
Perkenalan kami lewat BBM hari itu rupanya menghasilkan sebuah pertemanan yang cukup dekat, Doni memiliki karakter yang baik meskipun ia terkesan kaku dan membosankan, tidak seperti Akbar yang menyenangkan. Ya tentu saja mereka berbeda, mereka kan bukan orang yang sama. Lagipula kenapa sih Akbar itu slalu membuat kepalaku pusing setiap saat.
Lambat laun aku terbuai oleh kebaikan Doni, ia adalah pendengar yang baik meski tidak slalu seperti itu, setidaknya ia slalu mendengarkan setiap keluh kesahku mengenai Akbar yang memutuskan untuk pergi dariku, atau lebih tepatnya tentang kami, aku dan Akbar yang sama-sama saling menjauh hanya karena sebuah keegoisan juga kesalah fahaman.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti aku terjatuh di pangkuan Doni, aku merasakan ketertarikan dari dirinya, ia berhasil membuatku nyaman, tak hanya itu, ia juga berhasil membuatku menjauhi hoby-hobyku yang bersifat negatif, kehadirannya telah membawa pengaruh besar di dalam hidupku. Dengan sekejap ia mampu membuatku berubah dalam banyak hal, bahkan perkenalan kita belum sampai tiga bulan.
Kini hari-hariku telah berwarna, ku rasakan kebahagiaan, keceriaan juga keramaian yang sempat ku lupakan selepas kepergian Akbar. Semua telah berbalik saat ini, aku merasakan banyak perubahan di dalam hidupku, meski pikiranku masih mengunci satu nama yang mungkin tak akan pernah hilang sepanjang perjalanan hidupku. Doni telah menjadi bagian dalam hidupku, tapi Akbar adalah separu dari jiwaku, meski kenyataannya aku tidak tau apa yang sebenanya telah terjadi di antara aku dan Akbar.
__ADS_1
Aku telah mencintai dua pria yang berbeda di dalam hidupku, Doni dan Akbar. Doni tidak keberatan ataupun marah ketika ku akui sebuah kebenaran dimana Akbar masihlah menjadi bagian terpenting di dalam hidupku. Ia bilang aku akan melupakannya perlahan dan ia akan menjadi satu-satunya orang yang ku cintai sepanjang hidupku. Ia begitu percaya diri tapi aku tidak.
Sepulang dari tempat kerja aku segera mandi dan bersiap-siap, Doni akan sampai sekitar tiga puluh menit lagi. Waktu yang cukup singkat untuk menyiapkan segalanya, walau bukan kali pertama aku berkunjung ke rumah anggota keluarga pacarku tapi tetap saja rasanya sangat mendebarkan. Karena acaranya di adakan malam hari, maka aku menggunakan celana jeans panjang dengan bentuk pensil bersama kaos polos berwarna putih juga jaket tebal dan sepatu kets yang memiliki warna seirama dengan celana dan jaketku, ku kuncir rambut panjangku di sebelah kanan kepalaku, ku kenakan lipstik berwarna peach juga soflen berwarna cokelat, setelah selesai berdandan aku segera mengabari Doni bahwa aku sudah selesai dengan persiapanku.
__ADS_1
"Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi, cobalah beberapa saat lagi" Seorang perempuan dengan suara khasnya menjawab panggilanku untuk Doni. Ku coba sekali lagi untuk menghubunginya, tapi jawaban yang sama dari orang yang sama pula yang menjawabnya.
Satu jam kemudian, muncul suara motor yang begitu lembut, suara deru motornya sangat ku kenali, ia membuatku sedikit kesal dengan datang terlambat, ternyata menunggu itu satu hal yang paling menyebalkan. Ia tersenyum dengan langkah yang begitu santainya seolah tak membuat kesalahan sedikitpun. Membuatku semakin kesal saja
__ADS_1