Pena Hitam

Pena Hitam
58


__ADS_3

Berusaha untuk selalu terlihat baik-baik saja adalah hal tersulit di dalam hidup ini, ketika keadaan mengharuskan kita untuk selalu berpura-pura, itu adalah hal paling menyedihkan.


pernikahan ibarat mendaki sebuah gunung, ketika melihat orang lain sampai pada puncaknya, yang kita pikirkan adalah berada di atas sana begitu sangat indah dan mendakinya terlihat sangat mudah.


Namun kenyataannya, untuk berdiri tegak di atas sana bukanlah hal yang mudah. Tantangan dan situasi yang berat akan membuatmu berpikir untuk menyerah. Kelelahan, oksigen yang menipis dan hawa yang dingin, alasan


yang cukup bagi siapa saja untuk menyerah. Siapapun akan sadar, bahwa mendaki bukan

__ADS_1


tentang menaklukan alam, tapi menaklukan diri sendiri.


Begitu pula dengan pernikahan. Menjadi hebat bukan tentang menaklukkan dunia dan


seisinya, tapi menaklukan ego diri sendiri dan menguasai diri. Lalu berusaha menyelamatkan pernikahan dari berbagai macam ujian.


Aku menceritakan semua yang Yulia katakan padaku hari ini kepada Doni, Doni tidak menghiraukan apapun yang aku katakan, ia bilang aku sangat kekanak-kanakan, membesarkan-besarkan hal sepele, aku tidak mau memakluminya, tidak mau mengalah, ia bahkan membela Mamanya. Hanya karena aku tau Mamanya tidak menyukaiku Doni mengira aku terlalu mengada-ngada.

__ADS_1


Di tengah perdebatan yang hebat, aku mencoba mengeluarkan pendapatku sekali lagi. Setelah hari-hari sebelumnya ia beberapa kali mengacuhkan keinginan dan pendapatku.


'' Aku ingin ikut denganmu, kemanapun kamu pergi ! tak peduli seberapa besar utang yang kamu miliki, bahkan jika aku harus kelaparan, itu tak masalah untukku, tapi jangan pernah menyatukanku dengan ibumu lagi, ku mohon" Aku setengah berteriak dengan suara yang lantang, di iringi tangisan dan gemetar yang hebat di dadaku yang sedari tadi terasa sesak menahan amarah.


"Bagaimana bisa? aku bahkan belum mampu menyewa rumah untuk kita tinggali, dan anak kita aku tidak mungkin membiarkannya sengsara bersamaku di kota yang besar itu". Sekali lagi Doni menolak keinginan terbesarku untuk meninggalkan rumah Mama Doni.


"Kau tidak mungkin membiarkan aku dan bayiku sengsara sedangkan selama ini kau selalu membuatku dalam kesulitan, jika kau tidak mau mendengarkanku lagi, aku akan segera mengajukan gugatan cerai" . Rupanya ancaman ku kepada Doni cukup berhasil, ini jelas membuat Doni sedikit terkejut, karena aku tidak pernah mengancamnya sejauh ini, dan dia hanya terdiam memikirkan apa yang baru saja aku katakan.

__ADS_1


Namun, jauh di relung hati yang sangat dalam, aku tidak mau kehilangannya, seburuk apapun ia di mataku, sebanyak apapun perdebatan di antara kita, sebesar apapun masalah yang kita hadapi, ia tetaplah suamiku, Ayah dari bayi perempuanku, lelaki terhebatku. Sebesar apapun perubahan yang ia berikan dalam kehidupan rumah tanggaku, ia tetaplah bagian dari diriku, ia separuh dari nafasku, ia belahan jiwaku.


" Baik, kalo itu maumu. Besok aku akan mencoba mencari rumah kecil untuk kita sewa. Semoga ini bisa memperbaiki hubungan kamu dengan Mama''.


__ADS_2