
"Sudah sampai, terima kasih banyak Farid". Ucapku dengan melempar senyuman kaku di wajahku.
"Baiklah, aku pergi. Semoga harimu menyenangkan". Ucap Farid yang melajukan motornya dengan kecepatan penuh.
Entah apa yang ia pikirkan yang jelas pertemuan tak di sengaja ini membuatku mengingat kembali sosok Akbar yang seakan menghilang sejak aku menikah.
"Mama !". Aku berjalan menuju halaman depan rumah. Dari luar, rumah ini tampak sepi, tak ada aktifitas apapun.
"Eh cucu Mama, sini sayang Mama gendong". Mama menggendong bayi Bintang yang terlelap di balik gendongan motif kelinci berwarna cokelat milikku.
"Kamu kurus banget, di kasih makan apa sama suamimu? jangan-jangan ngga di kasih makan lagi". Aku segera masuk ke dalam rumah, Mama berjalan mengikutiku di belakang.
__ADS_1
"Apaan sih Ma?" Kalimat yang Mama lontarkan membuatku sedikit kesal.
"Lihat dirimu ! Badanmu kurus kerempeng kering seperti kurang gizi. Apa mertuamu memperlakukanmu dengan baik? apa suamimu begitu membebanimu? hingga kau tak terurus seperti ini, tubuhmu seperti mayat hidup. Mama menghawatirkanmu, tinggalah kembali di sini, Mama sedih melihat perubahan tubuhmu yang drastis ini"
Sekali lagi Mama memaki ku dengan penuh kekesalan, aku tau pasti apa yang sedang Mama rasakan.
"Aku baik-baik aja Ma, mereka memperlakukanku dengan sangat baik. Mama Doni menyayangiku, ia memperlakukanku seperti anaknya sendiri, Doni juga, ia selalu membuatku bahagia". Aku menutupi beban yang ku anggap menyedihkan ini. Aku berharap Mama tak pernah tau akan kesedihanku, ia cukup terluka dengan kesalahan yang aku perbuat di hari kemarin. Aku tak mau menambah kesedihan lagi dengan tidak menceritakan apa yang sudah aku rasakan sejauh ini.
"Mama harap kamu sedang tidak berbohong". Mama menatapku penuh kebencian, sepertinya ia tau pasti aku sedang membohonginya.
"Bilang aja suruh Mama bantuin, basa basi doang". Mama berbicara ketus, walau begitu aku sudah tau jawabannya.
__ADS_1
"He.. he.. Mama tau aja". Aku tertawa kecil dengan air mineral di gelas bening yang masih ku pegang.
Aku segera masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan baju-baju milikku juga milik bayi Bintang yang akan ku bawa ke tempat tinggal baruku.
Selama ini aku memang tinggal di rumah Doni, ia yang memintaku untuk tinggal bersama Mamanya. Ia bilang rumah itu akan menjadi miliknya karena ia anak trakhir di keluarga itu, jadi ku pikir tidak ada salahnya kalo aku tinggal di rumah itu, toh lambat laun akan menjadi milikku juga.
***
Pagi yang sangat indah, udara dingin pagi ini menusuk hingga ke tulang. Tak seperti biasanya tidurku semalam begitu nyenyak, mungkin karena aku tidur di kamar kesayanganku. Kulihat Mama sedang mempersiapkan sarapan juga membuat makanan untuk kita bawa ke tempat baru yang akan ku tinggali, aku tersenyum dengan sangat lebar. Aku harap tidak ada lagi konflik keluarga yang harus aku hadapi di tempat baru nanti.
"Kamu tidak memberitahu mertuamu hari ini pindahan?"
__ADS_1
Deg
"Aku lupa Ma, kemarin aku hanya bilang akan menginap di sini".