dalam hitungan detik, bisa-."


Mmm.

__ADS_1


Bibir Milea dibungkam dengan bibir Leonardo membuat Milea tidak bisa melanjutkan kata-katanya, Leonardo menyesap bibir Milea bermain lidah di dalam sana, menjatuhkan tubuh Milea sampai berbaring di atas ranjang, Leonardo berada di atas tubuh Milea, terus bermain lidah di dalam sana, Milea sampai kehabisan oksigen, memukul punggung Leonardo supaya menyudahi aksinya, Leonardo menggigit bibir Milea sampai terasa anyir darah keluar, Leonardo mengangkat wajahnya.


Milea langsung mengambil oksigen banyak-banyak, ini adalah yang pertama kali baginya tentu tidak membalas permainan Leonardo yang begitu ahli tadi.


Milea matanya menunduk tidak berani menatap Leonardo yang masih di atas tubuhnya. Pria itu menatap dengan tatapan yang sulit diartikan, apa lagi saat melihat Milea menitikan air mata, Leonardo kesal menganggap Milea menolak dirinya.


Leonardo bangkit dari atas tubuh Milea berganti duduk di ranjang membelakangi Milea.


Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Milea untuk segera berlari ke dalam kamar mandi. Milea langsung membasuh bibirnya menggunakan air, Milea beri sabun juga lalu digosok-gosok menggunakan tangannya.


Aku tidak menyangka dia mencium bibirku dengan brutal tadi, hah! aku kesal dia sudah mengambil ciuman pertama aku! maki Milea dalam hati seraya membasuh bibir lagi dan lagi.


Milea membuang nafas kasar, seraya menatap wajahnya di cermin, masih teringat jelas gimana tadi Leonardo mencium bibirnya.


Bibirnya yang sudah biasa mencium banyak perempuan malam ini dia mencium bibirku yang masih suci! aku benci dia aku kesal dia! Milea mengumpat dalam hati.


Suara ketukan keras di pintu kamar mandi membuat Milea tersadar dari lamunan, lalu membuka pintu kamar mandi.


"Beraninya kau membasuh bibirmu, hah!" bentak Leonardo seraya mengguncang bahu Milea, fokusnya saat ini melihat wajah Milea yang baru di basuh dengan air, Milea ketakutan tanpa sadar ulahnya tadi membuat Leonardo semakin marah.


Milea diam tidak bisa menjawab, hanya tubuhnya yang bergetar sebagai jawaban rasa takutnya saat ini.


Leonardo mengartikan Milea jijik dicium oleh nya sampai membasuh wajahnya, dan itu benar, namun Leonardo merasa dihina sebagai laki-laki, bukankah wajar bila dirinya mencium istrinya sebagai suami, meski tadi sedikit menyakiti, Leonardo juga sadar itu, tapi setelah melihat Milea membasuh wajahnya serta aroma wangi dari bibir gadis itu, jelas Leonardo tahu bila Milea habis membersihkannya dengan sabun.


"Mengapa diam jawab!"


"Iya!" Selesai bicara Milea langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan, sadar sudah bicara dengan nada tinggi, dan justru jawabannya itu membahayakan dirinya, apa lagi saat melihat Leonardo tersenyum menyeringai, Milea jadi merinding.


Apa apa yang mau dia lakukan, aaa! menjerit dalam hati saat wajah Leonardo semakin mendekati wajahnya, pria itu melengos bicara di telinga Milea.


"Akan aku buat kau menyukai ciumanku," ucapnya dengan suara seksi, mata Milea terbelalak lebar, dan semakin terkejut saat tiba-tiba Leonardo mengangkat Milea seperti mengangkat karung beras.

__ADS_1


"Lepaskan aku! lepaskan aku!" Milea memukul punggung Leonardo, pria itu tetap terus melangkah menuju ranjang.


Brukk!


Ah!


Tubuh Milea di jatuhkan di atas ranjang, Milea mau kabur namun dengan gerakan cepat Leonardo naik ke atas ranjang mengukung tubuh Milea, dua tangan Milea diangkat ke atas kepala gadis itu, membuat Milea tidak bisa berontak, Leonardo begitu kuat memegangi.


Dengan nafas terengah-engah merasakan takut Milea menatap memohon pada Leonardo untuk tidak bertindak lebih, tapi pria itu semakin tersenyum penuh arti.


Milea hanya bisa pasrah saat bibir Leonardo kembali mencium bibirnya, namun kali ini tidak seperti yang tadi, kali ini lebih lembut, tanpa sadar Milea menggerakkan lidahnya, Leonardo semakin tersenyum penuh arti.


Kini berpindah menciumi leher Milea, menyesap dan meninggalkan warna merah di sana.


Ahk!


Desah kecil Milea lolos, padahal sudah susah payah menggigit bibirnya supaya tidak mengeluarkan suara, Milea merutuki bibirnya sendiri.


Leonardo tersenyum menyeringai.


Desah Milea kembali lolos lagi saat tangan Leonardo meremas salah satu miliknya, dengan bibir masih terus menyapu leher Milea.


Ahk ahk ahk.


Ditengah Milea menikmati permainan Leonardo, pria itu menyudahi, berbisik di telinga Milea, "Kau menyukainya, sampai kau mendesah, haha."


Deg! mata Milea terbelalak setelah baru sadar bila Leonardo mempermainkannya, menampar ucapannya tadi yang tidak suka dicium Leonardo.


Leonardo bangkit dari atas tubuh Milea, berjalan pergi keluar kamar, Milea meringkuk seperti mendekap tubuhnya sendiri, memejamkan mata, satu bulir bening lolos melewati pipinya.


Sudah ciuman pertamanya diambil, dibikin malu setelah Leonardo mendapatkan keinginannya, lalu ditinggal pergi. Mungkin inilah yang Milea ratapi saat ini.

__ADS_1


Milea tersenyum getir.


__ADS_2