Pena Hitam

Pena Hitam
84


__ADS_3

Beberapa hari aku di kosan Doni, rasanya sangat jenuh. Setiap hari Doni dan Putri bekerja di waktu yang sama pagi hingga sore, bahkan tak jarang mereka pulang malam. Aku sangat jenuh dan kesepian, aku berinisiatif untuk mencari pekerjaan untuk menghilangkan rasa jenuhku.


Dalam satu pencarian aku berhasil menemukan satu lowongan pekerjaan yang membutuhkan karyawan segera, aku menghubungi nomor yang tertera dan bersyukurnya aku mereka masih membutuhkan orang.


Aku segera mendatanginya, pemilik restoran Padang Online bernama kak Desy. Ia sangat cantik mengenakan hijab berwarna salem, tubuhnya ideal dan sangat cantik.


Ia menjelaskan jenis pekerjaan yang akan ku kerjakan, yaitu Gofood Online 24 jam dengan 2 sift tetap. Dan aku harus mengisi jam kerja yang tetap, yaitu jam 9 malam hingga jam 7 pagi. Aku menyetujuinya, tak sulit untukku jika harus bergadang setiap malam, itu sudah menjadi salah satu kebiasaanku.


"Baiklah kak, kira-kira kapan saya boleh kerja?" Dengan penuh semangat aku bertanya, walau sebenarnya Doni belum ku beri tau akan lamaran kerjaku hari ini.


"Nanti malam kamu sudah boleh kerja" Jawab Kak Desy mantap.


Aku segera pamit untuk pulang, dan menyiapkan energi untuk nanti malam.

__ADS_1


Doni sudah pulang , aku masih tertidur di ranjangku. Aku tidak mengetahui kedatangannya, ia menciumi leherku dan meraba kedua payudaraku.


"Hei, kau sudah pulang? jam berapa ini?" Aku terbangun dan melihat ponsel yang ku letakan di atas kepalaku.


"Tumben jam 7 udah tidur?" Tanya Doni yang masih duduk di atas perutku.


"Jam 9 nanti aku harus bekerja, jadi aku harus tidur untuk menyiapkan energi"


Aku mendorong tubuh Doni membuatnya berbalik telentang aku mengambil kesempatan untuk duduk di atas perutnya. Ku raba miliknya dan sudah mengeras.


Doni menatapku dan menghiraukan pertanyaanku, ia mencium bibirku dengan ganas aku membalasnya, syurga dunia yang sudah lama tak ku rasakan. Malam ini seperti dunia hanya milikku, Doni membiarkanku menguasai tubuhnya sehingga sampailah pada puncaknya.


Doni terlelap di sampingku, aku segera mandi dan memesan gojek. Lalu pergi ke tempat kerja baruku. Kak Desy sudah menungguku.

__ADS_1


Hari pertama bekerja sangatlah membosankan, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan, hanya berdiam diri menunggu pesanan masuk.


Sedangkan untuk mengusir kejenuhan aku tidak di perbolehkan memainkan ponsel atau apapun aku hanya harus duduk menunggu pesanan masuk dan itu sangat menyebalkan, terlebih Mama kak Desy sangat cerewet dan fanatik membuatku muak ingin segera pulang.


Beberapa minggu telah ku lalui, hingga sampai pada hari dimana aku menerima gajih pertamaku.


"Ini gajih pertamamu" Kak Desy menyodorkan sebuah amplop berwarna putih lengkap dengan daftar hadir dan struk gajih milikku.


Aku sangat senang akhirnya aku bisa membeli keinginanku dan mengirim Bintang uang dengan keringatku sendiri, sepulang dari tempat kerja aku langsung menuju pasar tradisional. Ku lihat beberapa pakaian pria dan membelinya. Doni akan sangat senang bila ku membelikannya hadiah, lagipula aku sudah lama tidak membelikannya pakaian dan sepatu.


Aku mengambil dan membayarnya, lalu segera pulang Doni pasti sudah menungguku.


"Sayang.. aku pulang. Lihat nih aku bawa apa?" Aku berteriak di samping Doni yang masih terlelap.

__ADS_1


Ku tatap wajahnya dengan sangat dalam. Ia pria yang beberapa kali menghianatiku tapi aku begitu mencintainya.


__ADS_2