Pena Hitam

Pena Hitam
33


__ADS_3

Lowongan kerja di PT Matahari sentosa jaya


Syarat :


- Usia 17-25 Tahun


- Sehat secara Fisik dan Mental


- Pengalaman dan Nonpengalaman


- Siap bekerja di bawah tekanan


Jika anda berminat kirim lamaran lengkap ke JL Home Industri No 23 Bandung


Story di BBM yang Putri bagikan cukup menarik perhatianku, ku coba menghubunginya, bertanya banyak hal mengenai lowongan kerja tersebut, sebenarnya sejak lulus sekolah aku tidak begitu berminat untuk bekerja di pabrik, mengingat salah satu guruku dulu pernah memberi beberapa nasihat pada kami semua, ia bilang kami boleh bekerja dalam bentuk pekerjaan apapun tapi usahakan jangan di pabrik, bukan ia memandang rendah buruh pabrik, hanya saja ia bilang ketika bekerja di dalam ruangan yang tertutup, berkumpul dengan orang yang sama selama berhari-hari, berbulan-bulan bahkan hingga beberapa tahun. Bukanlah hal yang bagus, mengingat otak kita akan terkunci, sosialisasi kita sedikit terganggu dan pengetahuan yang hanya itu-itu saja, membuat pikiran kita menjadi tertutup.

__ADS_1


Tapi, sulitnya mencari pekerjaan membuatku terpaksa mengikuti jejak Putri, Ayu dan juga Riani. Setelah ia memberitahukan beberapa syarat yang perlu di bawa, tanpa pikir panjang segera aku menyiapkan berkas berisi lamaran yang ku butuhkan.


Ia sudah 3 bulan ini bekerja di PT tersebut, iapun cukup dekat dengan beberapa orang penting di sana seperti SVP atau orang-orang yang bekerja hanya dengan duduk di kantor.


Tak heran jika ia dapat dengan mudah membawa teman-temannya untuk bergabung di PT tersebut.


Termasuk aku, tak menunggu waktu lama setelah postingan itu di bagikan, aku segera mendatangi kos-kosan tempat ia tinggal.


"Hai, kalian apa kabar?" Ku lihat Putri, Ayu dan Riani. Mereka sedang berdiri tepat di samping jalanan utama dekat kos-kosannya.


"Baik" Mereka menjawab secara bersamaan. Tak banyak kata yang mereka ucapkan, mengingat sejak di bangku MA/SMA kami tidaklah dekat hanya cukup mengenal satu sama lain, sikap dan sifat mereka yang terlalu berkelompok yang membuat mereka tidak bersosialisasi dengan siapapun kecuali kelompoknya yang terdiri dari 6 orang itu. Berbeda denganku, yang tak betah berlama-lama di kelas, sehingga memiliki teman dengan mudah karena seringnya berinteraksi dengan kelas lain.


Putri mengajakku masuk ke dalam kos-kosannya yang tak begitu luas, tidak ada kasur ataupun lemari di dalam kamarnya , hanya beralaskan tikar untuk tidur, samping kebat untuk selimbut lalu tas yang di buat sebagai bantal.


Tidak ada kesan nyaman di kos-kosan Putri ini, belum lagi baju yang berserakan dimana-mana menambah kesan jorok.

__ADS_1


"Kalian kos di sini? Bertiga? Apa ga sempit?" Tanyaku agak ketus, mungkin mereka tak begitu nyaman dengan pertanyaanku ini.


"Iya, lumayan lah kosannya juga murah untuk kami bertiga" Lagi-lagi hanya Putri yang merespon pertanyaanku.


"Baiklah sudah saatnya aku benar benar melupakanmu". Pikirku dalam hati.


"Gimana perjalanan mu?" Tanya Putri sambil membawakan beberapa barang milikku


.


"Melelahkan". Kataku singkat.


"Bagaimana hubunganmu dengannya?". Tanya Putri lagi sambil berjalan masuk ke dalam kamar.


"Aku sudah mengakhirinya". Putri tau perihal hubunganku dengan Akbar, tak hanya Putri mungkin satu sekolah angkatanku tau mengenai hal itu mengingat Akbar yang setiap hari berlalu lalang untuk mengantar jemput ku ke sekolah .

__ADS_1


__ADS_2