
Kisah ini terlalu gelap untuk di ceritakan, aku ingat betul bagaimana aku menjalani hari-hari ku yang menyenangkan bersama Akbar pria yang saat ini ku panggil mantan, lalu tak lama takdir menghentikan kami untuk saling mencintai, mengubur mimpi akan masa depan yang indah dan kini ragaku telah beralih miliknya sepenuhnya, Doni?
Kini aku telah belajar banyak darinya, bagaimana cara menghargai mereka yang ku cintai, setia pada satu hati dan sabar. Benar, satu hal yang membuatku berfikir bahwa aku memang harus mencoba untuk mencintainya adalah kesabarannya, pria sabar adalah spesies langka yang bahkan hampir punah untuk saat ini, ya itu menurut pandanganku sih.
Saat aku mulai jatuh cinta akan sifatnya. Bagaimana bisa? satu hal yang ku yakini bahwa pada akhirnya kita akan hidup berdampingan dengan seseorang karena sifatnya, bukan harta atau ketampanannya.
Sayangnya Doni hanya manusia biasa yang tak luput dari kekurangan dan keterbatasan, ia sedikit pemalas juga pembohong yang unggul, meski begitu aku merasa yakin ia sangat mencintaiku, meski terkadang kekurangannya membuatku berhenti sejenak untuk mencintainya.
__ADS_1
Aku telah terbiasa dengan Doni, aku salah karena terlalu bergantung padanya, dan ku pikir itu hal yang wajar.
Hingga sampai pada satu masa dimana aku benar-benar jengah dan ingin berhenti dari keadaan yang buruk ini, kehidupanku terlalu bebas hingga menyiksaku perlahan.
Berkali-kali aku meminta Doni menikahiku, sayang nya berkali-kali juga ia menolak permintaanku, hingga diam adalah caraku marah akan keadaan dan ketidak pastian yang ia berikan.
Ia seringkali berbohong bahkan untuk hal-hal yang sangat kecil sekalipun, dan aku telah masuk ke dalam perangkapnya, bahkan rasanya tidak dapat melarikan diri. Aku terjebak di antara sesal dan tangis . Aku begitu menyesal memilih dia sebagai orang yang ku anggap special di dalam hidupku.
__ADS_1
Dan tak hanya itu, akhir-akhir ini ia pandai sekali membuatku cemburu, berdekatan dengan seseorang yang ku panggil sahabat, ya aku tau mungkin aku terlalu berlebihan untuk hal ini, tapi jelas sekali ini terasa menyakitkan untukku.
Sejak 6 bulan kedekatan kami, aku mengajaknya untuk berkunjung ke rumah mama, mengenalkannya kepada keluargaku, sekaligus memintanya untuk menjalin hubungan yang lebih serius denganku.
Dan benar, ini adalah kali kedua aku membawa pria masuk ke dalam rumahku, artinya aku telah benar-benar mencintai Doni, meski terkadang bayangan Akbar memenuhi seisi kepalaku, setidaknya Doni ada ketika aku membutuhkan seseorang untuk menjadi pendengar yang baik untuk ku.
Mama terlihat ragu akan sosok Doni, aku yakin dia memiliki feeling yang kuat sebagai seorang ibu akan anaknya. Berkali-kali ku coba meyakinkan kedua orang tuaku bahwa Doni adalah pria hebat yang ingin sekali ku nikahi, aku ingin hidup bersama dengan nya, menua bersama dan memiliki keturunan yang sempurna.
__ADS_1
Sayangnya, sekeras apapun usahaku meyakinkan mama. Ia tetap pada pendiriannya, keraguannya sangat besar terhadap sosok Doni, ia bahkan berniat menjodohkanku dengan pilihannya.